GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Olahraga
Beranda / Olahraga / Federasi Nasional PORDASI Pacu Usulkan 16 Nomor PON 2028, Tradisi Pacuan Kuda Sumba Masuk Arena Nasional

Federasi Nasional PORDASI Pacu Usulkan 16 Nomor PON 2028, Tradisi Pacuan Kuda Sumba Masuk Arena Nasional

Pacuan Kuda di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Foto: Aguspen

WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM โ€” Tradisi pacuan kuda yang mengakar di Pulau Sumba mendapat ruang lebih luas menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028. Federasi Nasional PORDASI Pacu mengusulkan penambahan enam nomor khusus nonpelana sehingga total nomor pacuan kuda yang diusulkan untuk dipertandingkan menjadi 16 nomor.

Usulan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII/2028 Wilayah NTT di Kantor KONI Pusat, Jakarta, 15 September 2026. Sebelumnya, telah dibahas 10 nomor pacuan kuda kategori terbuka.

Melalui surat tertanggal 17 September 2026, Sekjen Pengurus Pusat Federasi Nasional PORDASI Pacu, Ir. MT Prasetyo Oedjiantono, mengusulkan enam kelas tambahan kepada KONI Pusat, yakni Kelas G 1.400 meter, H 800 meter, I 1.000 meter, J 800 meter, K 700 meter, dan J 700 meter. Usulan itu disampaikan kepada Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat.

Penambahan nomor tersebut diharapkan memperluas kesempatan daerah untuk menurunkan kuda sesuai karakteristik dan kemampuan masing-masing sekaligus memperkuat pembinaan atlet, joki, dan kuda pacu.

Usulan Dirumuskan Bersama Pengkab FN PORDASI Pacu se-Daratan Sumba

Penghargaan Dua Terbaik I untuk NTT, Gubernur Melki: Bukti NTT Bergerak Bersama, Diganjar Dukungan Rp4 Miliar

Usulan penambahan kelas pacuan pada PON XXII/2028 tersebut bukan semata-mata gagasan satu daerah. Usulan itu merupakan hasil rumusan bersama Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat dan seluruh Pengkab FN PORDASI Pacu se-daratan Sumba.

Dalam proses tersebut, sejumlah tokoh PORDASI menjadi bagian penting dalam merumuskan aspirasi pacuan kuda Sumba agar mendapat ruang dalam panggung olahraga nasional. Di antaranya Ketua Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto, Sekretaris Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat Christofel Eston Dj. Mesa, serta Amir Hamzah.

Rumusan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Raggaa. Dukungan tersebut turut diperkuat Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat dan tokoh-tokoh di Sumba Barat.

Ketua Pengprov FN PORDASI Pacu NTT Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH., mengatakan kolaborasi lintas kabupaten menjadi penting karena pacuan kuda merupakan tradisi yang hidup di seluruh daratan Sumba.

Menurut dia, pembinaan pacuan kuda tidak dapat dilakukan secara instan. Kompetisi di tingkat kecamatan dan kabupaten harus menjadi jenjang menuju kejuaraan nasional hingga PON.

OPINI: Menteri Keuangan Berganti, Apa Artinya Bagi Dunia Usaha dan Investor? Melihat Kepastian Hukum di Balik Reaksi Pasar

โ€œPacuan kuda yang diselenggarakan ini adalah bagian dari proses seleksi. Tujuan yang lebih besar adalah bagaimana kuda-kuda Sumba bisa masuk pada level kejuaraan nasional hingga PON XXII Tahun 2028,โ€ ujar Umbu Rudi.

Karena itu, ia berharap seluruh kabupaten di daratan Sumba terus membangun sinergi untuk menyukseskan pelaksanaan PON XXII/2028.

Umbu Rudi juga mengajak seluruh kepala daerah, pimpinan DPRD, anggota DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat di daratan Sumba untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan PON.

Ajakan tersebut ditujukan kepada Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus A. Rangga Kaka, bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumba Barat Daya.

Ajakan yang sama disampaikan kepada Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan Wakil Bupati Thimotius T. Raggaa, bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumba Barat.

MPR RI Umbu Rudi Kabunang Ajak Warga Praibokul Hidupkan Pancasila dari Desa

Selanjutnya kepada Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Martinus Umbu Djoka, bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumba Tengah.

Serta kepada Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani, bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumba Timur.

โ€œIni bukan hanya kepentingan Sumba Barat. PON XXII/2028 adalah kepentingan seluruh masyarakat Sumba. Karena itu, mari kita bersama-sama menyukseskannya,โ€ kata Umbu Rudi.

Dalam pembagian lokasi pertandingan, cabang olahraga berkuda pacu PON XXII/2028 akan dilaksanakan di Sumba Barat, sedangkan cabang olahraga tenis meja akan dilaksanakan di Sumba Timur.

Sumba Jadi Basis Pembinaan

Usulan itu berkaitan erat dengan posisi Sumba sebagai salah satu pusat tradisi pacuan kuda di NTT. Pengprov FN PORDASI Pacu NTT menilai PON 2028 menjadi momentum memperkenalkan potensi atlet, joki, kuda pacu, serta tradisi pacuan kuda Sumba di tingkat nasional.

Salah satu arena yang menjadi perhatian adalah Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Arena tersebut telah ditetapkan sebagai venue pacuan kuda PON XXII/2028.

Ketua Umum KONI Pusat Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan arena itu siap menjadi lokasi pertandingan pacuan kuda tradisional PON setelah meninjau langsung fasilitasnya pada Juli 2026 lalu.

Arena tersebut juga menjadi lokasi Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Road to PON XXII/2028 pada Agustus 2026.

Ketua Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto menyebut tingginya partisipasi menunjukkan kuatnya basis pacuan kuda di Sumba.

Dalam salah satu kejuaraan, tercatat 604 ekor kuda ikut berlomba, terdiri dari Sumba Barat 328 ekor, Sumba Timur 135, Sumba Tengah 67, Sumba Barat Daya 59, Kota Kupang 4, Ngada 3, dan TTU 5 ekor.

Menurut Frengky, pacuan kuda juga menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat, mulai dari pemilik kuda, joki, pelatih, peternak, hingga sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM.

Enam Nomor Nonpelana untuk Regenerasi Joki

Selain enam kelas tambahan yang diusulkan PP FN PORDASI Pacu, Pengprov FN PORDASI Pacu NTT mengusulkan enam nomor khusus nonpelana untuk pembinaan joki usia dini, masing-masing 700 meter, 800 meter, 1.000 meter, dan 1.400 meter, dengan peserta berusia 10 tahun ke atas.

Nomor tersebut dimaksudkan sebagai ruang pembinaan khas daerah dan tidak menggantikan nomor prestasi utama PON.

Namun, keterlibatan joki usia dini tetap membutuhkan kajian teknis dan regulasi yang ketat, terutama terkait batas usia, kesehatan, lisensi, jenis kuda, jarak lomba, perlengkapan keselamatan, pendampingan, dan pengawasan.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam persiapan PON. KONI Pusat telah menyerahkan perlengkapan keselamatan berupa body protector dan helm untuk mendukung keselamatan para joki.

Bagi FN PORDASI Pacu NTT, usulan penambahan nomor merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk memperluas kompetisi, menemukan bibit atlet dan joki, serta mengembangkan kuda sesuai kemampuan di setiap nomor.

Pacuan kuda dinilai tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga budaya, peternakan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, PON XXII/2028 diharapkan menjadi momentum mempertemukan tradisi pacuan kuda Sumba dengan sistem olahraga prestasi nasional.

Pelaksanaan PON juga diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja sama antarkabupaten di daratan Sumba. Dengan Sumba Barat sebagai lokasi cabang olahraga berkuda pacu dan Sumba Timur sebagai lokasi tenis meja, penyelenggaraan PON diharapkan memberikan manfaat olahraga, sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Sumba secara lebih luas.

Meski demikian, enam nomor tambahan tersebut masih berstatus usulan dan belum menjadi nomor resmi PON XXII/2028. Usulan selanjutnya akan dibahas melalui mekanisme organisasi dan memenuhi ketentuan teknis PON.

Gelora Pada Eweta pun diharapkan tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga pusat pembinaan yang menghubungkan tradisi pacuan kuda Sumba dengan prestasi olahraga nasional.

Semangat tersebut sekaligus menjadi ajakan agar seluruh pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, FN PORDASI Pacu, pelaku olahraga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat se-daratan Sumba bergerak bersama menyukseskan PON XXII/2028.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement