WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COMย โ Di tengah gegap gempita pembukaan Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT 2026 di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Senin (6/7/2026), Ketua KONI Kabupaten Sumba Barat yang juga Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, menyampaikan penghormatan khusus kepada Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH.
Menurutnya, sosok Umbu Rudi merupakan inspirator sekaligus motor perubahan yang berhasil membawa olahraga pacuan kuda Sumba memasuki babak baru melalui perjuangannya meloloskan Sumba Barat sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2027 sekaligus arena penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII Tahun 2028. Dan mengangkat pacuan kuda tradisional tanpa pelana lolos menjadi kelas yang mulai diperlombakan dalam PON XXII tahun 2028 mendatang.
Bagi Thimotius, keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi organisasi olahraga. Di baliknya terdapat gagasan besar yang diyakini akan mengubah wajah pembangunan daerah. Pacuan kuda, menurut dia, kini tidak lagi dipandang sebagai tradisi masyarakat Sumba semata, melainkan telah berkembang menjadi instrumen pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, pembinaan atlet, hingga promosi pariwisata.
“Umbu Rudi Kabunang adalah sosok yang menginspirasi. Beliau menghadirkan kreasi dan terobosan baru yang sangat menguntungkan masyarakat Sumba Barat bahkan seluruh Pulau Sumba. Melalui ide, gagasan, dan perjuangannya, Sumba dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas dan pelaksanaan cabang olahraga pacuan kuda pada PON, dan Kuda Sumba dengan pacuan tanpa pelana masuk dalam PON,” kata Thimotius disambut tepuk tangan ribuan penonton.
Pernyataan itu lahir bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga pacuan kuda di Sumba mengalami perkembangan signifikan. Kepercayaan menjadi tuan rumah Kejurnas sekaligus lokasi pertandingan PON dinilai sebagai pengakuan nasional terhadap tradisi berkuda yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Sumba. Pacuan kuda sendiri telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sumba sekaligus memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata olahraga.
Thimotius mengatakan, kehadiran event nasional nantinya akan membawa dampak berganda bagi daerah. Ribuan atlet, ofisial, pelatih, pemilik kuda, wisatawan, hingga pelaku usaha diperkirakan akan datang ke Pulau Sumba. Kondisi itu diyakini akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, peternakan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat mempersiapkan diri menyambut agenda nasional tersebut. Menurut dia, keberhasilan sebagai tuan rumah bukan hanya ditentukan oleh kualitas arena pacuan, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan keramahtamahan kepada seluruh tamu.
“Ketika Kejurnas dan PON berlangsung nanti, orang Sumba harus menjadi tuan rumah yang baik. Kita tunjukkan bahwa Sumba aman, tertib, bersih, dan masyarakatnya ramah. Itu akan menjadi promosi terbaik bagi daerah ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama penyelenggaraan berbagai event pacuan kuda, termasuk menghindari konsumsi minuman beralkohol yang berpotensi mengganggu keamanan. Menurutnya, citra daerah akan menjadi modal penting ketika Sumba menjadi pusat perhatian olahraga nasional.
Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT Tahun 2026 sendiri menjadi salah satu ajang pemanasan menuju agenda nasional tersebut. Kejuaraan yang berlangsung pada 6โ18 Juli 2026 itu diikuti 604 ekor kuda pacu dari enam daerah di Nusa Tenggara Timur yang bersaing dalam 16 kelas perlombaan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, yang juga anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, mengatakan pengembangan pacuan kuda di Sumba tidak berhenti pada penyelenggaraan kejuaraan. Pihaknya tengah menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bersertifikat bagi joki, pelatih, dan steward, termasuk uji coba pemeriksaan anti-doping terhadap kuda pacu sebagai bagian dari standar menuju PON.
Menurut Umbu Rudi, Kejurnas 2026 dan selanjutnya Kejurnas 2027 akan menjadi ajang Pra-PON sekaligus momentum penting mengukur kesiapan atlet dan kuda pacu sebelum tampil pada PON XXII Tahun 2028. Ia berharap keberhasilan Sumba menjadi tuan rumah mampu menjadi titik balik lahirnya pusat pembinaan olahraga pacuan kuda nasional di kawasan timur Indonesia.*/llt




Komentar