G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Olahraga
Beranda / Olahraga / 604 Ekor Kuda Berlaga di Gelora Pada Eweta Arena Para Petarung, Umbu Rudi Kabunang: Warga Terhibur, Pacuan Bupati Sumba Barat Cup Menuju PON 2028

604 Ekor Kuda Berlaga di Gelora Pada Eweta Arena Para Petarung, Umbu Rudi Kabunang: Warga Terhibur, Pacuan Bupati Sumba Barat Cup Menuju PON 2028

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang saat acara pembukaan turnamen pacuan kuda Bupati Sumba Barat Cup di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (6/7/2026). foto; SelaatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COMโ€”Debu beterbangan setiap kali pintu start dibuka. Sorak ribuan penonton mengiringi derap ratusan kuda yang melesat tanpa pelana di Arena Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Senin (6/7/2026). Bagi masyarakat Sumba, pacuan kuda bukan sekadar perlombaan mencari siapa tercepat. Di atas lintasan itu, tradisi, kebanggaan, dan harapan menuju panggung olahraga nasional berpacu dalam irama yang sama.

Turnamen Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 resmi dimulai dengan catatan yang mencuri perhatian. Sebanyak 604 ekor kuda dari Pulau Sumba, Kabupaten Kupang, hingga Timor Tengah Utara ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung hingga 17 Juli mendatang. Jumlah peserta tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan pacuan kuda di Nusa Tenggara Timur.

Namun, angka 604 bukan sekadar statistik. Di baliknya tersimpan optimisme bahwa pacuan kuda tradisional tanpa pelana kini memasuki babak baru.

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan perjuangan panjang masyarakat Sumba akhirnya membuahkan hasil setelah nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana disetujui menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Menurut Umbu Rudi, keberhasilan itu lahir melalui komunikasi panjang bersama Ketua Umum KONI NTT yang juga Gubernur NTT pak Melki Laka Lena, Ketua Umum KONI Pusat Bapak Letjen TNI Purn. Marciano Norman, serta jajaran Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu.

Kuda Gasspol Tampil Memukau, Taklukkan Gelora Pada Eweta dan Melaju ke Final Bupati Sumba Barat Cup 2026

“Yang kami perjuangkan bukan sekadar olahraga. Pacuan tanpa pelana adalah budaya dan jati diri masyarakat Sumba. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sebagai ungkapan syukur setelah panen,” ujarnya.

Masuknya pacuan tanpa pelana ke PON dinilai menjadi momentum penting bagi Sumba. Selama ini, olahraga tersebut hidup dalam tradisi masyarakat, tetapi belum memiliki panggung resmi di ajang olahraga nasional. Kini, lintasan tanah yang selama puluhan tahun menjadi arena budaya mulai diarahkan menjadi jalur pembinaan atlet menuju prestasi.

Karena itu, Bupati Sumba Barat Cup diposisikan bukan hanya sebagai turnamen tahunan, melainkan tahapan seleksi menuju Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON 2028.

“Kuda-kuda terbaik dari setiap kecamatan akan bertemu di tingkat kabupaten. Setelah itu dipersiapkan mengikuti Kejurnas hingga PON,” kata Umbu Rudi.

Ia bahkan memasang target tinggi. Kontingen NTT ditargetkan mampu meraih 10 medali emas pada nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana saat PON XXII.

Melki Laka Lena Lantik Timo Ragga Pimpin KONI Sumba Barat: Pacuan Kuda Jadi Sejarah Baru dan Andalan NTT Menuju PON 2028

Meski demikian, Umbu Rudi mengingatkan bahwa prestasi tidak boleh ditempuh dengan cara instan. Ia meminta seluruh pemilik dan pelatih menghindari penggunaan doping terhadap kuda karena pada ajang nasional seluruh peserta akan diperiksa oleh Dewan Anti-Doping.

“Jangan sampai kita juara di daerah, tetapi gagal di tingkat nasional karena terdeteksi menggunakan doping. Lebih baik mengandalkan kualitas pakan, perawatan, dan latihan,” katanya.

Pembukaan turnamen juga menjadi momen pemberian penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID). Penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh dan institusi yang dinilai berperan dalam pengembangan pacuan kuda tradisional, termasuk atas penyelenggaraan lomba dengan jumlah peserta mencapai 604 ekor kuda.

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang (ketiga dari kiri) dan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade (keempat dari kiri) serta Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Rangga Kaka (kedua dari kiri) saat menyaksikan pacuan kuda Bupati Sumba Barat Cup di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (6/7/2026). foto; SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Umbu Rudi Kabunang menambahkan, sejumlah pihak mendapatkan penghargaan dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia -Dunia (LEPRID) adalah

1). Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat atas prestasi sebagai Pelopor dalam Mendorong Pengembangan, Pembinaan, dan Peningkatan Prestasi Kuda Lokal Indonesia sehingga Mampu Bresaing pada Perlombaan Pacuan Kuda Tingkat Nasional dan Dunia.

Pergub BBM Bersubsidi Tetap Berlaku di NTT, Gubernur Melki Tekankan Keadilan dan Kepatuhan Pajak

2). Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI atas prestasinya menjadi Inisiator Memasukan Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana ke PON dan Pendukung Rekor Duniaย  Pacuan Kuda Terbanyak yaitu 604 Ekor Kuda sebagai Peserta.

3). Frangky Tarawatu Susanto atas prestasi Pendukung Penyelenggara Rekor Dunia Lomba Pacuan Kuda Terbanyak 604 Peserta.

4). Pemda Kabupaten Sumba Barat atas prestasi Penyelenggara Rekor Dunia Lomba Pacuan Kuda Terbanyak 604 peserta

5). Yohanis Dade Bupati Sumba Barat atas prestasi Pemerkasa Rekor Dunia Lomba Pacuan Kuda Terbanyak 604 peserta. Penghargaan tersebut ditandatangani oleh Pendiri dan Ketua umum LEPRID, Paulus Pangka

Turut hadir dalam acara pembukaan, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Ragga, Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, wakil Bupati Sumba Barat daya Dominikus Rangga Kaka, dan seluruh Ketua dan Pengurus Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Kabupaten se daratan Sumba. Hadir pula pimpinan Forkopimda Sumba Barat, dan pimpinan BUMN dan Bank NTT Cabang Waikabubak dan Waibakul serta ribuan penonton yang memadati tribun Gelora Pada Eweta yang dikenal sebagai arena para petarung. Turnamen tersebut dalam Rangka Memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke- 81 Tahun 2026

Ketua KONI Kabupaten Sumba Barat, Thimotios T. Ragga, menilai keberhasilan memasukkan pacuan tanpa pelana ke PON merupakan tonggak penting bagi olahraga dan budaya Sumba.

Menurutnya, pacuan kuda telah lama menjadi identitas masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya berdampak terhadap prestasi olahraga, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kuliner, hingga pariwisata.

“Ketika Kejurnas maupun PON nanti digelar di Sumba, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik. Keamanan dan kenyamanan tamu menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Optimisme serupa disampaikan Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Barat, Frengky Tarawatu Susanto. Ia menyebut antusiasme peserta yang mencapai 604 ekor kuda menunjukkan bahwa olahraga pacuan kuda di NTT terus berkembang.

Selain menjadi arena pembinaan atlet dan joki, turnamen ini juga diproyeksikan sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional Agustus 2026, sekaligus langkah awal menuju Pra-PON dan PON 2028.

Di Sumba, pacuan kuda memang tak pernah hanya soal siapa tercepat mencapai garis akhir. Di setiap derap kaki kuda, tersimpan cerita tentang budaya yang bertahan melintasi zaman. Kini, cerita itu bersiap memasuki lintasan yang lebih besar: panggung Pekan Olahraga Nasional.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement