LABUANBAJO,SELATANINDONESIA.COM โ Gelora Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, diproyeksikan tidak sekadar menjadi arena pacuan kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028. Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (FN Pordasi Pacu NTT) akan mengusulkan dalam waktu dekat revitalisasi menyeluruh venue tersebut, mulai dari lintasan pacuan hingga tribun dan fasilitas pendukung pertandingan, untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan ajang olahraga nasional itu.
Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH., mengatakan usulan revitalisasi tersebut tengah dipersiapkan bersama Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto, Sekretaris Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Christofel Eston Dj. Mesa, serta tokoh Pordasi Pacu Amir Hamzah yang didukung penuh oleh Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Ragga, serta Pengkab FN Pordasi Pacu Kabupaten lainnya untuk diajukan kepada Gubernur NTT selaku Ketua Panitia Besar PON XXII/2028.
โKami sedang dalam tahapan penyusunan karena diminta oleh Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu untuk segera mengusulkan agar pada tahun 2027 sudah mulai revitalisasi venue PON khususnya Gelora Pada Eweta agar memenuhi persyaratan sebagai venue pacuan kuda pada PON XXII 2028 yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia,โ kata Umbu Rudi kepada wartawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (19/9/2026).
Disebutkannya, rancangan anggaran serta bentuk revitalisasinya, tim menuju PON XXII 2028 yang terdiri dari Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto, Sekretaris Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Christofel Eston Dj. Mesa, serta tokoh Pordasi Pacu Amir Hamzah dibawah arahan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Ragga sedang disusun. Peningkatan venue mencakup pembangunan lintasan pacuan sepanjang 1.100 meter, dengan radius lintasan sekitar 60 meter, lintasan lurus 350 meter, serta lebar lintasan 18 meter.
Pembenahan tidak hanya menyasar lintasan. Kawasan Gelora Pada Eweta juga dirancang memiliki area parkir dan jalan akses yang lebih memadai, struktur bangunan baru, serta tribun beratap berkapasitas sekitar 8.000 penonton.
Fasilitas pendukung pertandingan juga masuk dalam rancangan, antara lain ruang bagi joki, official, panitia pertandingan, stewards tower, menara pengawas, serta fasilitas penonton.
Untuk mendukung kebutuhan kuda dan tim, rancangan tersebut mencakup pembangunan kandang kuda, tempat mandi kuda, fasilitas groom, mounting yard, dan saddling paddock. Instalasi mekanikal dan elektrikal juga menjadi bagian dari kebutuhan pengembangan venue.
Bukan Aspirasi Satu Kabupaten
Persiapan venue tersebut berjalan beriringan dengan usulan penambahan kelas pacuan dalam PON XXII/2028.
Umbu Rudi menegaskan, usulan penambahan kelas pacuan tersebut bukan gagasan satu daerah. Aspirasi itu merupakan hasil rumusan bersama Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat dan seluruh Pengkab FN Pordasi Pacu di daratan Sumba.
Dalam proses perumusan itu, sejumlah tokoh Pordasi Pacu ikut terlibat, antara lain Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto, Sekretaris Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Christofel Eston Dj. Mesa, serta Amir Hamzah.
Rumusan tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Ragga. Dukungan itu diperkuat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta berbagai elemen masyarakat dan tokoh masyarakat Sumba Barat.
Menurut Umbu Rudi, kolaborasi lintas kabupaten menjadi penting karena pacuan kuda bukan sekadar cabang olahraga, melainkan tradisi yang hidup di seluruh daratan Sumba.
Pembinaan pun, kata dia, tidak dapat dilakukan secara instan. Kompetisi di tingkat kecamatan dan kabupaten harus menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju kejuaraan nasional hingga PON.
โPacuan kuda yang diselenggarakan ini adalah bagian dari proses seleksi. Tujuan yang lebih besar adalah bagaimana kuda-kuda Sumba bisa masuk pada level kejuaraan nasional hingga PON XXII Tahun 2028,โ ujar Umbu Rudi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten di daratan Sumba untuk membangun sinergi dalam pembinaan sekaligus menyukseskan penyelenggaraan PON XXII/2028.
Ajakan tersebut ditujukan kepada Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus A. Rangga Kaka, beserta pimpinan dan anggota DPRD Sumba Barat Daya.
Ajakan yang sama disampaikan kepada Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Raggaa, bersama pimpinan dan anggota DPRD Sumba Barat.
Selanjutnya kepada Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Martinus Umbu Djoka, bersama pimpinan dan anggota DPRD Sumba Tengah.
Serta kepada Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani, bersama pimpinan dan anggota DPRD Sumba Timur.
โIni bukan hanya kepentingan Sumba Barat. PON XXII/2028 adalah kepentingan seluruh masyarakat Sumba. Karena itu, mari kita bersama-sama menyukseskannya,โ kata Umbu Rudi.
Dalam pembagian lokasi pertandingan PON XXII/2028, cabang olahraga berkuda pacu akan dilaksanakan di Sumba Barat. Adapun cabang olahraga tenis meja akan dilaksanakan di Sumba Timur.
Sumba Menjadi Basis Pembinaan
Dorongan memperkuat pacuan kuda pada PON 2028 berkaitan erat dengan posisi Sumba sebagai salah satu basis tradisi pacuan kuda di NTT.
Bagi Pengprov FN Pordasi Pacu NTT, PON XXII/2028 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi atlet, joki, kuda pacu, sekaligus tradisi pacuan kuda Sumba di panggung olahraga nasional.
Salah satu arena yang menjadi perhatian adalah Gelora Pada Eweta. Venue di Waikabubak tersebut telah ditetapkan sebagai lokasi pertandingan pacuan kuda PON XXII/2028.
Ketua Umum KONI Pusat Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman sebelumnya menyatakan arena tersebut siap menjadi lokasi pertandingan pacuan kuda tradisional PON setelah meninjau langsung fasilitasnya pada Juli 2026. Gelora Pada Eweta kemudian menjadi lokasi Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Road to PON XXII/2028 pada Agustus 2026.
Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto mengatakan tingginya partisipasi dalam kejuaraan menunjukkan kuatnya basis pacuan kuda di Sumba.
Dalam salah satu kejuaraan, tercatat 604 ekor kuda mengikuti perlombaan. Sebanyak 328 ekor berasal dari Sumba Barat, 135 dari Sumba Timur, 67 dari Sumba Tengah, 59 dari Sumba Barat Daya, serta peserta dari Kota Kupang sebanyak empat ekor, Ngada tiga ekor, dan Timor Tengah Utara lima ekor.
Jumlah tersebut menggambarkan besarnya potensi pembinaan yang tersedia di NTT, khususnya di daratan Sumba.
Menurut Frengky, pacuan kuda juga membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak kelompok masyarakat. Aktivitas itu tidak hanya berkaitan dengan pemilik kuda dan joki, tetapi juga pelatih, peternak, hingga pelaku usaha di sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM.
Dengan demikian, persiapan menuju PON XXII/2028 tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan pertandingan di tingkat nasional. Ajang tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan, sekaligus memperluas manfaat olahraga pacuan kuda bagi masyarakat Sumba.
Di Gelora Pada Eweta, tradisi pacuan kuda Sumba akan bertemu dengan panggung olahraga nasional. Tantangannya kini adalah memastikan lintasan, fasilitas pertandingan, sumber daya manusia, serta sistem pembinaan dapat disiapkan secara bersama-sama sebelum PON XXII/2028 berlangsung.*/llt



Komentar