G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Futsal Umbu Rudi Kabunang Cup 2026: Perjuangan Dua Tim SMANDU Waingapu Terhenti, Semifinal Milik SMANSA A dan Andaluri

    Futsal Umbu Rudi Kabunang Cup 2026: Perjuangan Dua Tim SMANDU Waingapu Terhenti, Semifinal Milik SMANSA A dan Andaluri

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Langkah dua wakil SMA Negeri 2 (SMANDU) Waingapu di Turnamen Futsal Umbu Rudi Kabunang (URK) Cup 2026 harus berakhir bersamaan. SMANDU A dan SMANDU B sama-sama gagal melewati hadangan lawan pada babak perempatfinal yang berlangsung di Lapangan Futsal San Siro Waingapu, Senin (3/8/2026).

    Kekalahan itu memastikan tidak ada satu pun wakil SMANDU yang melangkah ke empat besar. Sebaliknya, SMA Negeri 1 (SMANSA) A Waingapu dan SMA Katolik Andaluri berhasil mengamankan tiket semifinal setelah menampilkan permainan yang lebih efektif di laga penentuan.

    Pada pertandingan pembuka perempatfinal, SMANDU B harus mengakui keunggulan SMANSA A dengan skor telak 1-4. Tim SMANSA A tampil agresif sejak awal pertandingan dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik.

    Falen menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol. Sementara dua gol lainnya masing-masing disumbangkan Richard dan Rio. SMANDU B hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Gayus, pemain pengganti yang sukses mencatatkan namanya di papan skor.

    Kemenangan tersebut mengantar SMANSA A menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal.

    Harapan SMANDU kemudian bertumpu pada tim A yang turun pada laga kedua menghadapi SMA Katolik Andaluri. Pertandingan berlangsung jauh lebih ketat dan menyajikan tensi tinggi sejak menit awal.

    SMANDU A sempat berada di atas angin setelah membuka keunggulan 1-0 pada pertengahan babak pertama. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan. Menjelang turun minum, SMA Katolik Andaluri berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

    Memasuki babak kedua, kedua tim saling bergantian menekan. Meski sejumlah peluang tercipta, tidak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan dilanjutkan melalui adu penalti.

    Drama pun terjadi. Dua eksekutor SMANDU A gagal menuntaskan tugasnya, sementara penjaga gawang mereka hanya mampu menggagalkan satu tendangan lawan. SMA Katolik Andaluri akhirnya keluar sebagai pemenang adu penalti sekaligus mengakhiri perjuangan SMANDU A di turnamen ini.

    Hasil tersebut memastikan semifinal mempertemukan SMANSA A melawan SMA Katolik Andaluri dalam perebutan satu tiket menuju partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Selasa (4/8/2026).

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. Umbu Rudi Kabunang yang menjadi sponsor tunggal turnamen Futsal antarpelajar SMA/SMK/MA se-daratan Sumba pose bersama para atlet Futasal saat acara pembukaan di Lapangan Zen Ziro Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (1/8/2026). foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

    Turnamen URK Cup 2026 diikuti 14 tim pelajar yang terbagi ke dalam empat grup. Setelah menyelesaikan 18 pertandingan fase penyisihan selama dua hari, delapan tim terbaik melaju ke babak perempatfinal.

    Empat juara grup yang lolos ialah SMAN 1 A Waingapu, SMA Katolik Andaluri, SMAN 1 Kambera A, dan SMAN 1 B. Mereka didampingi empat runner-up grup, yakni SMANDU B, SMANDU A, SMK Negeri 5 Waingapu, dan MAS Waingapu.

    Turnamen yang mendapat dukungan penuh dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, itu diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet futsal usia sekolah di Pulau Sumba. Menurutnya, kompetisi yang berlangsung rutin akan memberi ruang bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding sebelum menembus level yang lebih tinggi.

    “Harapan kami, suatu saat anak-anak Sumba mampu membawa nama daerah ini tampil di Liga Pro maupun kompetisi nasional. Karena itu turnamen ini akan terus kami dorong menjadi agenda tahunan agar semakin banyak bibit pemain yang lahir dari Sumba,” ujar Umbu Rudi Kabunang ketika acara pembukaan.*/jh/llt

  • PON XXII 2028 Jadi Momentum PP Federasi Nasional PORDASI Pacu Cetak Steward, Pelatih, dan Joki Berlisensi Nasional di Sumba Barat

    PON XXII 2028 Jadi Momentum PP Federasi Nasional PORDASI Pacu Cetak Steward, Pelatih, dan Joki Berlisensi Nasional di Sumba Barat

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 tidak hanya dilakukan melalui pembinaan atlet dan penyediaan arena pertandingan. Di balik target prestasi, PP Federasi Nasional (FN) PORDASI Pacu mulai memperkuat fondasi olahraga berkuda pacu dengan membangun sumber daya manusia yang berstandar nasional melalui sertifikasi steward, pelatih, dan atlet joki. Langkah ini dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan sekaligus prestasi ketika Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah bersama PON XXII 2028.

    Direktur Pacu Tradisional PP Federasi Nasional PORDASI Pacu, Ir. Aguspen Adnan, mengatakan PON merupakan puncak pembinaan olahraga prestasi nasional di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ajang empat tahunan itu menjadi jalur lahirnya atlet-atlet terbaik Indonesia yang selanjutnya diproyeksikan tampil di tingkat internasional.

    “Selama ini banyak atlet nasional yang lahir dari pembinaan PON. Berkuda pacu juga harus menempuh jalur yang sama, yakni membangun sistem pembinaan yang kuat sehingga mampu melahirkan joki-joki terbaik Indonesia yang kelak dapat bersaing di level dunia,” ujar Aguspen, Senin (3/8/2026).

    Menurut dia, pembinaan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kualitas kuda maupun atlet. Pacuan kuda modern membutuhkan perangkat pertandingan yang profesional, mulai dari steward, pelatih, hingga atlet joki yang memiliki lisensi nasional. Standarisasi tersebut menjadi syarat utama agar seluruh kejuaraan berlangsung sesuai regulasi olahraga prestasi di bawah pembinaan KONI.

    Sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028, PP FN PORDASI Pacu akan menggelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Road to PON XXII 2028 di Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, pada 21–31 Agustus 2026. Kejuaraan ini menjadi agenda resmi pembinaan KONI sekaligus bagian dari proses seleksi menuju PON.

    Sebelum kejuaraan berlangsung, PP FN PORDASI Pacu bekerja sama dengan Pengprov FN PORDASI Pacu NTT yang dipimpin Dr. Umbu Rudi Kabunang serta Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat akan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi Calon Steward, Pelatih, dan Atlet Joki Nasional pada 15–16 Agustus 2026 di Waikabubak.

    Pelatihan tersebut akan memadukan pembelajaran teori mengenai regulasi pacuan kuda nasional dengan praktik lapangan melalui uji kemampuan calon atlet joki. Kegiatan ini terbuka bagi calon steward, pelatih, dan joki dari seluruh Pengurus Provinsi FN PORDASI Pacu di Indonesia.

    Ketua Pengprov FN PORDASI Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan pelatihan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi NTT sebagai salah satu tuan rumah PON XXII 2028.

    “Kami ingin NTT tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memiliki perangkat pertandingan dan sumber daya manusia yang memenuhi standar nasional. Karena itu, Pengprov FN PORDASI Pacu NTT memberikan pembiayaan pelatihan secara gratis bagi seluruh peserta asal NTT,” kata Umbu Rudi.

    Menurutnya, keberadaan steward, pelatih, dan joki berlisensi akan mempercepat pembinaan atlet daerah sekaligus memperkuat kesiapan NTT menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga berkuda pacu nasional.

    Untuk menjamin kualitas pelatihan, PP FN PORDASI Pacu menghadirkan empat instruktur berpengalaman di dunia pacuan kuda Indonesia, yakni Wahono AT, pelatih peraih gelar Indonesia Derby Pulomas Jakarta sekaligus mantan Ketua Dewan Steward Indonesia; Sumitro, anggota aktif Dewan Steward PP FN PORDASI Pacu dan anggota Steward PON XXI Aceh-Sumut 2024; Hari Wibowo, anggota Steward PP FN PORDASI Pacu; serta Prasetyo Oenhandjiono (Bung Pras), akademisi, presenter pacuan kuda Indonesia, sekaligus anggota Steward nasional.

    Program sertifikasi tersebut bukan yang pertama dilaksanakan. Sebelumnya, PP FN PORDASI Pacu telah menyelenggarakan pelatihan serupa di Coban Joyo, Pasuruan (2022), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (2023), Kandi Sawahlunto, Sumatera Barat (2023), serta Takengon, Aceh Tengah (2024).

    Aguspen menegaskan lisensi nasional merupakan syarat wajib bagi pelatih dan atlet joki yang akan didaftarkan mengikuti cabang olahraga berkuda pacu pada PON XXII 2028.

    “Hanya pelatih dan joki yang memiliki lisensi nasional yang dapat mengikuti pertandingan berkuda pacu di PON. Karena itu, seluruh provinsi harus mulai menyiapkan perangkatnya sejak sekarang,” ujarnya.

    Pada PON XXII 2028 nanti akan dipertandingkan 20 kelas pacuan, terdiri atas 10 kelas berpelana dan 10 kelas nonpelana. Berdasarkan proyeksi PP FN PORDASI Pacu, provinsi tuan rumah membutuhkan sedikitnya 20 atlet joki, masing-masing 10 joki berpelana dengan berat badan 48–52 kilogram dan 10 joki nonpelana.

    Perhitungan tersebut didasarkan pada peluang setiap provinsi meloloskan hingga tiga ekor kuda pada setiap kelas final. Dengan asumsi satu joki dapat menunggangi maksimal tiga ekor kuda di babak final, kebutuhan atlet joki menjadi sangat besar sehingga proses regenerasi harus dimulai sejak sekarang.

    Selain membuka peluang berprestasi, PON juga menjadi kesempatan bagi atlet dan pelatih memperoleh penghargaan atas capaian mereka. Di berbagai daerah, atlet peraih medali emas memperoleh bonus pembinaan yang nilainya dapat mencapai ratusan juta rupiah, sementara pelatih juga mendapatkan penghargaan sesuai prestasi atlet binaannya.

    Melalui pelaksanaan pelatihan sertifikasi dan Kejuaraan Nasional Road to PON XXII 2028 di Waikabubak, PP FN PORDASI Pacu berharap seluruh Pengprov FN PORDASI Pacu di Indonesia telah memiliki steward, pelatih, dan atlet joki yang berlisensi nasional. Langkah tersebut diharapkan memperkuat sistem pembinaan olahraga berkuda pacu Indonesia sekaligus mendukung ambisi NTT menjadi tuan rumah yang sukses penyelenggaraan maupun prestasi.

    Bagi NTT, agenda ini bukan sekadar persiapan menyambut PON XXII 2028. Lebih dari itu, pelatihan dan sertifikasi nasional menjadi pijakan membangun ekosistem pacuan kuda yang profesional sehingga daerah ini mampu melahirkan atlet-atlet joki berdaya saing nasional dan internasional, sekaligus berkontribusi terhadap target KONI NTT menembus lima besar klasemen perolehan medali pada PON XXII 2028.*/llt

  • Golkar Matangkan Konsolidasi di Wulla Waijelu, DPR RI Umbu Rudi Kabunang Fokus Kawal Aspirasi Desa

    Golkar Matangkan Konsolidasi di Wulla Waijelu, DPR RI Umbu Rudi Kabunang Fokus Kawal Aspirasi Desa

    WULLAWAIJELU,SELATANINDONESIA.COM – Partai Golkar mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa di Kabupaten Sumba Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari penugasan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kepada seluruh anggota Fraksi Golkar DPR RI untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, S.H., M.H., memimpin konsolidasi bersama kader dan simpatisan Partai Golkar di Desa Lainjanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur, Umbu Ayub Tay Paranda, serta para pengurus dan kader partai di wilayah setempat.

    Bagi Umbu Rudi, konsolidasi partai tidak semata-mata bertujuan memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan berbagai persoalan masyarakat dapat dihimpun secara langsung dan diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun pemerintah.

    “Setiap aspirasi masyarakat akan kita petakan sesuai kewenangannya. Jika menjadi kewenangan pemerintah pusat, maka akan kami perjuangkan melalui Fraksi Partai Golkar di DPR RI agar dapat ditindaklanjuti kementerian terkait,” ujarnya.

    Menurut Umbu Rudi, upaya tersebut membutuhkan sinergi antarpemerintahan. Karena itu, komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus dibangun agar kebutuhan masyarakat yang belum dapat ditangani pemerintah daerah bisa didorong melalui dukungan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Ia menilai konfigurasi kepemimpinan saat ini menjadi peluang mempercepat pembangunan di Sumba Timur. Kabupaten Sumba Timur dipimpin Bupati Umbu Lili Pekuwali yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumba Timur, sementara Pemerintah Provinsi NTT dipimpin Gubernur Melki Laka Lena yang menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

    “Kita memiliki jalur koordinasi yang kuat dari kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Sinergi ini harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat desa secara lebih efektif,” kata Umbu Rudi.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, S.H., M.H., (tengah) saat Konsolidasi Partai Golkar di Desa Lainjanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba TImur, MInggu (2/8/2026). foto: Ama

    Selain meminta seluruh kader menjaga soliditas dan kekompakan partai, Umbu Rudi menegaskan bahwa keberhasilan perjuangan politik tidak hanya diukur dari kemenangan elektoral, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat.

    Dalam dialog bersama kader Golkar di Desa Lainjanji, persoalan akses listrik menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan. Sejumlah dusun di desa tersebut hingga kini belum menikmati layanan listrik sehingga aktivitas ekonomi maupun pelayanan dasar masih menghadapi berbagai keterbatasan.

    Umbu Rudi mengatakan, kebutuhan listrik desa akan kembali didata bersama pemerintah desa dan DPRD Sumba Timur untuk diajukan pada tahap berikutnya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bapak Balhil Lahadali yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar.

    Ia menjelaskan, pemerintah pusat masih menjalankan program elektrifikasi nasional hingga tahun 2029 dengan target menjangkau sekitar 11.000 desa, terutama di kawasan Indonesia Timur. Selain perluasan jaringan PLN, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

    Menurut dia, perjuangan menghadirkan listrik desa akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat sehingga semakin banyak masyarakat Sumba Timur memperoleh akses terhadap energi listrik.

    Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur, Umbu Ayub Tay Paranda, mengapresiasi kehadiran anggota DPR RI tersebut di tengah masyarakat Wulla Waijelu. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil mereka di tingkat nasional.

    “Ini merupakan kehormatan bagi masyarakat Wulla Waijelu. Kehadiran Bapak Umbu Rudi memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi agar dapat diperjuangkan di DPR RI,” katanya.

    Melalui konsolidasi tersebut, Partai Golkar tidak hanya memperkuat mesin organisasi menjelang agenda politik berikutnya, tetapi juga berupaya membangun pola kerja yang menghubungkan aspirasi masyarakat desa dengan proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional melalui kolaborasi lintas pemerintahan.*/llt

     

  • Sinergi dengan Bupati Sumba Timur, Umbu Rudi Kabunang Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual dan Percepatan Listrik Desa

    Sinergi dengan Bupati Sumba Timur, Umbu Rudi Kabunang Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual dan Percepatan Listrik Desa

    WULLAWAIJELU,SELATANINDONESIA.COM – Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Sumba Timur. Berangkat dari semangat itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, dalam memperjuangkan percepatan elektrifikasi desa sekaligus perlindungan kekayaan intelektual yang menjadi identitas budaya masyarakat Sumba.

    Komitmen tersebut disampaikan Umbu Rudi Kabunang dalam Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan berkat kemitraan antara Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Hukum RI di Gedung GKS Lainjanji, Desa Lainjanji, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (2/8/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 250 warga serta menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur Silvester Sili Laba, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur Ayub Tay Paranda, dan Camat Wula Waijelu Robertus U.M. Djangga Praingu. Acara tersebut diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Baing, Kecamatan Wula Waijelu.

    Bagi Umbu Rudi Kabunang, pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual bukanlah dua agenda yang berdiri sendiri. Keduanya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, serta memastikan warisan budaya Sumba tetap terlindungi di tengah semakin terbukanya arus ekonomi dan budaya.

    Di hadapan masyarakat, Umbu Rudi mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk kembali menyerap aspirasi warga setelah dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2024. Ia menegaskan, kehadirannya di daerah pemilihan merupakan bagian dari tanggung jawab politik untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan memperjuangkannya di tingkat nasional.

    Salah satu persoalan yang mengemuka ialah masih adanya dusun-dusun di Desa Lainjanji yang belum menikmati layanan listrik. Menurut Umbu Rudi, persoalan itu akan kembali didata bersama pemerintah desa dan DPRD Sumba Timur untuk diajukan pada tahap kedua kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia.

    Ia mengungkapkan, perjuangan Pemda Sumba Timur sebelumnya telah menghasilkan elektrifikasi di sekitar 40-an desa di Sumba Timur.

    Pemerintah pusat, kata dia, juga masih menjalankan program elektrifikasi hingga 2029 dengan target menjangkau sekitar 11.000 desa di seluruh Indonesia, terutama kawasan Indonesia Timur. Selain perluasan jaringan listrik, pemerintah juga menyiapkan alternatif berupa pembangkit listrik tenaga surya bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan PLN.

    Umbu Rudi menambahkan, usulan listrik desa akan terus diajukan secara bertahap bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur hingga 2029 agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap energi listrik.

    Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur Silvester Sili Laba, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur Ayub Tay Paranda, dan Camat Wula Waijelu Robertus U.M. Djangga Praingu disambut tarian Kaninga oleh warga Desa Lainjanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kebupaten Sumba TImur, Minggu (2/8/2026). foto: Ama

    Selain membahas kebutuhan infrastruktur dasar, forum tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi daerah. Menurut Umbu Rudi, pemerintah daerah dan DPRD perlu memperkuat sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT dalam penyusunan berbagai produk hukum daerah agar selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

    Ia menilai harmonisasi regulasi penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka ruang bagi daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) tanpa bertentangan dengan ketentuan nasional.

    Perhatian khusus juga diberikan pada penyusunan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Umbu Rudi mengingatkan agar lahan pertanian produktif tetap dipertahankan sebagai kawasan pangan, sementara daerah resapan air tidak dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu keberlanjutan lingkungan.

    Tenaga kesehatan dari Puskesmas Baing Kecamatan Wulla waijelu ketika melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sebelum mengikuti kegiatan Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan berkat kemitraan antara Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Hukum RI di Gedung GKS Lainjanji, Desa Lainjanji, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (2/8/2026).foto;Ama

    Dalam kesempatan itu, Umbu Rudi juga mendorong penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hingga ke tingkat desa. Menurut dia, penyelesaian persoalan hukum di masyarakat semestinya lebih mengedepankan mekanisme mediasi berbasis kearifan lokal sebelum berlanjut ke proses litigasi.

    Melalui Posbakum desa, penyelesaian sengketa diharapkan melibatkan kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan pemuda sehingga berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan secara musyawarah. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat harmoni sosial sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses peradilan.

    Pada sektor kekayaan intelektual, Umbu Rudi meminta Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT mendata seluruh pengajuan hak kekayaan intelektual yang berasal dari Sumba, termasuk kain tenun ikat, motif tradisional, tarian, serta berbagai karya budaya lainnya. Data tersebut, menurut dia, akan dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI agar proses pendaftarannya dapat dipercepat.

    Perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual dinilai semakin mendesak mengingat mulai muncul praktik peniruan maupun klaim sepihak terhadap berbagai produk budaya Sumba. Dengan status hak kekayaan intelektual yang jelas, masyarakat memiliki dasar hukum untuk melindungi identitas budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

    Selain warisan budaya, Umbu Rudi juga mendorong agar berbagai komoditas unggulan Sumba Timur di sektor pertanian, peternakan, dan kelautan didaftarkan sebagai merek maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk daerah sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha lokal.*/laurens leba tukan

  • Umbu Rudi Kabunang Bidik Bibit Liga Pro, Turnamen Futsal Pelajar se-Sumba Jadi Panggung Talenta Muda

    Umbu Rudi Kabunang Bidik Bibit Liga Pro, Turnamen Futsal Pelajar se-Sumba Jadi Panggung Talenta Muda

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Riuh sorak penonton di Lapangan Futsal Zan Ziro, Waingapu, bukan sekadar mengiringi pertandingan antarpelajar. Di balik kompetisi itu tersimpan harapan besar agar dari Pulau Sumba lahir pemain-pemain futsal yang mampu menembus Liga Pro. Harapan tersebut ditegaskan Anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Rudi Kabunang Rudi Yanto Hunga, saat membuka Turnamen Futsal Antar SMA/SMK/MA se-Daratan Sumba, Sabtu (1/8/2026).

    Turnamen Futsal Antar SMA/SMK/MA se-Daratan Sumba bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi Umbu Rudi Kabunang Cup itu diproyeksikan menjadi ruang lahirnya talenta-talenta muda yang mampu menembus level provinsi hingga kompetisi profesional.

    Pesan itu mengemuka saat Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang Rudi Yanto Hunga, membuka secara resmi turnamen yang memperebutkan Piala Umbu Rudi Kabunang (URK Cup). Di hadapan ratusan atlet pelajar, ia menegaskan bahwa potensi futsal Sumba tidak boleh berhenti hanya menjadi kebanggaan di tingkat lokal.

    “Jangan hanya jago di sini. Sampai hari ini belum ada pemain futsal asal Sumba yang mampu menembus Liga PON maupun Liga Pro. Itu menjadi tantangan bersama. Adik-adik harus berani bermimpi untuk sampai ke sana,” ujar Umbu Rudi Kabunang.

    Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya diukur dari kemampuan mengolah bola, tetapi juga dari karakter, disiplin, dan gaya hidup. Karena itu, ia mengingatkan para pemain muda agar menjauhi rokok dan minuman keras serta tetap menjaga konsistensi berlatih di luar jadwal pertandingan.

    “Terus menempa diri. Jangan merokok, jangan minum minuman keras. Setelah latihan maupun pertandingan, tetap tingkatkan kemampuan. Atlet yang berhasil, lahir dari disiplin yang dijaga setiap hari,” katanya.

    Selain aspek mental, Umbu Rudi Kabunang juga menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar. Ia meminta para peserta terus mengasah kemampuan menggiring bola, memahami peran sesuai posisi bermain, serta meningkatkan kecerdasan dalam membaca permainan.

    Baginya, turnamen antarpelajar seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembinaan futsal di Pulau Sumba. Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang menemukan pemain-pemain potensial untuk dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi.

    “Jangan pernah mau kalah. Bermainlah untuk meraih kemenangan. Kalau kegiatan ini berjalan baik, tahun depan kita akan kembali menggelarnya,” ujar Rudi memberi motivasi kepada peserta.

    Turnamen URK Cup 2026 diikuti 14 tim dari SMA, SMK, dan MA se-Daratan Sumba dengan melibatkan sekitar 180 atlet. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 4 Agustus 2026.

    Ketua panitia, Muchdar Al Habsyi dan Sekretaris Panitia Ricky Rebo, menyebut penyelenggaraan turnamen ini menjadi angin segar bagi perkembangan futsal di Sumba. Selama ini, kompetisi rutin lebih banyak digelar secara mandiri oleh pengelola Lapangan Futsal Zan Ziro. Dukungan Umbu Rudi Kabunang sebagai sponsor tunggal dinilai membuka peluang lahirnya lebih banyak kompetisi yang berkualitas.

    “Kami bersyukur Bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang bersedia menjadi sponsor tunggal. Semakin banyak turnamen digelar, persaingan akan semakin kompetitif dan proses pencarian atlet berbakat untuk dibina menuju tingkat provinsi hingga nasional juga menjadi lebih mudah,” kata Ricky.

    Selain menyediakan wadah kompetisi, penyelenggara juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara. Tim terbaik akan menerima hadiah uang tunai Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta bagi juara kedua, serta Rp1,5 juta untuk juara ketiga bersama. Penghargaan individu juga diberikan kepada pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik, masing-masing sebesar Rp500 ribu.

    Lebih dari sekadar hadiah, URK Cup diposisikan sebagai ajang seleksi awal untuk memetakan pemain-pemain potensial yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Timur di Kupang pada November 2026. Harapannya, dari lapangan futsal di Waingapu ini akan lahir generasi baru yang mampu membawa nama Sumba bersaing di level nasional, bahkan menembus kompetisi profesional Indonesia.*/jh/llt

  • Umbu Rudi Kabunang: Kehadiran Kong’s Billiard Waingapu Buka Peluang Event Nasional dan Gerakkan Ekonomi

    Umbu Rudi Kabunang: Kehadiran Kong’s Billiard Waingapu Buka Peluang Event Nasional dan Gerakkan Ekonomi

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Kehadiran Kong’s Billiard Waingapu menjadi penanda baru perkembangan olahraga billiar di Kabupaten Sumba Timur. Arena yang dibangun dengan fasilitas berstandar kompetisi internasional itu tidak hanya dipandang sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.

    Pandangan tersebut disampaikan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, saat menghadiri Grand Opening Kong’s Billiard Waingapu di Jalan Umbu Marahongu, Matawai, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, kualitas fasilitas yang dimiliki Kong’s Billiard jauh melampaui ekspektasi dan menunjukkan bahwa perkembangan olahraga di Sumba Timur telah mengalami lompatan signifikan.

    “Saya kagum melihat kemajuan olahraga di Sumba Timur. Investasi semegah Kong’s Billiard ini sangat luar biasa. Fasilitasnya saya nilai setara dengan arena-arena biliar di Jakarta maupun Surabaya,” ujarnya.

    Umbu Rudi bahkan menilai arena tersebut telah memenuhi standar untuk menggelar kejuaraan berskala nasional. Ia optimistis fasilitas yang tersedia layak menjadi lokasi berbagai event prestisius, termasuk mendukung agenda menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

    Menurutnya, apabila pelaksanaan cabang olahraga biliar pada PON nantinya dipusatkan di Nusa Tenggara Barat, Sumba Timur tetap memiliki peluang besar menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan regional maupun nasional.

    “Kalaupun venue PON ditetapkan di NTB, kita tetap mendukung. Namun, Sumba Timur harus terus menyelenggarakan berbagai event biliar, minimal untuk kawasan daratan Sumba. Dengan fasilitas seperti ini, peluang itu sangat terbuka,” katanya.

    Lebih dari sekadar sarana olahraga, Umbu Rudi menilai kehadiran Kong’s Billiard merupakan investasi yang memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Usaha tersebut dinilai mampu menyerap tenaga kerja sekaligus membuka peluang bagi berbagai sektor usaha pendukung.

    “Ini salah satu unit usaha yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Sumba Timur. Dampak paling nyata adalah terciptanya lapangan pekerjaan. Setelah itu akan muncul usaha-usaha pendukung seperti restoran, kemudian petani hortikultura, peternak, hingga nelayan yang memasok kebutuhan bahan baku. Yang terpenting, seluruh rantai usaha itu harus memanfaatkan produk lokal Sumba Timur,” tuturnya.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modal di Sumba Timur.

    “Semoga usaha ini berjalan lancar. Saya berharap para investor juga melihat peluang di sektor-sektor lain karena iklim investasi di Sumba Timur sangat terbuka. Selamat berusaha dan semoga semakin banyak usaha baru yang hadir di daerah ini,” ucapnya.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang (ketiga dari kiri) dan Sekda Sumba TImur Umbu Ngadu Ndamu, yang hadir mewakili Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali (kedua dari kiri) bersama para owner Kong’s Billiar saat Grand opening Kong’s Billiard Waingapu di Jalan Umbu Marahongu, Matawai, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur Sabtu (1/8/2026).foto;SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

    Sementara itu, mewakili jajaran pemilik Kong’s Billiard yang terdiri atas David Riwong, Wilson Kosasi, Djohan Yosua Prayogo, dan David Candra Lukito, bersama tim manajemen Aditya H. Umar dan Ama Niki, pihak pengelola berharap kehadiran Kong’s Billiard dapat diterima secara positif oleh masyarakat Waingapu.

    Selain membuka lapangan pekerjaan, mereka berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus menjadi bagian dari pengembangan olahraga biliar di Sumba Timur.

    “Kami memiliki visi untuk meningkatkan prestasi olahraga biliar di Waingapu. Karena itu Kong’s Billiard hadir dengan fasilitas berstandar kompetisi dunia yang kami impor langsung dari Vietnam. Kami ingin memberikan tempat latihan yang layak sekaligus membangkitkan semangat dan mental para pencinta biliar di Waingapu,” ungkap perwakilan manajemen.

    Menurut mereka, antusiasme masyarakat terhadap olahraga biliar di Waingapu sangat besar dan memiliki potensi melahirkan atlet-atlet berprestasi apabila didukung fasilitas yang memadai. Karena itu, dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan olahraga tersebut.

    Grand opening Kong’s Billiard juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, yang hadir mewakili Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut baik setiap investasi yang mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

    Atas nama pemerintah daerah, ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen Kong’s Billiard atas keberanian berinvestasi di Sumba Timur.

    “Kami mengucapkan selamat atas Grand Opening Kong’s Billiard Waingapu. Semoga usaha ini berkembang dengan baik, memberikan pelayanan berkualitas, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

    Sekda berharap Kong’s Billiard tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi berkembang menjadi pusat pembinaan atlet biliar yang mampu melahirkan pemain-pemain berprestasi dari Sumba Timur untuk bersaing di tingkat regional maupun nasional.

    Acara grand opening berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, sambutan para undangan, pengguntingan pita sebagai tanda peresmian, hingga peninjauan fasilitas arena yang kini menjadi salah satu venue biliar paling representatif di Nusa Tenggara Timur.*/llt/john