GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Infrastruktur Kesehatan Pemerintah Propinsi NTT Politik
Beranda / Politik / Nakes Juga Korban Gempa, Tetap Berdiri Melayani Warga Flores, Gubernur Melki Laka Lena Perkuat Dukungan

Nakes Juga Korban Gempa, Tetap Berdiri Melayani Warga Flores, Gubernur Melki Laka Lena Perkuat Dukungan

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika meninjau Puskkesmas Lapangan di Halaman Puskesmas Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Di tenda-tenda darurat ini para nakes yang juga merupakan korban gempa bumi tetap tegak berdiri melayani masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores. Foto: badus sae

NAGEKEO,SELATANINDONESIA.COM โ€” Dua hari setelah gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, halaman Puskesmas Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, berubah menjadi ruang pelayanan kesehatan darurat. Bangunan puskesmas terdampak gempa. Fasilitas yang tersedia terbatas.

Namun, pelayanan tidak boleh berhenti.

Dengan memanfaatkan tenda pesta yang dipinjam dari masyarakat, tenaga kesehatan tetap melayani warga yang datang untuk mendapatkan pertolongan. Di bawah tenda sederhana itu, para pasien diperiksa dan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap ditangani.

Para tenaga kesehatan yang bekerja di sana sesungguhnya juga merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak gempa. Mereka menghadapi situasi yang sama: guncangan, kerusakan fasilitas, ketidakpastian, serta kelelahan setelah bencana.

Akan tetapi, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, mereka memilih tetap berada di garis depan.

Didorong Dr. Umbu Rudi Kabunang, LPSK Turun Dampingi 13 Anak Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Sumba Barat

Kondisi seperti itulah yang menjadi perhatian serius Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam penanganan gempa Flores. Bagi Melki, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali bangunan yang rusak. Ada manusia yang harus dipulihkan, termasuk mereka yang sejak hari pertama bencana bekerja merawat korban.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT per 4 September 2026 mencatat 654 fasilitas pelayanan kesehatan terdampak gempa. Bencana tersebut juga menyebabkan 129 orang meninggal dunia, 1.816 orang mengalami luka-luka, dan 130.763 orang mengungsi.

Di tengah skala bencana tersebut, keberadaan tenaga kesehatan menjadi salah satu penyangga penting agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan dasar.

Berdiri lebih tegak

Saat berdialog dengan tenaga kesehatan di Nangaroro, Rabu (27/8/2026), Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada mereka yang tetap bertugas meskipun turut menjadi korban terdampak bencana.

Dugaan Oknum Polisi Terlibat Pencurian Ternak di Sumba Timur Viral, Umbu Rudi Kabunang Koordinasi denganย  Kapolda NTT: Proses Hukum Berjalan Profesional dan Transparan

Menurut dia, tenaga kesehatan menghadapi beban ganda. Mereka harus menghadapi dampak bencana terhadap diri dan keluarganya, tetapi pada saat bersamaan harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

โ€œTetap semangat. Biar kita juga termasuk yang terdampak, tapi kita harus berdiri lebih tegak dari masyarakat,โ€ ujar Gubernur Melki.

Pernyataan itu menggambarkan posisi tenaga kesehatan dalam situasi bencana. Mereka bukan kelompok yang berada di luar persoalan, melainkan bagian dari masyarakat yang sama-sama mengalami kehilangan dan ketakutan. Perbedaannya, ketika warga mencari pertolongan, para tenaga kesehatan harus tetap bekerja.

Gubernur Melki menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan pasien harus menjadi prioritas. Namun, keterbatasan fasilitas tidak boleh serta-merta membuat pelayanan kesehatan terhenti.

โ€œUntuk keselamatan bersama, sementara kita bertahan di tenda dulu untuk urusan pasien. Pastikan urusan kesehatan masyarakat tetap terlayani dengan baik,โ€ katanya.

Dugaan Kekerasan Seksual pada 13 Anak di Sumba Barat, DPR RI Umbu Rudi Kabunang:ย LPSK Segera Turun Dampingi Korban

Bagi Pemerintah Provinsi NTT, kondisi darurat tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara bertahap. Fasilitas yang rusak perlu diperbaiki, kebutuhan obat-obatan harus dipenuhi, tenaga kesehatan harus diperkuat, sementara masyarakat yang kehilangan rasa aman membutuhkan pendampingan.

Bukan hanya luka di tubuh

Perhatian terhadap tenaga kesehatan kembali ditegaskan Gubernur Melki dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan jajaran terkait penanganan sektor kesehatan pascagempa Flores, Rabu (2/9/2026).

Dalam rapat tersebut, salah satu perhatian utama diarahkan pada trauma healing dan dukungan kesehatan mental.

Melki mengingatkan agar pendampingan psikologis tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. Tenaga kesehatan yang selama berminggu-minggu berada di lapangan juga perlu mendapatkan perhatian.

โ€œTrauma healing jangan hanya diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban. Tenaga kesehatan kita juga harus mendapat perhatian. Mereka bekerja sejak awal bencana, menghadapi situasi yang berat, melayani pasien dan masyarakat, sementara mereka sendiri juga bisa mengalami kelelahan secara fisik maupun mental,โ€ ujar Gubernur Melki.

Bagi pemerintah daerah, pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika status tanggap darurat berakhir. Luka akibat bencana tidak seluruhnya terlihat. Sebagian berada pada ingatan, kecemasan, kelelahan, dan rasa kehilangan yang membutuhkan waktu untuk pulih.

Karena itu, Gubernur Melki meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTT memastikan pendampingan psikologis bagi tenaga kesehatan dilakukan secara berkala di wilayah terdampak. Pendampingan dapat melibatkan psikolog, konselor, ataupun tim kesehatan jiwa yang diterjunkan langsung ke lapangan.

665 relawan diterjunkan

Selama masa tanggap darurat, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan juga memperkuat pelayanan dengan mengerahkan tenaga kesehatan dan relawan ke sejumlah wilayah terdampak.

Sebanyak 665 relawan yang tergabung dalam 42 tim telah diterjunkan. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga nonkesehatan yang bekerja bersama untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan.

Dukungan juga dilakukan melalui pengiriman obat-obatan dan bahan medis habis pakai ke wilayah terdampak.

Untuk kelompok rentan, pemerintah mendistribusikan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Pita Lingkar Lengan Atas (LILA) juga didistribusikan untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan dan gizi masyarakat.

Langkah tersebut penting terutama bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Dalam situasi ketika akses terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar belum sepenuhnya pulih, pelayanan kesehatan dasar menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Memasuki fase pemulihan

Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan sejumlah program penguatan sektor kesehatan yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dari dana Bantuan Presiden sebesar Rp40 miliar bagi penanganan gempa Flores.

Program yang diusulkan antara lain pengiriman Tenaga Cadangan Kesehatanโ€“Emergency Medical Team (TCK-EMT) ke kabupaten terdampak, pengiriman tim pendampingan psikologis bagi korban bencana, dukungan operasional dan asesmen Health Emergency Operation Center, serta penanggulangan terpadu penyakit yang berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa.

Total usulan pembiayaan untuk program tersebut mencapai Rp1.866.100.400.

Rangkaian langkah itu menunjukkan bahwa penanganan gempa Flores mulai bergerak dari sekadar merespons keadaan darurat menuju penguatan pelayanan untuk pemulihan.

Bagi Gubernur Melki, proses tersebut harus dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat sekaligus kondisi para petugas yang berada di garis depan.

Sebab, ketika fasilitas kesehatan rusak, tenaga kesehatanlah yang tetap membuka pintu pelayanan. Ketika masyarakat kehilangan tempat aman, merekalah yang ikut menjaga agar kebutuhan kesehatan tetap terpenuhi. Dan ketika bencana meninggalkan luka yang tidak terlihat, mereka pun bisa membawa luka yang sama.

Karena itu, pemulihan Flores tidak cukup hanya dengan membangun kembali gedung yang runtuh.

Orang-orang yang selama ini berdiri menjaga masyarakat juga harus dipastikan tetap berdiri.

Di titik inilah perhatian terhadap tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari agenda pemulihan pascagempa yang didorong Gubernur Melki: memastikan masyarakat memperoleh pelayanan, sementara mereka yang memberikan pelayanan juga memperoleh dukungan, perlindungan, dan ruang untuk memulihkan diri.*/Baldus Sae/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement