G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Olahraga
Beranda / Olahraga / Gubernur NTT: Selamat Pak Umbu Rudi Kabunang yang Membawa Pak Ketum KONI Pusat ke Sumba, Gelora Pada Eweta Jadi Arena PON

Gubernur NTT: Selamat Pak Umbu Rudi Kabunang yang Membawa Pak Ketum KONI Pusat ke Sumba, Gelora Pada Eweta Jadi Arena PON

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman didampingi isterinya Ibu Triwatty Norman yang juga Ketua Umum PP Pordasi Berkuda Memanah bersama Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT Dr. Umbu Rudi Kabunang, serta Bupati Sumba Barat Yohanis Dade saat pose bersama usai pelaksanaan semi final Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat 2026 di Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat,Kamis (16/7/2026). foto; SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COMย โ€” Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Ketua Umum KONI Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan ucapan selamat kepada Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, yang dinilainya berhasil menghadirkan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman ke Pulau Sumba. Kehadiran pimpinan tertinggi KONI itu berujung pada keputusan penting, yakni penetapan Arena Gelora Pada Eweta di Kabupaten Sumba Barat sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda tradisional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Ucapan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Semifinal Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Arena Gelora Pada Eweta, Kamis (16/7/2026). Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena, Gubernur Melki menilai kehadiran Ketua Umum KONI Pusat di Sumba menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan olahraga pacuan kuda di Nusa Tenggara Timur.

“Selamat kepada Pak Umbu Rudi Kabunang yang telah berhasil menghadirkan Bapak Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman dan Ibu Triwatty Norman ke Sumba, khususnya di Arena Gelora Pada Eweta. Ini menjadi momentum besar bagi olahraga dan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Gubernur Melki.

Riuh tepuk tangan ribuan penonton belum sepenuhnya reda ketika sebuah keputusan penting kemudian lahir di Arena Gelora Pada Eweta. Di tengah atmosfer semifinal Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat 2026, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menetapkan arena pacuan kebanggaan masyarakat Sumba itu sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda tradisional pada PON XXII Tahun 2028.

Keputusan tersebut langsung disambut sorak gembira masyarakat yang memadati tribun. Bagi dunia pacuan kuda Sumba, momentum itu bukan sekadar penunjukan arena pertandingan, melainkan pengakuan nasional terhadap tradisi yang telah hidup turun-temurun di pulau yang dikenal sebagai tanah Marapu dan rumah bagi kuda Sandelwood.

Waketum KONI Pusat Josef Nae Soi Menyaksikan Mimpi yang Diperjuangkannya: Sumba Resmi Jadi Arena Pacuan Kuda Tradisional PON 2028

Menurut Gubernur Melki, keberhasilan menghadirkan Ketua Umum KONI Pusat ke Sumba menjadi langkah strategis yang membuka jalan lahirnya keputusan bersejarah tersebut. Ia menilai penetapan Gelora Pada Eweta sebagai arena PON merupakan sejarah baru bagi NTT karena untuk pertama kalinya provinsi kepulauan itu dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan salah satu cabang olahraga pada pesta olahraga nasional.

“Keputusan ini menjadi kebanggaan masyarakat NTT. Ini akan kami laporkan dalam Rapat Kerja Daerah KONI Provinsi NTT besok malam karena telah diputuskan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat. Selamat kepada masyarakat Sumba Barat, para pencinta pacuan kuda, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, serta Wakil Bupati Sumba Barat Daya,” kata Gubernur Melki.

Lebih jauh, Gubernur Melki menilai keputusan tersebut tidak hanya mengangkat prestise olahraga pacuan kuda, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, UMKM, hingga pembinaan atlet.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman didampingi isterinya Ibu Triwatty Norman yang juga Ketua Umum PP Pordasi Berkuda Memanah dan Gubernur NTT yang juga Ketua Umum KONI Provinsi NTT Emanuel Melkiades Lakka Lena serta Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Ketua Harian Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu Eddy Wijaya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, jajaran Forkopimda, Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Barat Frangki Tarawatu Susanto saat pose bersama usai penyerahan helem dan body protecktor kepada para joki cilik usai pelaksanaan semi final Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat 2026 di Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat, Kamis (16/7/2026). foto ocep

“Yang berpacu hari ini bukan hanya kuda. Yang berpacu adalah mimpi anak-anak Sumba,” ujar Gubernur Melki.

Kalimat itu seolah merangkum suasana yang tersaji sepanjang perlombaan. Joki-joki cilik tanpa pelana memacu kuda mereka dengan keberanian dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di balik setiap lintasan, tersimpan tradisi, disiplin, dan identitas budaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumba.

Diundang Dr. Umbu Rudi Kabunang, Ketum KONI Pusat Hadiri Final Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat: Persiapan PON 2028ย 

Sementara itu, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman mengatakan keputusan menetapkan Gelora Pada Eweta sebagai arena PON diambil setelah menyaksikan langsung kualitas penyelenggaraan serta atmosfer pacuan kuda tradisional yang dinilai memiliki karakter kuat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya.

“Setelah hari ini saya melihat langsung pacuan kuda ini, maka pada PON XXII Tahun 2028, pacuan kuda tradisional dilaksanakan di sini,” ujar Marciano yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan penonton.

Penetapan tersebut sekaligus menjadi angin segar bagi pengembangan olahraga berkuda di Indonesia. Selama ini, pacuan kuda tradisional Sumba dikenal memiliki kekhasan tersendiri karena para joki berlomba tanpa pelana dengan teknik berkuda yang diwariskan secara turun-temurun dan masih lestari hingga kini.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman bersama Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, dan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil usai pelaksanaan semi final Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat 2026 di Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat, Kamis (16/7/2026). foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Momentum bersejarah itu turut disaksikan Ketua Umum PP Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Ketua Harian Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu Eddy Wijaya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, jajaran Forkopimda, Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Barat Frangki Tarawatu Susanto serta ribuan masyarakat yang memenuhi Arena Gelora Pada Eweta.

Bagi NTT, penunjukan Gelora Pada Eweta bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pekerjaan besar menyiapkan infrastruktur, pembinaan atlet, serta tata kelola penyelenggaraan menuju PON XXII Tahun 2028. Namun, di atas semua itu, keputusan tersebut menjadi pengakuan bahwa pacuan kuda tradisional Sumba telah melampaui batas sebagai tradisi lokal. Kini, olahraga warisan leluhur itu resmi menempatkan diri di panggung olahraga nasional, membawa harapan agar budaya, prestasi, pariwisata, dan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat melaju secepat derap kuda-kuda terbaik Sumba.*/laurens leba tukan

NTT Masih Darurat Perdagangan Orang, DPR Umbu Rudi Kabunang Minta Penguatan Pengawasan dan Percepatan Layanan Imigrasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement