JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memperkuat infrastruktur organisasinya menjelang tahapan politik nasional berikutnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengirim empat kader terbaik untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) Aplikasi Data Keanggotaan Partai Golkar yang diselenggarakan DPP Partai Golkar di Jakarta, pada 6–8 Juli 2026.
Keempat kader tersebut adalah Koordinator Adi Morin, Admin Heri Liman, Operator Rice Ratuarat, dan Fenti Nope yang mewakili unsur perempuan sekaligus bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Penugasan ini merupakan implementasi Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan DPP Partai Golkar sebagai bagian dari agenda penataan administrasi dan modernisasi sistem keanggotaan partai.
Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teknis mengenai pengelolaan aplikasi keanggotaan Partai Golkar versi 5.0. Materi yang diberikan mencakup proses unggah dan entri data Kartu Tanda Anggota (KTA), pembaruan data anggota, hingga mekanisme pencetakan KTA secara terintegrasi. Sistem tersebut diharapkan menjadi instrumen utama dalam membangun basis data kader yang lebih akurat, mutakhir, dan terdigitalisasi.
Bagi DPD I Partai Golkar NTT, pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta. Hasil TOT akan ditindaklanjuti melalui pelatihan bagi operator aplikasi keanggotaan di seluruh DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota se-NTT.
Admin DPD I Partai Golkar NTT, Heri Liman, mengatakan seluruh DPD II yang telah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) diminta segera menyiapkan masing-masing dua operator aplikasi keanggotaan.
“Operator yang telah dilatih nantinya akan mempercepat proses pemutakhiran data anggota dan kepengurusan, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Data Ketua, Sekretaris, dan Bendahara di setiap kecamatan harus sudah terdokumentasi secara digital sehingga proses sinkronisasi dengan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dapat berjalan tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Heri, validitas data keanggotaan menjadi salah satu fondasi penting dalam konsolidasi organisasi. Basis data yang tertata bukan hanya mendukung tata kelola administrasi partai, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan Partai Golkar menghadapi tahapan verifikasi dan pendaftaran peserta Pemilu 2029 serta agenda politik nasional berikutnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi Partai Golkar tidak semata dilakukan melalui penguatan struktur kepengurusan, melainkan juga melalui modernisasi sistem administrasi berbasis digital. Dengan data keanggotaan yang terintegrasi hingga tingkat kecamatan, DPD I Partai Golkar NTT menargetkan proses pembaruan organisasi dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan akuntabel sebagai bagian dari penguatan mesin partai menghadapi dinamika politik pada tahun-tahun mendatang.*/llt




Komentar