G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Kuda Gasspol Tampil Memukau, Taklukkan Gelora Pada Eweta dan Melaju ke Final Bupati Sumba Barat Cup 2026

Kuda Gasspol Tampil Memukau, Taklukkan Gelora Pada Eweta dan Melaju ke Final Bupati Sumba Barat Cup 2026

Euvoria pemilik kuda Gasspol Dr. Umbu Rudi Kabunang (baju putih) didampingi Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan tokoh Sumba Umbu Bessi di podium kehormatan ketika menyaksikan kuda Gasspol berhasil unggul di garis finish pada ren ke-32 kelas A Super Turnamen Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, kabupaten Sumba Barat, Senin (6/7/2026). foto; SelatanIndonesia..com/laurens leba tukan

WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Debu tipis beterbangan setiap kali derap kaki kuda menghantam lintasan Gelora Pada Eweta, arena para petarung, Senin (6/7/2026). Dari tribun hingga tepian arena, ribuan pasang mata tak berkedip. Sorak-sorai penonton bersahut-sahutan, menyatu dengan dentuman langkah kuda yang memecah sore di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Di arena yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup tradisi pacuan kuda Sumba itu, satu nama bergema lebih keras daripada yang lain: Gasspol.

Ketika pintu start terbuka pada ren ke-32 kelas A Super, Gasspol justru tidak langsung memimpin. Kuda dengan joki Kabunang Koro berbaju kuning bertuliskan “Gasspol” itu sempat tertinggal beberapa langkah dari dua rivalnya, Putra Agip milik Keyisa Redi dari Sumba Barat dan The Holly Fire milik Ice Fire Group dari Sumba Timur.

Namun, ketertinggalan itu hanya berlangsung sesaat.

Memasuki pertengahan lintasan, Gasspol mulai menemukan ritmenya. Langkahnya semakin panjang, semakin cepat, sementara sang joki tetap tenang mengendalikan laju kuda setinggi 168 sentimeter tersebut. Sedikit demi sedikit jarak dipangkas hingga akhirnya Gasspol melesat melewati dua pesaingnya. Riuh penonton pun pecah. Tepuk tangan, teriakan, dan pekikan dukungan menggema mengiringi Gasspol melintasi garis finis sebagai yang terdepan.

Kemenangan dramatis itu memastikan kuda milik Dr. Umbu Rudi Kabunang melaju ke babak final Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT Tahun 2026 yang akan digelar pada 18 Juli mendatang.

604 Ekor Kuda Berlaga di Gelora Pada Eweta Arena Para Petarung, Umbu Rudi Kabunang: Warga Terhibur, Pacuan Bupati Sumba Barat Cup Menuju PON 2028

Gelora Pada Eweta sore itu seolah hanya milik Gasspol. Ribuan pencinta pacuan kuda yang memadati arena larut dalam euforia. Sebagian berdiri di atas tribun, sebagian lainnya berdesakan di sepanjang pagar lintasan, mengikuti setiap meter perlombaan dengan sorak yang tak pernah putus. Bagi masyarakat Sumba, pacuan kuda bukan sekadar olahraga, melainkan perayaan budaya yang menghadirkan kebanggaan sekaligus gengsi bagi para pemilik, pelatih, joki, hingga kampung asal kuda yang berlaga.

Atmosfer itulah yang mewarnai hari pembukaan Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung di Gelora Pada Eweta ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Barat, sekaligus Ketua KONI Kabupaten Sumba Barat, Thimotius T. Ragga, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum pembinaan olahraga pacuan kuda menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Barat, Frangky Tarawatu Susanto, melaporkan, sebanyak 604 ekor kuda pacu ambil bagian dalam kejuaraan tahun ini. Mereka berasal dari Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Kota Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Seluruh peserta akan bersaing pada 16 kelas perlombaan yang berlangsung hingga 18 Juli 2026.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Nasional PORDASI Pacu Nusa Tenggara Timur, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH., mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet dan kuda pacu menghadapi PON 2028. Menurutnya, pacuan kuda tanpa pelana kini telah resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON sehingga pembinaan harus dilakukan lebih terarah sejak sekarang.

Ia juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 dan Kejurnas 2027 yang sekaligus menjadi Pra-PON di Pulau Sumba. Pada kesempatan itu pula, panitia akan mengajukan pencatatan Rekor LEPRID untuk kategori pacuan kuda dengan jumlah peserta terbanyak. Selain pembinaan atlet, Federasi Nasional Pordasi Pacu juga menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bersertifikat bagi joki, pelatih, dan steward, serta mulai mengembangkan sistem pengujian antidoping terhadap kuda pacu asal Sumba.

Melki Laka Lena Lantik Timo Ragga Pimpin KONI Sumba Barat: Pacuan Kuda Jadi Sejarah Baru dan Andalan NTT Menuju PON 2028

Wakil Bupati Sumba Barat dalam sambutannya menegaskan bahwa pacuan kuda merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi bagi masyarakat Sumba. Karena itu, penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lintasan, tetapi juga menggerakkan sektor peternakan, pariwisata, UMKM, serta memperkuat citra Sumba Barat sebagai salah satu pusat olahraga pacuan kuda nasional.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan keselamatan selama pertandingan berlangsung. Panitia dan dewan juri diminta bekerja secara profesional, transparan, dan adil, sementara seluruh pihak diminta menjaga ketertiban, termasuk dengan tidak mengedarkan maupun mengonsumsi minuman beralkohol selama rangkaian kejuaraan.

Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT 2026 masih akan menyajikan persaingan panjang hingga babak final pada 18 Juli nanti. Namun, pada hari pertama, satu nama telah lebih dulu mencuri perhatian.

Namanya Gasspol.

Datang tanpa start terbaik, tetapi pulang dengan kemenangan yang membuat ribuan penonton berdiri dan bersorak. Di Gelora Pada Eweta, kemenangan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat sejak garis awal, melainkan oleh siapa yang mampu bertarung hingga garis akhir.*/laurens leba tukan

Pergub BBM Bersubsidi Tetap Berlaku di NTT, Gubernur Melki Tekankan Keadilan dan Kepatuhan Pajak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement