KABARU,SELATANINDONESIA.COM โ Debu beterbangan di lintasan Arena Pacuan Sinar Kabaru, Kecamatan Rindi, Jumat (31/7/2026) petang. Ribuan pasang mata mengikuti setiap hentakan kaki kuda yang beradu cepat di putaran semifinal Pacuan Kuda Humba Cup. Di tengah persaingan itu, Ratu SOKSI tampil paling dominan.
Begitu pintu start terbuka, kuda betina berwarna napas bles tersebut langsung melesat meninggalkan para pesaingnya. Senorita dan Rawit sempat berupaya memberi tekanan pada awal lomba, namun Ratu SOKSI mampu menjaga ritme hingga memasuki lintasan lurus terakhir. Tanpa kehilangan kecepatan, ia menyentuh garis finis lebih dahulu dan memastikan tiket ke babak final.
Kemenangan itu sekaligus mempertegas status Ratu SOKSI sebagai salah satu unggulan pada kelas B. Final Humba Cup dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/8/2026), dengan banyak pencinta pacuan kuda memprediksi Ratu SOKSI berpeluang besar merebut gelar juara.
Ratu SOKSI merupakan kuda milik Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur sekaligus anggota DPR RI, dan Ketua SOKSI NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Kuda betina asal Waingapu dengan tinggi 132 sentimeter itu turun pada kelas B dan Ren 1.
Penampilan Ratu SOKSI disaksikan langsung oleh Umbu Rudi Kabunang yang hadir bersama Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Sekretaris Daerah Umbu Ngadu Ndamu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumba Timur Herman Hilungara, serta tokoh muda Marthinus Umbu Hiwa.
Namun, kemenangan Ratu SOKSI tidak hanya menjadi cerita tentang satu kuda yang melangkah ke final. Lomba di Arena Sinar Kabaru juga menjadi bagian dari babak baru perkembangan olahraga pacuan kuda di Pulau Sumba.
Dalam beberapa tahun ke depan, arena yang akrab dikenal sebagai LASKAR Kabaru itu diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan pacuan kuda nasional. Sumba Timur telah disepakati menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda dan Pra-PON 2027, sekaligus dipersiapkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan cabang olahraga berkuda pada PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua Federasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, serta Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT.
Arena Pacuan Sinar Kabaru dipilih karena dinilai memiliki potensi memenuhi standar nasional. Lintasan sepanjang sekitar 1.400 meter dengan lebar 25 meter yang membentang di atas lahan lebih dari 20 hektare menjadi modal penting untuk menggelar kejuaraan tingkat nasional.
Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan persiapan menuju Kejurnas dan Pra-PON telah dimulai melalui berbagai kegiatan pacuan sebagai ajang uji kesiapan arena sekaligus pembinaan atlet dan kuda pacu daerah.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengingatkan agar pengembangan olahraga pacuan kuda tetap berjalan seiring dengan pelestarian kuda Sandelwood, ras asli Pulau Sumba yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi besar dalam olahraga berkuda nasional.
Keberhasilan Sumba Timur menjadi tuan rumah Kejurnas dan Pra-PON juga dipandang memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan kompetisi. Kehadiran atlet, pelatih, pemilik kuda, ofisial, hingga wisatawan diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan pariwisata daerah.
Pacuan kuda selama ini telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumba. Arena pacuan bukan hanya tempat melahirkan kuda-kuda juara, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan peternak, pelatih, joki, pedagang, dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Karena itu, setiap kemenangan di lintasan, termasuk keberhasilan Ratu SOKSI melaju ke final Humba Cup, menjadi lebih dari sekadar hasil perlombaan. Di balik derap kaki kuda yang memecah lintasan Kabaru, tersimpan harapan bahwa Sumba Timur tengah menapaki jalan menuju salah satu pusat pacuan kuda Indonesia, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Kejurnas 2027 dan PON 2028.*/laurens leba tukan




Komentar