GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Hukrim
Beranda / Hukrim / MPR RI Umbu Rudi Kabunang Ajak Warga Praibokul Hidupkan Pancasila dari Desa

MPR RI Umbu Rudi Kabunang Ajak Warga Praibokul Hidupkan Pancasila dari Desa

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., ketika menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Praibokul, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, pada 15 September 2026.

SUMBATIMUR,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan atau dibacakan dalam upacara. Bagi Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat desa.

Pesan tersebut disampaikan Umbu Rudi saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Praibokul, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, pada 15 September 2026.

Sekitar 150 warga dari sejumlah desa hadir dalam kegiatan tersebut. Mayoritas peserta merupakan petani dan peternak. Sejumlah tokoh agama, tokoh budaya, dan tokoh masyarakat turut mengikuti kegiatan yang menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Umbu Rudi menjelaskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menegaskan, pemahaman terhadap Empat Pilar tidak boleh berhenti pada teori. “Kami ingin Empat Pilar tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Umbu Rudi.

OPINI: Menteri Keuangan Berganti, Apa Artinya Bagi Dunia Usaha dan Investor? Melihat Kepastian Hukum di Balik Reaksi Pasar

Dari Gotong Royong hingga Toleransi

Menurut Umbu Rudi, masyarakat desa sebenarnya telah memiliki banyak praktik yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Gotong royong, saling membantu ketika ada warga mengalami kesulitan, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah merupakan contoh sederhana bagaimana nilai kebangsaan diterapkan.

“Desa adalah tempat nilai-nilai kebangsaan itu hidup. Gotong royong, toleransi, kepedulian terhadap sesama dan menjaga persatuan merupakan bagian dari pengamalan Pancasila,” katanya.

Ia juga menaruh perhatian pada generasi muda. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi dinilai membuat pemahaman kebangsaan semakin penting untuk ditanamkan sejak dini.

“Pemuda di desa adalah ujung tombak pembangunan bangsa. Dari merekalah Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Umbu Rudi.

Gempa Meruntuhkan Sekolah, Bukan Mimpi Anak-anak Flores, Ambros Kodo: Dikbud NTT Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,4 M

Ia mengingatkan agar kebebasan berpendapat di era demokrasi tetap dibarengi tanggung jawab. Perbedaan pandangan, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan persatuan.

“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk membentengi remaja dengan nilai-nilai Pancasila. Inilah warisan para pendiri bangsa yang harus terus hidup,” tuturnya.

Sosialisasi Empat Pilar Jadi Ruang Serap Aspirasi

Kegiatan di Praibokul tidak hanya membahas persoalan kebangsaan. Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi pembangunan di wilayah pedesaan.

Masukan warga berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan berbagai keterbatasan akses yang masih dirasakan masyarakat.

Umbu Rudi mengatakan aspirasi tersebut merupakan bagian penting dari tugasnya sebagai anggota DPR RI, terutama ketika turun langsung bertemu masyarakat.

Dua Warga NTT Ditembak dalam Tugas Kemanusiaan di Papua, Umbu Rudi Kabunang: Kejar, Tangkap, dan Proses Hukum Pelaku

“Apa yang saya dengar hari ini akan saya bawa ke rapat-rapat di DPR RI. Desa harus menjadi bagian dari percakapan besar tentang masa depan Indonesia,” tegasnya.

Menurut dia, suara masyarakat desa tidak boleh terpisah dari agenda pembangunan nasional. Petani, peternak, pemuda, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lainnya memiliki kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan.

Ia menilai pembangunan daerah dan penguatan nilai kebangsaan merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Pembangunan, kata Umbu Rudi, bukan hanya mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang rukun, saling menghormati, dan memiliki kesempatan yang adil.

Pesan dari Praibokul

Dari Desa Praibokul, pesan yang disampaikan Umbu Rudi sederhana: Pancasila harus hadir dalam tindakan.

Bukan hanya dalam pidato, bukan hanya dalam buku pelajaran, dan bukan hanya saat upacara.

Nilai itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan masyarakat, seperti membantu tetangga, bergotong royong, menghormati perbedaan, menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, serta menjaga persatuan.

“Kalau nilai-nilai itu hidup di desa, maka sesungguhnya kita sedang menjaga Indonesia dari tempat kita masing-masing,” ujar Umbu Rudi.

(llt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement