G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang: RUU HPI Krusial Bagi Perlindungan Pengusaha Indonesia di Era Global, Pansus Serap Aspirasi

    Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang: RUU HPI Krusial Bagi Perlindungan Pengusaha Indonesia di Era Global, Pansus Serap Aspirasi

    SEMARANG,SELATANINDONESIA.COM — Arus investasi, perdagangan, dan hubungan bisnis lintas negara yang terus meningkat dinilai menuntut Indonesia memiliki landasan hukum yang lebih modern dan komprehensif. Di tengah kompleksitas hubungan hukum yang melibatkan unsur asing, keberadaan Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) dipandang mendesak untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi kepentingan nasional.

    Dalam rangka menyempurnakan substansi regulasi tersebut, Panitia Khusus (Pansus) RUU HPI DPR RI pada Rabu (24/6/2026) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah guna menyerap aspirasi dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan. Dialog melibatkan unsur pemerintah, akademisi, praktisi hukum, notaris, pelaku usaha, hingga lembaga peradilan yang sehari-hari berhadapan dengan persoalan hukum lintas negara.

    Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian pembahasan RUU HPI yang saat ini tengah digodok DPR bersama pemerintah. Pansus menilai semakin tingginya mobilitas manusia, modal, dan transaksi internasional telah melahirkan berbagai persoalan hukum baru yang belum sepenuhnya dapat dijawab oleh kerangka hukum yang ada saat ini. Indonesia bahkan masih merujuk pada sejumlah ketentuan lama peninggalan kolonial untuk mengatur perkara perdata yang memiliki unsur asing.

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menegaskan bahwa RUU HPI memiliki posisi strategis dalam memberikan kepastian hukum bagi warga negara maupun pelaku usaha Indonesia yang berinteraksi dengan pihak asing.

    Menurut dia, selama ini berbagai sengketa bisnis internasional sering menghadapi persoalan mendasar mengenai hukum mana yang berlaku, pengadilan mana yang berwenang mengadili, hingga bagaimana pelaksanaan putusan yang berasal dari negara lain. Kondisi tersebut tidak jarang menimbulkan ketidakpastian hukum dan meningkatkan risiko bagi pelaku usaha nasional.

    “RUU HPI merupakan instrumen penting untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan hukum bagi warga negara dan pelaku usaha Indonesia yang berinteraksi dengan pihak asing. Kepastian mengenai pilihan hukum, pilihan forum penyelesaian sengketa, dan pengakuan putusan asing sangat dibutuhkan untuk mendukung iklim investasi dan perdagangan yang sehat,” ujar Umbu Rudi.

    Bagi dunia usaha, kehadiran RUU HPI diyakini akan membawa sejumlah manfaat strategis. Regulasi ini diharapkan mampu menjamin kepastian hukum dalam kontrak bisnis internasional, melindungi kepentingan perusahaan nasional ketika berhadapan dengan korporasi asing, serta mengurangi risiko sengketa berkepanjangan akibat konflik hukum antarnegara.

    Tidak hanya itu, RUU HPI juga akan menjadi pedoman yang lebih jelas bagi hakim dalam menangani perkara perdata lintas negara, termasuk sengketa investasi, perdagangan, pengangkutan, pembiayaan, dan berbagai bentuk kerja sama bisnis internasional. Kepastian tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap sistem hukum Indonesia. Sejumlah pembahasan RUU HPI sebelumnya juga menempatkan aspek kepastian hukum, perlindungan kepentingan nasional, serta penguatan iklim investasi sebagai tujuan utama pembentukan regulasi ini.

    Selain menyentuh sektor ekonomi dan investasi, RUU HPI juga akan mengatur berbagai persoalan keperdataan lintas negara lainnya, mulai dari perkawinan campuran, waris internasional, perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, hingga pengakuan dan pelaksanaan putusan pengadilan asing. Kompleksitas persoalan tersebut semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan keterhubungan global yang semakin erat.

    Melalui kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Pansus berharap memperoleh masukan yang komprehensif dari daerah agar substansi RUU HPI benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Regulasi ini diharapkan tidak hanya menjadi payung hukum bagi penyelesaian sengketa lintas negara, tetapi juga menjadi instrumen yang memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dan investasi internasional.

    Di tengah semakin terbukanya interaksi global, kebutuhan akan hukum perdata internasional yang modern tidak lagi sekadar menjadi kebutuhan akademis, melainkan tuntutan nyata untuk memastikan setiap warga negara dan pelaku usaha Indonesia memperoleh perlindungan hukum yang pasti ketika berhadapan dengan persoalan hukum di lintas yurisdiksi.*/llt

  • NTT Kantongi Kepercayaan Gelar PON 2028, Gubernur Melki: Momentum Emas Olahraga dan Ekonomi, Erick Thohir Utamakan Efisiensi

    NTT Kantongi Kepercayaan Gelar PON 2028, Gubernur Melki: Momentum Emas Olahraga dan Ekonomi, Erick Thohir Utamakan Efisiensi

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Penantian panjang masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia akhirnya terwujud. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi menetapkan Provinsi NTT bersama NTB dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Penetapan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga kepada para gubernur di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

    Bagi NTT, keputusan tersebut bukan sekadar penunjukan sebagai penyelenggara pesta olahraga nasional. Lebih dari itu, momentum ini menjadi penanda keberhasilan sebuah perjuangan panjang yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

    Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut penetapan tersebut sebagai pencapaian bersejarah bagi masyarakat NTT. Menurut dia, keberhasilan NTT menjadi tuan rumah PON merupakan hasil kerja bersama yang telah diperjuangkan lintas kepemimpinan.

    “Ini adalah pencapaian luar biasa bagi NTT. Kami bersyukur karena perjuangan panjang untuk menghadirkan PON di bumi Flobamora akhirnya membuahkan hasil. Keberhasilan ini tidak lahir dalam waktu singkat, tetapi merupakan hasil kerja dan perjuangan yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi yang saat itu juga menjabat Ketua Umum KONI NTT. Fondasi yang mereka bangun kini membawa NTT sampai pada titik ini,” ujar Gubernur Melki ketika dihubungi SelatanIndonesia.com.

    Ia menegaskan, penetapan sebagai tuan rumah bukan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memastikan PON 2028 berlangsung sukses dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Menurut Gubernur Melki, PON harus menghadirkan setidaknya lima keberhasilan sekaligus, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses pertumbuhan ekonomi, dan sukses promosi pariwisata daerah. NTT, katanya, ingin menjadikan PON sebagai panggung untuk menunjukkan kapasitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan talenta olahraga kepada Indonesia dan dunia.

    “Kami ingin PON 2028 menjadi momentum kebangkitan olahraga NTT sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Dampaknya harus dirasakan oleh pengusaha UMKM, sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, hingga masyarakat di kabupaten dan kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan,” kata Gubernur Melki.

    Sesuai kesepakatan bersama pemerintah pusat, penyelenggaraan PON 2028 akan mengedepankan prinsip efisiensi. Cabang olahraga akan dibagi berdasarkan kesiapan venue yang telah tersedia di NTT dan NTB tanpa pembangunan stadion baru dalam skala besar. Cabang olahraga yang belum dapat diakomodasi oleh kedua provinsi akan dipertandingkan di Jakarta yang memiliki fasilitas olahraga lengkap.

    Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah mulai menyiapkan dukungan anggaran serta berkoordinasi dengan DPRD dan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan penyempurnaan fasilitas olahraga yang ada. Kota Kupang akan menjadi pusat utama penyelenggaraan, didukung sejumlah kabupaten dan kota lain yang akan menjadi lokasi pertandingan berbagai cabang olahraga.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap kepercayaan yang diberikan kepada NTT.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat NTT, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Dukungan pemerintah pusat menjadi energi besar bagi kami untuk membuktikan bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan membanggakan,” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa PON 2028 harus dilaksanakan secara efisien, transparan, dan berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional. PON, menurutnya, harus menjadi bagian penting dari sistem pembinaan atlet menuju level internasional, termasuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

    Dengan SK penetapan yang kini telah diterima, NTT memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun memperjuangkan hak menjadi tuan rumah, kini tantangan sesungguhnya dimulai: membuktikan bahwa daerah kepulauan di ujung selatan Indonesia itu mampu menyelenggarakan PON yang berkualitas, efisien, dan meninggalkan warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.*/llt

  • Adrianus Bria Seran Masih Seasin Air Laut, Musda Golkar Malaka Jadi Panggung Aspirasi Infrastruktur Perbatasan RI-RDTL

    Adrianus Bria Seran Masih Seasin Air Laut, Musda Golkar Malaka Jadi Panggung Aspirasi Infrastruktur Perbatasan RI-RDTL

    BETUN,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah hujan yang mengguyur Rumah Kuning Haitimuk, Kabupaten Malaka, Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka tidak hanya menjadi arena konsolidasi politik internal partai. Forum lima tahunan itu juga menjelma menjadi ruang artikulasi harapan masyarakat perbatasan RI-RDTL yang selama ini menanti percepatan pembangunan.

    Musda yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut kembali mempercayakan Adrianus Bria Seran (ABS) memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka untuk periode 2026–2031. Keputusan itu menegaskan kuatnya posisi ABS di tubuh Golkar Malaka sekaligus menjadi sinyal bahwa mayoritas kader masih menghendaki keberlanjutan kepemimpinan yang selama ini mengantarkan partai berlambang pohon beringin itu meraih dominasi politik di daerah tersebut. Ibarat kata, ABS Masih Seasin Air Laut dalam kalkulasi politik Golkar di Kabupaten Malaka.

    Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, F.X. Alain Niti Susanto, bahkan menyebut Malaka sebagai salah satu etalase keberhasilan politik Golkar di NTT. Dalam berbagai kontestasi politik, mulai dari pemilihan legislatif, pemilihan presiden, pemilihan gubernur hingga pemilihan kepala daerah, Golkar selalu tampil sebagai pemenang.

    Menurut Alain, capaian tersebut menjadikan Golkar Malaka sebagai model konsolidasi politik yang layak diteladani oleh kabupaten lain di NTT.

    “Golkar Malaka menjadi contoh keberhasilan politik yang lengkap. Kemenangan itu tidak datang begitu saja, tetapi lahir dari kerja organisasi yang terstruktur hingga tingkat bawah,” ujarnya saat membuka Musda.

    Dominasi politik Golkar di Malaka memang terlihat nyata. Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilkada 2024 berasal dari kader yang didukung penuh Golkar dan Partai Perindo. Di legislatif, partai tersebut juga berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Kabupaten Malaka. Pada Pilpres dan Pilgub terakhir, pasangan yang didukung Golkar juga meraih kemenangan di daerah perbatasan itu.

    Meski demikian, Alain mengingatkan bahwa kemenangan politik tidak boleh membuat kader terlena. Ia meminta kepengurusan baru untuk segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa, memperkuat kaderisasi generasi muda, memperbesar ruang bagi kader perempuan, serta membangun program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Partai yang besar harus mampu menyiapkan pemimpin-pemimpin baru. Regenerasi menjadi syarat penting agar kemenangan dapat terus dipertahankan,” kata Alain yang saat itu hadir di Malaka didampingi Sekretaris DPD I Golkar NTT, Wehelmintje Sarce Libby Sinlaeloe, Bendahara Restu Herdani Dupe, dan sejumlah pengurus DPD I Golkar NTT diantaranya Agustinus Nahak, Vinsen Bureni, Jemmy Lasa, Eddy Naga, dan Fenty Nope serta sejumlah pengurus PD AMPG NTT.

    Bagi ABS yang pencalonan di periode ketiga menjadi Ketua DPD II Golkar Malaka setelah mendapat diskresi dari Ketum Golkar Bahlil Lahadalia itu, bahwa mandat yang kembali diberikan Golkar merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.

    Dalam pidato politiknya, Ketua DPRD Kabupaten Malaka itu menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, tetapi juga oleh soliditas organisasi dan kedekatan kader dengan masyarakat.

    “Konsolidasi organisasi akan menjadi agenda utama kami. Struktur partai harus kuat sampai ke desa dan dusun sehingga Golkar tetap hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Namun, perhatian utama dalam Musda kali ini tidak hanya tertuju pada dinamika internal partai. Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan strategis mengenai masa depan kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.

    Menurut Bupati SBS, daerah perbatasan semestinya tidak dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan beranda depan yang mencerminkan wajah Indonesia di mata negara tetangga.

    “Perbatasan adalah show window Indonesia. Apa yang dilihat masyarakat negara tetangga tentang Indonesia sangat ditentukan oleh kondisi daerah perbatasan,” katanya di hadapan peserta Musda.

    Karena itu, ia berharap kader-kader Golkar yang berada di tingkat provinsi maupun pusat dapat memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata bagi masyarakat perbatasan.

    Bagi Malaka, kebutuhan tersebut bukan semata soal pembangunan fisik. Jalan, jembatan, jaringan irigasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga konektivitas ekonomi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

    Bupati SBS menilai, kemajuan kawasan perbatasan merupakan bagian dari agenda strategis nasional. Keberhasilan membangun daerah perbatasan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mempertegas kedaulatan Indonesia di wilayah terdepan.

    ”Saya tiga kali menjadi calon Bupati Malaka, tiang penyokong utamanya adalah Partai Golkar. Terima kasih dukungan penuh dari Partai Golkar,” sebut Bupati SBS.

    Di tengah suasana politik nasional yang kerap diwarnai polarisasi, Bupati SBS juga mengapresiasi iklim demokrasi yang berkembang di Malaka. Kehadiran para pimpinan partai politik dalam Musda Golkar dinilainya menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak menghalangi kerja sama untuk kepentingan masyarakat.

    “Kita mungkin berada di kamar yang berbeda, tetapi tetap tinggal dalam rumah besar yang sama, yaitu Republik Indonesia,” ujarnya.

    Pesan tersebut seolah menjadi benang merah Musda II Golkar Malaka. Di satu sisi, forum itu menandai keberlanjutan kepemimpinan ABS dan penguatan konsolidasi politik Golkar. Di sisi lain, Musda menjadi panggung bagi munculnya agenda pembangunan yang lebih besar, yakni mendorong kawasan perbatasan Malaka menjadi wajah kemajuan Indonesia di ujung selatan Pulau Timor.

    Musda Golkar Malaka dihadiri seluruh pimpinan Partai Golkar Kecamatan se Kabupaten Malaka, Pimpinan Ormas dan Orsap Golkar Malaka, para pimpinnan partai politik di kabupaten Malaka, KPU Malaka, Bawaslu Malaka serta Forkopimda Malaka.

    Dengan modal kemenangan politik yang nyaris sempurna dalam beberapa pemilu terakhir, tantangan berikutnya bagi Golkar Malaka bukan lagi sekadar mempertahankan dominasi elektoral. Yang lebih penting adalah membuktikan bahwa kekuatan politik tersebut mampu diterjemahkan menjadi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.*/llt

  • Umbu Rudi Kabunang Kagum Talenta U-13 dan U-15 Se-Sumba, Gogali URK Cup Mamboro Dijadwalkan Jadi Agenda Tahunan

    Umbu Rudi Kabunang Kagum Talenta U-13 dan U-15 Se-Sumba, Gogali URK Cup Mamboro Dijadwalkan Jadi Agenda Tahunan

    MAMBORO,SELATANINDONESIA.COM — Lapangan sepak bola di Dusun Dua, Mamboro, Minggu (21/6/2026) sore, tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara. Di tengah sorak-sorai penonton dan wajah-wajah lelah para pemain muda, tersimpan harapan tentang masa depan sepak bola Pulau Sumba.

    Selama hampir sebulan, puluhan tim kelompok usia U-13 dan U-15 dari berbagai kabupaten di Pulau Sumba bertemu dalam Turnamen Gogali dan URK Cup. Mereka datang membawa mimpi yang sama: bermain sepak bola, menguji kemampuan, dan suatu hari nanti menembus panggung yang lebih besar.

    Turnamen yang diikuti 22 tim tersebut akhirnya melahirkan para juara. Namun, bagi banyak pihak, pencapaian terbesar justru terletak pada tumbuhnya ruang pembinaan bagi anak-anak Sumba.

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, yang hadir menutup turnamen mengaku terkesan melihat semangat para pemain muda yang bertanding tanpa mengenal lelah sepanjang kompetisi.

    “Saya melihat semangat luar biasa dari anak-anak Sumba. Mereka bermain dengan penuh antusiasme, disiplin, dan keberanian. Semangat seperti ini harus terus dipupuk karena dari lapangan-lapangan sederhana seperti inilah lahir pemain-pemain besar,” ujar Umbu Rudi.

    Menurut dia, dukungan terhadap kompetisi usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan sepak bola Sumba. Karena itu, Gogali dan URK Cup diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten melahirkan bibit-bibit pesepak bola baru.

    Umbu Rudi mengaku langsung menyambut baik ketika panitia melalui Israh Nasir meminta dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

    “Anak-anak ini harus diberi ruang untuk bertanding. Mereka perlu kompetisi yang berkelanjutan agar kemampuan mereka terus berkembang. Siapa tahu dari Mamboro akan lahir pemain yang kelak membela NTT bahkan Indonesia,” katanya.

    Optimisme serupa disampaikan Ketua Panitia Turnamen, Israh Nasir. Baginya, keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan dengan aman dan lancar menjadi modal penting untuk membangun turnamen yang lebih besar pada masa mendatang.

    Sebanyak 11 tim U-13 dan 11 tim U-15 bertanding dalam kompetisi yang berlangsung sejak akhir Mei lalu. Seluruh pertandingan digelar hampir setiap hari dengan semangat “Gaspol” yang menjadi slogan turnamen.

    “Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik. Dukungan masyarakat luar biasa. Sejak pertandingan pertama hingga final, suasana tetap aman dan penuh kekeluargaan,” ujar Israh.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, Askab PSSI Sumba Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat yang ikut mengawal jalannya kompetisi.

    Bagi masyarakat Mamboro, turnamen tersebut bukan sekadar pertandingan sepak bola. Saat musim panen usai dan sekolah memasuki masa liburan, lapangan menjadi ruang berkumpul warga. Anak-anak mendapatkan aktivitas positif, sementara masyarakat memperoleh hiburan yang mempererat hubungan sosial di tengah kampung.

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang ketika menyerahkan hadiah utama kepada tim juara SSB Sandelwood yang keluar sebagai juara satu kategori U-15 Gogali URK Cup di Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (21/6/2026). foto;umbu amir

    Ketua Askab PSSI Sumba Tengah, Robertus Umbu Tayi, menilai kompetisi usia muda memiliki peran strategis dalam membangun fondasi sepak bola daerah.

    Menurutnya, pembinaan tidak bisa hanya mengandalkan seleksi menjelang turnamen besar. Pembinaan harus dimulai dari kompetisi yang rutin dan berkesinambungan.

    “Sepak bola bukan hanya soal mencari juara. Di dalamnya ada pendidikan karakter, sportivitas, toleransi, dan persaudaraan. Anak-anak belajar menghargai lawan sekaligus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” kata Robertus.

    Ia berharap Gogali dan URK Cup dapat menjadi salah satu agenda tetap pembinaan sepak bola usia muda di Sumba Tengah.

    Di tengah keterbatasan sarana dan dukungan pembinaan yang masih minim, perhatian terhadap sepak bola usia dini dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, Robertus berharap dukungan terhadap sekolah-sekolah sepak bola di desa-desa juga semakin diperkuat.

    “Cukup dengan bantuan bola, kostum, dan kompetisi yang rutin, anak-anak sudah memiliki ruang untuk berkembang. Yang terpenting adalah kesinambungan,” ujarnya.

    Pada kategori U-15, SSB Sandelwood tampil sebagai juara setelah mengungguli Pangga Pera di partai final. Sementara SSB Gogali dan Mifa Sumba Timur berbagi posisi ketiga.

    Adapun pada kategori U-13, gelar juara diraih SSB Persada. Posisi runner-up ditempati SSB Gogali, sedangkan Anak Gunung dan Pangga Pera menjadi juara ketiga bersama.

    Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk Mamboro dan para pemain satu per satu meninggalkan lapangan, turnamen memang telah usai. Namun, bagi sepak bola Sumba, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Dari lapangan sederhana di pesisir utara Sumba Tengah itu, harapan tentang lahirnya generasi baru pesepak bola Sumba terus menyala.*/llt

     

  • Bank NTT Mulai Salurkan KUR, Menopang Geliat UMKM dan Ekonomi di 22 Daerah

    Bank NTT Mulai Salurkan KUR, Menopang Geliat UMKM dan Ekonomi di 22 Daerah

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Setelah memperoleh kembali kepercayaan pemerintah pusat sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026, Bank NTT resmi memulai penyaluran kredit bersubsidi tersebut ke seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah ini menandai dibukanya kembali akses pembiayaan murah bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menghadapi keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya.

    Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, Kamis, (17/6/2026) memastikan proses penyaluran sudah efektif berjalan setelah seluruh skema pembiayaan dan petunjuk teknis disosialisasikan kepada jaringan kantor cabang.

    Dengan demikian, masyarakat di 22 kabupaten dan kota di NTT kini dapat mengajukan KUR melalui kantor-kantor Bank NTT sesuai ketentuan yang berlaku. Kehadiran kembali KUR melalui Bank NTT dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor ekonomi rakyat yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

    Program KUR yang disalurkan Bank NTT tahun ini memperoleh alokasi sebesar Rp350 miliar. Dana tersebut terbagi untuk KUR mikro, KUR kecil, serta KUR khusus bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT. Bank NTT menargetkan sekitar 3.450 debitur baru dapat mengakses fasilitas pembiayaan tersebut sepanjang tahun 2026.

    Kembalinya KUR Bank NTT hadir pada saat yang tepat. Di tengah tantangan ekonomi global yang masih bergejolak, UMKM tetap menjadi sektor yang paling tangguh dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, salah satu persoalan klasik yang terus membayangi pelaku usaha kecil adalah keterbatasan modal kerja dan investasi.

    Banyak pelaku UMKM di NTT sesungguhnya memiliki produk dan pasar yang potensial, tetapi mengalami kesulitan meningkatkan kapasitas usaha karena keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal. Dalam kondisi tersebut, KUR menjadi instrumen strategis karena menawarkan bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial serta persyaratan yang lebih mudah dijangkau pelaku usaha produktif.

    Secara ekonomi, penyaluran KUR memiliki efek berganda (multiplier effect) yang cukup besar. Ketika pelaku usaha memperoleh tambahan modal, mereka dapat meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, membeli peralatan yang lebih baik, hingga menambah tenaga kerja. Aktivitas tersebut pada akhirnya mendorong perputaran uang di tingkat lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat.

    Bagi NTT yang struktur ekonominya masih didominasi sektor pertanian, peternakan, perdagangan kecil, perikanan, dan usaha rumah tangga, akses pembiayaan murah menjadi salah satu faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas. Modal kerja yang cukup memungkinkan petani membeli benih dan pupuk berkualitas, peternak memperbesar populasi ternaknya, nelayan memperkuat sarana produksi, serta pelaku industri rumahan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya.

    Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus sebelumnya menegaskan bahwa tujuan utama KUR bukan sekadar memberikan pinjaman, melainkan membantu pelaku usaha kecil bertumbuh hingga mampu mengakses kredit komersial secara mandiri. Ia mengibaratkan KUR sebagai “doping” bagi usaha kecil agar mampu berkembang dan naik kelas menjadi usaha yang lebih kuat.

    Pemerintah Provinsi NTT juga melihat KUR sebagai salah satu instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Selain memperluas akses modal, keberhasilan program ini diharapkan mampu menjawab sejumlah persoalan mendasar UMKM, mulai dari rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pasar, hingga minimnya pendampingan usaha.

    Potensi pengembangan KUR di NTT bahkan masih sangat besar. Pemerintah daerah menilai kebutuhan pembiayaan produktif masyarakat jauh melampaui alokasi yang tersedia saat ini. Karena itu, tingkat serapan KUR tahun 2026 akan menjadi indikator penting bagi peluang penambahan plafon pembiayaan pada masa mendatang.

    Di tingkat akar rumput, kehadiran KUR Bank NTT juga memiliki makna yang lebih luas. Program ini bukan hanya soal akses kredit, tetapi juga tentang menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekonomi informal yang rentan.

    Jika penyalurannya tepat sasaran dan diikuti pendampingan yang memadai, KUR berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi NTT dalam beberapa tahun ke depan. Dari warung kecil di desa, peternakan rakyat, usaha tenun ikat, industri pangan lokal, hingga usaha digital yang mulai tumbuh di berbagai daerah, semuanya memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat dengan dukungan modal yang terjangkau.

    Kembalinya KUR melalui Bank NTT pada akhirnya membawa harapan baru bahwa UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bertumbuh, berdaya saing, dan menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan.*/ab/llt

  • URK Cup I Resmi Dimulai, DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Bidik Lahirnya Bintang Sepak Bola Baru dari Sumba

    URK Cup I Resmi Dimulai, DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Bidik Lahirnya Bintang Sepak Bola Baru dari Sumba

    WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM — Sorak-sorai penonton memecah suasana di Lapangan Ratiwoya, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (20/6/2026). Di tengah semangat para pemain muda yang berjejer memasuki lapangan, Turnamen Sepak Bola URK Cup I resmi bergulir sebagai panggung baru bagi talenta-talenta muda dari seluruh daratan Sumba.

    Sebanyak 26 tim kategori usia 17 tahun ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan Piala Umbu Rudi Kabunang. Turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, yang menaruh harapan besar terhadap lahirnya generasi pesepak bola muda dari Pulau Sumba.

    Dalam sambutannya saat pembukaan, Umbu Rudi Kabunang mengaku bangga melihat antusiasme para pemain muda yang hadir dari berbagai kabupaten di Sumba. Menurut dia, kompetisi usia muda merupakan fondasi penting dalam membangun prestasi sepak bola daerah.

    “Saya senang dan bangga melihat anak-anak kita bisa tampil bermain bola dalam turnamen ini. Jika penyelenggaraan tahun ini berjalan baik dan tuntas, maka ke depan kita akan menggelar turnamen yang lebih besar dengan hadiah yang lebih besar pula,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan turnamen. Baginya, URK Cup I bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan ruang pembinaan yang dapat membuka jalan bagi para pemain muda menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

    Turnamen ini diharapkan menjadi wadah pencarian bakat untuk memperkuat tim-tim yang akan tampil pada berbagai kompetisi bergengsi, termasuk El Tari Memorial Cup, Liga 4 NTT, hingga kompetisi nasional lainnya.

    Komitmen terhadap pembinaan usia muda juga akan berlanjut melalui penyelenggaraan URK Cup I kategori usia 15 tahun yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Kompetisi tersebut akan mempertemukan tim-tim U-15 dari seluruh daratan Sumba.

    Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Ferdy Umbu Kabalu, memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan turnamen yang dinilai mampu mendorong perkembangan olahraga sepak bola di daerah.

    Sementara itu, Ketua Askab PSSI Sumba Tengah, Robertus Umbu Tayi, menegaskan bahwa sepak bola memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana pembinaan atlet, olahraga ini juga menjadi medium pembentukan karakter generasi muda.

    Ia berharap URK Cup I dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang melahirkan pemain-pemain potensial dari Sumba Tengah maupun daratan Sumba secara umum.

    “Event ini merupakan langkah positif untuk memajukan sepak bola di Sumba Tengah. Tahun depan kami berharap turnamen ini dapat diselenggarakan dengan lebih meriah lagi,” katanya.

    Lebih jauh, Robertus menilai kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam proses seleksi pemain yang nantinya akan memperkuat Sumba Tengah pada berbagai ajang tingkat provinsi maupun nasional.

    Di hadapan seluruh peserta, ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, fair play, toleransi, dan persahabatan selama turnamen berlangsung.

    Pembukaan URK Cup I ditandai dengan tendangan bola perdana yang dilakukan Umbu Rudi Kabunang. Sesaat setelah bola menggelinding, turnamen pun resmi dimulai. Lapangan Ratiwoya tidak lagi sekadar menjadi arena pertandingan, tetapi juga tempat tumbuhnya harapan baru bagi sepak bola Sumba.

    Di sana, mimpi-mimpi para pemain muda mulai dipertaruhkan, dengan harapan suatu hari nanti mampu membawa nama Sumba bersaing di panggung yang lebih besar.*/llt