GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Kesehatan Pemerintah Propinsi NTT Politik
Beranda / Politik / Melki Laka Lena Tak Beranjak dari Flores Pascagempa, Penghargaan Pengentasan Kemiskinan NTT Justru Datang dari Surabaya

Melki Laka Lena Tak Beranjak dari Flores Pascagempa, Penghargaan Pengentasan Kemiskinan NTT Justru Datang dari Surabaya

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dianugerahi Penghargaan kategori ”Penggerak Pengentasan Kemiskinan dan Ekonomi Daerah” dalam ajang 9.9 Awarding yang digelar bertepatan dengan perayaan HUT ke-4 Ketik.com di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya, Rabu (9/9/2026). foto:dok,taty

Penghargaan diterima saat Gubernur NTT masih memusatkan perhatian pada penanganan warga terdampak gempa dan pemulihan sejumlah wilayah di Flores.

SURABAYA,SELATANINDONESIA.COM — Ketika sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur masih bergulat dengan dampak gempa bumi Flores, sebuah penghargaan datang dari Surabaya. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dinilai sebagai salah satu penggerak pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi daerah.

Penghargaan kategori ”Penggerak Pengentasan Kemiskinan dan Ekonomi Daerah” itu diterima Gubernur Melki dalam ajang 9.9 Awarding yang digelar bertepatan dengan perayaan HUT ke-4 Ketik.com di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Namun, Gubernur Melki tidak berada di Surabaya untuk menerima penghargaan tersebut.

Di saat penghargaan diserahkan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu tengah memusatkan perhatian pada penanganan warga terdampak gempa Flores dan memastikan respons pemerintah berjalan di lapangan. Gubernur Melki sedang berkantor di daratan Flores. Penghargaan tersebut akhirnya diterima Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati yang hadir mewakili gubernur.

384 PNS Satu Sumpah, Satu Tanggung Jawab: Menjaga Kepercayaan Masyarakat Sumba Tengah

Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder dan CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus.

Bagi Gubernur Melki, penghargaan itu bukan semata pengakuan personal. Ia menyebutnya sebagai buah dari kerja bersama Pemerintah Provinsi NTT dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pembangunan daerah.

”Tentunya penghargaan yang diterima hari ini untuk kategori Penggerak Pengentasan Kemiskinan dan Ekonomi Daerah dalam ajang 9.9 Awarding yang digelar dalam rangka perayaan HUT ke-4 Ketik.com adalah buah dari kerja-kerja kolaboratif Pemprov NTT bersama seluruh pihak terkait,” ujar Gubernur Melki.

Ia menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Namun, bagi Gubernur Melki, apresiasi itu justru harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras.

”Kami berterima kasih untuk itu semua dan berharap ini menjadi cambuk bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi ke depannya,” katanya.

Paulus Henuk dan Kerja Pembangunan Rote Ndao: Dari Laut Sawu, Ruang Anggaran, hingga Jalan Baadale

Kemiskinan Tidak Cukup Dijawab dengan Bantuan

Bagi NTT, persoalan kemiskinan bukan sekadar angka statistik. Di balik angka tersebut terdapat rumah tangga yang berhadapan dengan keterbatasan akses pekerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pasar, hingga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.

Karena itu, Gubernur Melki menilai pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan dengan membagikan bantuan sosial.

Masyarakat, menurut dia, harus diberi ruang untuk menjadi produktif, mandiri, sekaligus memiliki akses terhadap peluang ekonomi.

Pendekatan tersebut juga membutuhkan pembenahan data kemiskinan agar kebijakan pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Validitas data kemiskinan di satu kota dan 21 kabupaten di NTT menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemerintah tidak salah sasaran.

Berkanto​​r di Flores, Gubernur Melki Laka Lena Kawal Peralihan dari Tanggap Darurat ke Pemulihan Pascagempa

Dengan basis data yang lebih baik, pemerintah dapat menghubungkan program pengentasan kemiskinan dengan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi berkembang di setiap wilayah.

”Pokoknya semua sektor terkait terus kita dorong untuk bergerak maju. Semua potensi dan sumber daya yang kita miliki harus terus digerakkan semaksimal mungkin untuk mendorong pembangunan di NTT ini,” kata Gubernur Melki.

Menggerakkan Potensi dari Desa

Strategi pembangunan yang didorong Pemerintah Provinsi NTT diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada angka pertumbuhan produk domestik regional bruto, tetapi dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga investasi diposisikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Sektor-sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan pada akhirnya menambah pendapatan masyarakat.

Pendekatan ini penting bagi NTT yang memiliki karakter geografis kepulauan dengan potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah.

Potensi peternakan di Sumba, perikanan dan kelautan di wilayah pesisir, pertanian di sejumlah sentra produksi, serta pariwisata di Flores dan berbagai wilayah lainnya membutuhkan kebijakan yang tidak seragam.

Setiap daerah perlu didorong mengembangkan kekuatan ekonominya sendiri.

”Dan saya kira sudah saatnya kita bergerak bersama untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan sejumlah persoalan lainnya di daerah ini,” ujar Gubernur Melki.

Dari Pemerintah ke Gerakan Bersama

Gubernur Melki menempatkan pengentasan kemiskinan bukan sebagai pekerjaan eksklusif pemerintah.

Pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, lembaga masyarakat, hingga diaspora NTT dinilai memiliki peran yang sama penting.

Kolaborasi menjadi kata kunci karena persoalan kemiskinan tidak berdiri sendiri. Kemiskinan berkaitan dengan kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan, konektivitas, akses modal, produktivitas, hingga kemampuan masyarakat menjangkau pasar.

Dengan demikian, kebijakan pengentasan kemiskinan membutuhkan intervensi lintas sektor dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Gubernur Melki menjadi pengakuan terhadap arah pembangunan tersebut. Masyarakat ditempatkan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai subyek yang harus memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Penghargaan di Tengah Bencana

Ada ironi sekaligus pesan kuat dari penghargaan itu. Ketika penghargaan diberikan di Surabaya, Gubernur Melki justru berada jauh dari panggung penghargaan. Perhatian pemerintah daerah sedang tersedot ke Flores, wilayah yang diguncang gempa dan membutuhkan penanganan cepat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTT, situasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan dan penanganan bencana merupakan dua pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan.

Masyarakat yang rentan secara ekonomi juga menjadi kelompok yang paling membutuhkan perlindungan ketika bencana terjadi.

Karena itu, upaya mengurangi kemiskinan harus berjalan beriringan dengan membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai krisis.

Ajang 9.9 Awarding mengusung semangat ”Melesat Hebat” dan memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, karya, serta gagasan yang memberikan kontribusi bagi pembangunan.

Bagi NTT, penghargaan untuk Gubernur Melki Laka Lena bukanlah garis akhir.

Justru sebaliknya, penghargaan itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan terbesar masih berada di depan: memastikan pertumbuhan ekonomi membuka pekerjaan, memastikan produktivitas masyarakat meningkat, memastikan pendapatan rumah tangga bertambah, dan memastikan semakin sedikit warga NTT yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Pada akhirnya, membangun NTT bukan hanya tentang mengejar pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan baru benar-benar berarti ketika pertumbuhan itu sampai ke rumah-rumah warga, ketika petani memperoleh pasar, nelayan memperoleh penghasilan yang layak, pengusaha UMKM mampu berkembang, anak-anak memperoleh masa depan, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupannya sendiri.

Di tengah Flores yang sedang bangkit dari bencana, penghargaan itu sekaligus menjadi tantangan bagi Gubernur Melki: pengentasan kemiskinan harus terus bergerak, bahkan ketika daerah sedang menghadapi masa-masa paling sulit.*/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement