Bupati Rote Ndao Paulus Henuk membawa agenda pendidikan dan industri garam ke pemerintah pusat. Sekolah Rakyat Ita Esa ditawarkan sebagai investasi sumber daya manusia, sementara K-SIGN didorong menjadi penggerak ekonomi dan bagian dari upaya menuju kemandirian garam nasional.
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, terus membuka akses terhadap program pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah. Upaya itu dilakukan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melalui serangkaian audiensi dengan pemerintah pusat di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Salah satu agenda yang dibawa Bupati Paulus adalah permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao. Permohonan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial.
Menurut Bupati Paulus, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Rote Ndao. Pendidikan, kata dia, merupakan salah satu fondasi utama untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
โPendidikan adalah salah satu fondasi utama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak Rote Ndao. Karena itu, kami terus berupaya membuka akses terhadap berbagai program pemerintah pusat yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,โ ujar Bupati Paulus.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Paulus tidak hanya menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat. Ia juga membahas sejumlah kebutuhan masyarakat serta potensi program Kementerian Sosial yang dapat diakses dan dikembangkan di Rote Ndao.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu dan anak-anak di wilayah tersebut untuk memperoleh akses terhadap layanan sosial dan pendidikan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Sekolah Rakyat tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan fasilitas pendidikan. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Kawal Tahap II K-SIGN
Setelah menyelesaikan agenda di Kementerian Sosial, Bupati Paulus melanjutkan rangkaian pertemuan dengan jajaran pemerintah dan pelaksana proyek untuk membahas perkembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao.
Pertemuan itu membahas perkembangan proyek, terutama kelanjutan tahap II K-SIGN. Paulus bertemu dengan Direktur Jenderal terkait dan jajaran Direksi Nindya Karya untuk mengevaluasi progres pekerjaan sekaligus membicarakan berbagai hal yang masih perlu dikawal bersama.
Menurut Bupati Paulus, percepatan pembangunan K-SIGN menjadi penting karena kawasan tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Rote Ndao.
โKami membicarakan progres pekerjaan di lapangan, berbagai hal yang masih perlu dikawal bersama, serta langkah-langkah percepatan agar pembangunan K-SIGN dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan,โ kata Bupati Paulus.
K-SIGN dirancang bukan sekadar sebagai proyek pembangunan kawasan industri. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melihat kawasan tersebut sebagai salah satu pintu masuk untuk mengembangkan potensi garam daerah sekaligus memperkuat kontribusi Rote Ndao terhadap agenda kemandirian garam nasional.
Pengembangan kawasan industri garam juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk masuk dalam rantai ekonomi kawasan industri.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menilai keberhasilan K-SIGN membutuhkan koordinasi lintas pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, masyarakat, dan pelaku usaha perlu memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.
Bupati Paulus menegaskan, komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat.
โK-SIGN bukan hanya tentang pembangunan kawasan industri, tetapi juga tentang bagaimana potensi garam Rote Ndao dapat menjadi bagian dari upaya menuju kemandirian garam nasional, sekaligus membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan menciptakan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut tumbuh,โ ujarnya.
Dua agenda tersebut, pengembangan Sekolah Rakyat dan percepatan K-SIGN, menunjukkan dua fokus pembangunan yang sedang didorong Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi berbasis potensi daerah.
Bagi Rote Ndao, pembangunan pendidikan dan industri garam diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun daerah secara lebih inklusif, dengan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.*/ph/llt



Komentar