G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Konsolidasi Golkar Menjangkau Desa, Umbu Rudi Kabunang Kawal Aspirasi Listrik Warga Rindi

    Konsolidasi Golkar Menjangkau Desa, Umbu Rudi Kabunang Kawal Aspirasi Listrik Warga Rindi

    RINDI,SELATANINDONESIA.COM — Partai Golkar mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa di Kabupaten Sumba Timur. Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperkuat mesin partai sekaligus memperluas penyerapan aspirasi masyarakat menjelang agenda politik nasional dan Pemilu 2029.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, memimpin konsolidasi kader di Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (5/8/2026), yang dipusatkan di Desa Haikatapu. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur Umbu Ayub Tay Paranda, Ketua Partai Golkar Kecamatan Rindi Umbu Ferdy Palanggalimu, serta jajaran pengurus partai hingga tingkat desa.

    Dalam arahannya, Umbu Rudi menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai modal utama menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia menyebut Partai Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Sumba Timur pada Pemilu 2029.

    “Target kita adalah meraih 10 kursi di DPRD Kabupaten Sumba Timur pada Pemilu 2029. Karena itu, seluruh kader harus tetap solid, menjaga kekompakan, dan terus hadir bersama masyarakat,” ujarnya.

    Namun, menurut Umbu Rudi, konsolidasi partai tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur organisasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.

    Ia menjelaskan, setiap aspirasi masyarakat akan dipetakan berdasarkan tingkat kewenangannya. Persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat akan diperjuangkan melalui Fraksi Partai Golkar di DPR RI agar dapat ditindaklanjuti kementerian terkait.

    “Setiap aspirasi masyarakat akan kita petakan sesuai kewenangannya. Jika menjadi kewenangan pemerintah pusat, maka akan kami perjuangkan melalui Fraksi Partai Golkar di DPR RI agar dapat ditindaklanjuti kementerian terkait,” kata Umbu Rudi.

    Menurut dia, efektivitas perjuangan tersebut memerlukan sinergi lintas pemerintahan. Karena itu, komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus dibangun agar kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi pemerintah daerah dapat didorong melalui dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun pemerintah pusat.

    Anggota Fraksi Parrtai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang bersama Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur Umbu Ayub Tay Paranda dan Ketua Golkar Kecammatan Rindi, Umbu Ferdy Palanggalimu saat menggelar konsolidasi dan penguatan Partai Golkar di tingkat Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (5/8/2026) di Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. foto: antony slank

    Umbu Rudi menilai konfigurasi kepemimpinan yang saat ini terbangun menjadi peluang mempercepat pembangunan daerah. Kabupaten Sumba Timur dipimpin Bupati Umbu Lili Pekuwali yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumba Timur, sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dipimpin Gubernur Melki Laka Lena yang merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

    “Kita memiliki jalur koordinasi yang kuat dari kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Sinergi ini harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat desa secara lebih efektif,” ujarnya.

    Dalam dialog bersama kader dan masyarakat, persoalan akses listrik menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan. Sejumlah dusun dan desa di Kecamatan Rindi hingga kini belum menikmati layanan listrik sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar masih menghadapi berbagai keterbatasan.

    Menanggapi hal itu, Umbu Rudi memastikan kebutuhan listrik desa akan kembali didata bersama pemerintah desa dan Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur sebelum diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Menurut dia, pemerintah pusat masih menjalankan program elektrifikasi nasional hingga 2029 dengan target menjangkau sekitar 11.000 desa, terutama di kawasan Indonesia Timur. Selain perluasan jaringan PLN, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif bagi wilayah yang belum memungkinkan dijangkau jaringan konvensional.

    “Perjuangan menghadirkan listrik desa tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap energi listrik. Teman-teman Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur dan para pengurus Golkar agar bersinergi dengan Pak camat dan para kepala desa segera mendata wilayah yang belum memiliki listrik. Data itu diajukan melalui Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kepada Menterian ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, dan saya akan mengawal serta memberikan dukungan berupa rekomendasi dukungan politik sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar agar usulan tersebut dapat diprioritaskan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ayub Tay Paranda, menilai kehadiran anggota DPR RI di tengah masyarakat menjadi momentum penting untuk memperpendek jarak antara warga dengan proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

    Menurut Ayub, masyarakat memperoleh kesempatan menyampaikan berbagai kebutuhan secara langsung sehingga dapat diperjuangkan melalui jalur parlemen.

    “Ini merupakan kehormatan bagi masyarakat. Kehadiran Bapak Umbu Rudi memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi agar dapat diperjuangkan di DPR RI,” ujarnya.

    Konsolidasi di Kecamatan Rindi memperlihatkan upaya Partai Golkar menggabungkan penguatan organisasi dengan kerja-kerja representasi politik di daerah. Selain menjaga kesiapan mesin partai menghadapi Pemilu 2029, konsolidasi juga diarahkan untuk memastikan aspirasi masyarakat desa terhubung dengan proses perumusan kebijakan melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.*/llt

     

  • Listrik Desa di Sumba Timur Dipercepat: DPR RI Umbu Rudi Kabunang dan Bupati Umbu Lili Perkuat Sinergi, Tim Kementerian ESDM Segera Tinjau Enam Kecamatan

    Listrik Desa di Sumba Timur Dipercepat: DPR RI Umbu Rudi Kabunang dan Bupati Umbu Lili Perkuat Sinergi, Tim Kementerian ESDM Segera Tinjau Enam Kecamatan

    RINDI,SELATANINDONESIA.COM – Upaya memperluas akses listrik bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik di Kabupaten Sumba Timur memasuki tahap lanjutan. Tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan ke enam kecamatan pada 23 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut program elektrifikasi desa berbasis pembangkit listrik tenaga surya.

    Agenda tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan Komisi XIII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Hukum di Gedung GKS Tanahlingu, Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi, Rabu (5/8/2026).

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan percepatan pemerataan akses listrik membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, hingga pemerintah desa. Menurut dia, masih terdapat sejumlah desa di Sumba Timur yang belum menikmati layanan listrik sehingga membutuhkan dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat.

    “Masih banyak desa di Sumba Timur yang belum menikmati layanan listrik. Karena itu, kami terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar usulan kebutuhan listrik desa dapat masuk dalam program pemerintah pusat secara bertahap sampai seluruh desa memperoleh akses listrik,” ujar Umbu Rudi.

    Selain tentang listrik desa, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan. Namun, menurut Umbu Rudi, kebutuhan listrik tetap menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah usulan yang disampaikan warga mencakup pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang belum terjangkau serta pemasangan meteran listrik di kawasan penyangga yang telah dilintasi jaringan.

    Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Asisten II Sekretariat Daerah Julius Ngenju, tim Kementerian ESDM akan melakukan verifikasi lapangan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program listrik tenaga surya bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan PLN.

    “Kami mendapat informasi bahwa tim Kementerian ESDM akan turun ke Sumba Timur pada tanggal 23 Agustus 2026 ini untuk merealisasikan pembangunan listrik tenaga surya. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan agar desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik segera memperoleh akses listrik,” katanya.

    Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang bersama Kakanwil Kementrian Hukum NTT Silvester Sili Laba dan warga masuarakat Kecamatan Rindi usai kegiatan Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan Komisi XIII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Hukum di Gedung GKS Tanahlingu, Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi, Rabu (5/8/2026). Foto: anthony slank

    Program tersebut dirancang melalui pemasangan sistem pembangkit listrik tenaga surya di rumah-rumah warga pada wilayah yang secara teknis belum memungkinkan dijangkau jaringan listrik konvensional. Layanan kelistrikan nantinya dikelola oleh PLN, sedangkan masyarakat menggunakan sistem pembayaran sebagaimana pelanggan PLN pada umumnya.

    Untuk tahap awal, program telah disetujui bagi sejumlah desa di enam kecamatan, yakni Matawai La Pawu, Kahaungu Eti, Kambata Mapambuhang, Mahu, Ngadu Ngala, dan Pinu Pahar. Desa-desa yang masuk dalam daftar meliputi Katiku Wai, Mauramba, Meurumba, Laimeta, Maidang, Haray, Lahiru, Prauraming, Mahaniwa, Ramuk, dan Lailunggi.

    Umbu Rudi mengatakan pemerintah pusat masih menjalankan program elektrifikasi nasional hingga 2029 dengan target menjangkau sekitar 11.000 desa, terutama di kawasan Indonesia timur. Karena itu, pemerintah daerah diminta memperbarui data desa-desa yang belum memperoleh akses listrik agar dapat diusulkan dalam setiap tahapan program.

    “Saya meminta para camat dan kepala desa segera mendata wilayah yang belum memiliki listrik. Data itu diajukan melalui Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kepada Menterian ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, dan saya akan mengawal serta memberikan dukungan berupa rekomendasi dukungan politik sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar agar usulan tersebut dapat diprioritaskan. Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan program asta cita serta terima kasih untuk Bapak Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM,” ujarnya.

    Ia menilai kolaborasi antara DPR RI, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, pemerintah desa, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan akses energi di wilayah tersebut. Umbu Rudi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumba Timur di bawah kepemimpinan Bupati Umbu Lili Pekuwali yang tetap mendorong pembangunan di tengah keterbatasan anggaran karena efisisnesi.

    “Perjuangan menghadirkan listrik desa tidak bisa dilakukan sendiri, dan kolaborasi antara saya di DPR RI, dan Pak Umbu Lili Pekuwali sebagai Bupati Sumba Timur sangat luar biasa. Juga kerja sama dengan pemerintah desa, hingga pemerintah pusat memberi dampak pada masyarakat di desa-desa terpencil dapat menikmati listrik,” katanya.

    Selain persoalan listrik desa, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan jaringan irigasi dan penanganan penyakit ternak yang belakangan meresahkan peternak. Menurut Umbu Rudi, persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kementerian Pertanian sesuai kewenangannya.

    Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang bersama Kakanwil Kementrian Hukum NTT Silvester Sili Laba saat kegiatan Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan Komisi XIII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Hukum di Gedung GKS Tanahlingu, Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi, Rabu (5/8/2026). Foto: anthony slank

    Dalam kesempatan itu, Umbu Rudi turut menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan melalui harmonisasi regulasi daerah. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama DPRD memperkuat kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur dalam penyusunan berbagai produk hukum daerah agar selaras dengan peraturan perundang-undangan.

    Ia juga mengingatkan agar penyusunan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, termasuk perlindungan terhadap lahan pertanian produktif dan kawasan resapan air.

    Bagi Umbu Rudi, pemerataan akses listrik merupakan salah satu fondasi pembangunan daerah karena berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, produktivitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

    “Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pemerataan akses listrik sehingga semakin banyak masyarakat di desa-desa terpencil memperoleh layanan energi yang andal dan berkelanjutan.*/llt

  • Bukan Sekadar Penilaian, Wagub NTT Minta Opini Ombudsman Dorong Perubahan Layanan Publik

    Bukan Sekadar Penilaian, Wagub NTT Minta Opini Ombudsman Dorong Perubahan Layanan Publik

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di NTT menjadikan Opini Ombudsman RI sebagai instrumen evaluasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penilaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan indikator administratif, melainkan mendorong perubahan nyata dalam tata kelola pelayanan kepada masyarakat.

    Harapan itu disampaikan Johni saat membuka Entry Meeting Penilaian Opini Ombudsman RI Tahun 2026 yang diselenggarakan Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Selasa (4/8/2026).

    “Penilaian ini menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan yang mendorong perubahan nyata dalam tata kelola pelayanan publik, bukan sekadar memenuhi indikator penilaian,” ujar Wagub Johni.

    Menurut dia, pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, seluruh perangkat daerah perlu memanfaatkan hasil penilaian Ombudsman sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelayanan secara konsisten.

    Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT Philipus Max Jemadu, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota yang diwakili sekretaris daerah dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi objek penilaian, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta rumah sakit umum daerah (RSUD).

    Dalam kesempatan yang sama, Robert Na Endi Jaweng menegaskan bahwa Opini Ombudsman RI merupakan pendapat resmi lembaga pengawas pelayanan publik yang berfungsi sebagai dasar bagi penyelenggara negara untuk melakukan pembenahan layanan kepada masyarakat.

    “Opini Ombudsman RI menjadi dasar perbaikan pelayanan publik lebih lanjut dalam rangka reformasi pelayanan publik,” kata Endi.

    Sementara itu, Philipus Max Jemadu menjelaskan bahwa Entry Meeting merupakan tahapan awal dari rangkaian Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi antara Ombudsman RI dan penyelenggara pelayanan publik sebelum proses penilaian lapangan dimulai.

    “Kegiatan ini merupakan forum koordinasi antara Ombudsman RI dengan penyelenggara pelayanan publik guna menyampaikan kebijakan, mekanisme, indikator, tahapan, serta jadwal pelaksanaan Penilaian Maladministrasi Tahun 2026,” ujar Max.

    Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Provinsi NTT dijadwalkan dimulai pada pertengahan Agustus. Penilaian akan mencakup 22 pemerintah daerah, 20 kepolisian resor, 20 kantor pertanahan kabupaten/kota, serta empat kantor imigrasi di wilayah NTT.

    Melalui penilaian tersebut, Ombudsman RI mendorong setiap penyelenggara pelayanan publik tidak hanya memenuhi standar kepatuhan administratif, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.*/omk/llt

  • Misi Kemanusiaan dari Republik Ceko Hadir di NTT, Ratusan Warga Sumba Barat Daya, TTS dan TTU Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

    Misi Kemanusiaan dari Republik Ceko Hadir di NTT, Ratusan Warga Sumba Barat Daya, TTS dan TTU Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

    TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM — Sejak pagi, halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026), dipenuhi warga yang datang dengan harapan sederhana: dapat memeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, atau menjalani pemeriksaan kehamilan tanpa biaya. Antrean panjang itu menjadi gambaran besarnya kebutuhan layanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

    Harapan itu dijawab melalui aksi kemanusiaan yang digagas Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, tim dokter dan relawan internasional memberikan pemeriksaan mata gratis, membagikan kacamata sesuai hasil pemeriksaan, melayani pemeriksaan kehamilan, sekaligus menyerahkan sejumlah peralatan medis kepada RSUD Reda Bolo.

    Bantuan yang diberikan meliputi mesin elektrokardiogram (EKG), alat ultrasonografi (USG), cardiotocography (CTG), fetal doppler, monitor tanda-tanda vital, pulse oximeter, tensimeter, serta berbagai perangkat medis lainnya yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

    Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta

    Pendiri sekaligus perwakilan Satu Hati Charity, Iveta Dvorakova Snircova, mengatakan misi tahun ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah bertahun-tahun mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui pembangunan rumah layak huni, renovasi rumah keluarga kurang mampu, bantuan bagi panti asuhan, serta penyaluran kebutuhan pokok, tahun ini untuk pertama kalinya organisasi tersebut menghadirkan pelayanan medis secara langsung.

    “Selama hampir enam bulan kami mempersiapkan misi ini. Kami membawa dokter, peralatan medis, dan ratusan kilogram bantuan dari Republik Ceko karena kami ingin memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Perjalanan yang sangat panjang itu terasa terbayar ketika melihat senyum warga yang akhirnya bisa memperoleh pelayanan kesehatan dan kembali melihat dengan jelas melalui kacamata yang mereka terima,” ujar Iveta.

    Menurut Iveta, tantangan terbesar bukan hanya menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Eropa menuju Indonesia, tetapi juga memastikan seluruh bantuan medis dapat tiba dengan aman sehingga bisa langsung dimanfaatkan masyarakat.

    Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, bersama tenaga kesehatan saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta

    Pendiri sekaligus perwakilan Satu Hati Charity, Iveta Dvořáková Šnircová, mengatakan misi tahun ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah bertahun-tahun mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui pembangunan rumah layak huni, renovasi rumah keluarga kurang mampu, bantuan bagi panti asuhan, serta penyaluran kebutuhan pokok, tahun ini untuk pertama kalinya organisasi tersebut menghadirkan pelayanan medis secara langsung.

    “Selama hampir enam bulan kami mempersiapkan misi ini. Kami membawa dokter, peralatan medis, dan ratusan kilogram bantuan dari Republik Ceko karena kami ingin memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Perjalanan yang sangat panjang itu terasa terbayar ketika melihat senyum warga yang akhirnya bisa memperoleh pelayanan kesehatan dan kembali melihat dengan jelas melalui kacamata yang mereka terima,” ujar Iveta.

    Menurut Iveta, tantangan terbesar bukan hanya menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Eropa menuju Indonesia, tetapi juga memastikan seluruh bantuan medis dapat tiba dengan aman sehingga bisa langsung dimanfaatkan masyarakat.

    Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta

    Baginya, misi kemanusiaan tidak semata-mata berbicara mengenai bantuan material, melainkan membangun hubungan antarmanusia yang dilandasi kepedulian.

    “Kami percaya bantuan yang paling berharga bukan hanya berupa barang, tetapi perhatian, persahabatan, dan kepedulian. Kami datang bukan hanya membawa alat kesehatan, tetapi juga membawa harapan. Ketika kembali ke Republik Ceko nanti, yang kami bawa pulang bukan sekadar kenangan, melainkan keyakinan bahwa kemanusiaan mampu menyatukan orang-orang yang berasal dari negara, bahasa, dan budaya yang berbeda,” katanya.

    Iveta menambahkan, misi kemanusiaan Satu Hati Charity tahun ini tidak hanya difokuskan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Organisasinya juga menyalurkan bantuan peralatan medis ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), bahkan dengan jumlah yang lebih banyak.

    “Selain kami kasih alat medis di Sumba Barat Daya, kami juga kasih alat medis di TTS. Kalau di TTS kami kasih lebih banyak untuk dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Ibu dan Anak,” ungkapnya.

    Selain penyaluran alat kesehatan, pelayanan pemeriksaan mata gratis juga dilaksanakan di beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

    “Kalau pemeriksaan mata, kami buat di Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan di TTS juga,” ujarnya.

    Iveta juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memberikan pendampingan yang sangat baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

    “Ibu Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla, sendiri yang melayani kami,” katanya.

    Lebih lanjut, Iveta menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang terus diberikan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Gubernur NTT Melki Laka Lena.

    “Kami bersyukur ada Pak Melki Laka Lena yang selalu membantu saya dan memberikan motivasi. Pak Gubernur meminta saya untuk terus melanjutkan pekerjaan kemanusiaan di NTT,” tuturnya.

    Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan warga menjalani pemeriksaan mata, sementara banyak di antaranya langsung menerima kacamata sesuai kebutuhan. Tingginya jumlah peserta bahkan membuat kebutuhan kacamata melampaui stok yang tersedia.

    Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Satu Hati Charity melakukan pendataan terhadap warga yang belum memperoleh kacamata agar bantuan lanjutan dapat disiapkan sesuai ukuran masing-masing.

    Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta

    Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas kepedulian para relawan dari Republik Ceko.

    “Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya, kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Satu Hati Charity, Ibu Iveta Dvořáková Šnircová, beserta seluruh tim relawan. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat kami,” ujarnya.

    Menurut Ratu Wulla, seluruh pemeriksaan mata dilakukan secara gratis dan inklusif. Bahkan masyarakat yang hadir di luar kategori penerima bantuan sosial tetap dilayani agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.

    Keberhasilan misi kemanusiaan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Iveta sebelumnya juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena yang memberikan dukungan terhadap proses pengiriman bantuan kemanusiaan dan peralatan medis dari Republik Ceko ke Indonesia sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

    Selain pelayanan kesehatan, Satu Hati Charity selama ini dikenal aktif mendukung masyarakat NTT melalui pembangunan dan renovasi rumah bagi keluarga kurang mampu, bantuan untuk panti asuhan, distribusi bahan makanan, susu balita, vitamin, perlengkapan sekolah, sepatu, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya di sejumlah wilayah terpencil.

    Bagi Iveta, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang organisasinya untuk terus mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

    “Kami berharap persahabatan antara Republik Ceko dan Nusa Tenggara Timur akan terus tumbuh. Ketika masyarakat saling membantu, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bersama,” tuturnya.

    Misi kemanusiaan itu sekali lagi menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas negara. Ribuan kilometer yang memisahkan Republik Ceko dan Nusa Tenggara Timur justru dipertemukan oleh satu bahasa yang sama: kemanusiaan.*/laurens

     

  • Umbu Rudi Kabunang Perkuat Konsolidasi Golkar di Sumba Timur, Dorong Sinergi Aspirasi hingga Gelar “Golkar Kemerdekaan Fun Run”

    Umbu Rudi Kabunang Perkuat Konsolidasi Golkar di Sumba Timur, Dorong Sinergi Aspirasi hingga Gelar “Golkar Kemerdekaan Fun Run”

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Konsolidasi internal Partai Golkar di Kabupaten Sumba Timur terus diperkuat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, memimpin langsung pertemuan bersama Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur di Kantor DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Selasa (4/8/2026).

    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat soliditas organisasi sekaligus menyelaraskan agenda perjuangan politik antara wakil rakyat di tingkat pusat dan daerah. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur Herman Hilungara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur Alie Oemar Fadaq, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur Ayub Tay Paranda, serta anggota Fraksi Golkar Umbu Aryad Tunggu Djama.

    Dalam arahannya, Umbu Rudi menegaskan bahwa konsolidasi tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur partai, tetapi juga sebagai ruang untuk memastikan seluruh kader memiliki arah perjuangan yang sama dalam mengawal aspirasi masyarakat.

    Ia mengajak seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur memanfaatkan momentum reses untuk turun bersama menemui masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka secara langsung, lalu menyelaraskannya dengan program pembangunan pemerintah daerah.

    “Kita memanfaatkan kesempatan reses untuk bersama-sama menemui masyarakat dan menyerap aspirasi yang mereka sampaikan. Aspirasi itu kemudian kita kolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang dipimpin Bupati sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Bapak Umbu Lili Pekuwali, sehingga perjuangan kita benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Umbu Rudi.

    Menurutnya, sinergi antara anggota legislatif di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi modal penting agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan secara berjenjang melalui kewenangan masing-masing.

    Selain membahas penguatan organisasi, konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan persiapan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu agenda utama adalah penyelenggaraan Golkar Kemerdekaan Fun Run 10 Kilometer yang difasilitasi langsung oleh Umbu Rudi Kabunang.

    Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur Herman Hilungara menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi momentum mempererat kebersamaan kader, tetapi juga membangun kedekatan Partai Golkar dengan masyarakat.

    “Terima kasih kepada Bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang yang telah memfasilitasi berbagai kegiatan, di antaranya Golkar Kemerdekaan Fun Run 10 Kilometer, lomba dayung perahu, lomba renang, lomba tangkap bebek di laut, serta sejumlah perlombaan lainnya,” kata Herman.

    Ia juga mengingatkan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur agar terus bersinergi dengan anggota DPR RI dalam setiap agenda reses maupun kegiatan kemasyarakatan di daerah pemilihan masing-masing.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang ketika melakukan konsolidasi bersama Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, Selasa (4/8/2026). foto: anthony

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur Alie Oemar Fadaq menilai pola konsolidasi yang dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur partai hingga tingkat kecamatan dan desa memberikan dampak positif terhadap penguatan organisasi di akar rumput.

    Menurutnya, kehadiran anggota DPR RI dalam setiap agenda konsolidasi menjadi energi baru bagi kader untuk terus membangun komunikasi politik dengan masyarakat sekaligus memperkuat kerja-kerja pelayanan publik.

    Apresiasi serupa disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur Ayub Tay Paranda. Ia mengatakan konsolidasi yang dilakukan bersama Umbu Rudi telah berlangsung di sejumlah titik di daerah pemilihannya dengan melibatkan pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan hingga desa.

    “Saya bersama Bapak Umbu Rudi Kabunang sudah melaksanakan konsolidasi di dua titik kegiatan yang melibatkan pengurus partai di tingkat kecamatan dan desa. Kebersamaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat Partai Golkar di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur Umbu Aryad Tunggu Djama menyatakan konsolidasi akan berlanjut di wilayah Sumba Timur bagian selatan. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–12 Agustus 2026 dengan melibatkan jajaran pengurus Partai Golkar di berbagai tingkatan.

    Rangkaian konsolidasi yang dilakukan menunjukkan upaya Partai Golkar memperkuat koordinasi internal sekaligus mengintegrasikan kerja politik dengan agenda pelayanan kepada masyarakat. Di saat yang sama, kegiatan sosial dan olahraga yang digelar dalam momentum peringatan kemerdekaan diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan antara partai dan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.*/llt

  • Bangkit setelah Tertinggal 4 Gol, SMANSA Waingapu B Lolos Semifinal Futsal Umbu Rudi Kabunang Cup 2026

    Bangkit setelah Tertinggal 4 Gol, SMANSA Waingapu B Lolos Semifinal Futsal Umbu Rudi Kabunang Cup 2026

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM — Mental pantang menyerah menjadi pembeda bagi tim futsal SMA Negeri 1 (SMANSA) Waingapu B saat menghadapi MAS Waingapu pada laga perempat final Turnamen Futsal Umbu Rudi Kabunang (URK) Cup 2026 di Lapangan Futsal San Siro, Waingapu, Senin (3/8/2026). Sempat tertinggal empat gol, SMANSa B bangkit secara dramatis sebelum akhirnya memastikan tiket semifinal melalui adu penalti.

    Sejak peluit awal dibunyikan, MAS Waingapu tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Serangan bertubi-tubi membuat penjaga gawang SMANSA B, Endro, harus beberapa kali memungut bola dari gawangnya. Anak asuh Lucky bahkan sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal empat gol.

    Namun, situasi tersebut tidak mematahkan semangat tim. Dipimpin Alvin, SMANSA B mulai menemukan ritme permainan dan perlahan keluar dari tekanan. Mereka berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 2-4 hingga turun minum, menjaga asa untuk membalikkan keadaan pada babak kedua.

    Memasuki paruh kedua, intensitas permainan SMANSA B meningkat. Permainan cepat dan efektivitas penyelesaian akhir membuat mereka mampu menyamakan skor menjadi 4-4. Momentum yang terus terjaga kemudian mengantarkan SMANSA B berbalik unggul 6-4, sekaligus membalikkan jalannya pertandingan.

    MAS Waingapu tidak tinggal diam. Menjelang laga usai, mereka kembali memberikan tekanan dan mencetak dua gol balasan untuk menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

    Pada babak tos-tosan yang berlangsung penuh tensi, para eksekutor SMANSA B tampil lebih tenang. Mereka akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 6-5 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju babak semifinal URK Cup 2026.

    Di semifinal, SMANSA B akan menghadapi SMA Negeri 1 Kambera A yang sebelumnya lebih dahulu memastikan kelolosan setelah menundukkan SMK Negeri 5 Waingapu dengan skor meyakinkan 6-2.

    Laga semifinal dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/8/2026) pukul 16.00 Wita di Lapangan Futsal San Siro Waingapu. Tim yang berhasil meraih kemenangan akan melaju ke partai final yang digelar pada hari yang sama pukul 20.00 Wita.

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. Umbu Rudi Kabunang yang menjadi sponsor tunggal turnamen Futsal antarpelajar SMA/SMK/MA se-daratan Sumba pose bersama para atlet Futasal saat acara pembukaan di Lapangan Zen Ziro Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (1/8/2026). foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

    Turnamen Umbu Rudi Kabunang Cup 2026 merupakan ajang pembinaan usia sekolah yang disponsori anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah untuk membentuk karakter dan mental bertanding generasi muda Sumba.

    “Melalui turnamen ini kami berharap mental bertanding anak-anak Sumba semakin terasah sehingga ke depan akan lahir pemain-pemain yang mampu bersaing di Liga Pro. Jangan mudah menyerah, terus berjuang dan berlatih agar suatu saat bisa membawa nama Sumba di level yang lebih tinggi,” ujarnya saat membuka turnamen.*/jh/llt