JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah diminta tidak menganggap penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai ketika fase tanggap darurat berakhir. Pemulihan rumah warga yang rusak dan pengembalian aktivitas masyarakat harus tetap menjadi perhatian hingga kehidupan warga benar-benar kembali normal.
Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengatakan gempa susulan masih terjadi sekitar sepekan setelah gempa utama mengguncang sejumlah wilayah NTT. Meski intensitasnya relatif kecil, kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah terhadap masyarakat terdampak masih diperlukan.
โSekarang, kalau sekarang kan gempanya sudah satu minggu, jadi gempa susulan itu masih ada, walaupun itu kecil. Dan mudah-mudahan gempa itu semakin hilang,โ kata Mekeng saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026), dikutip dari Visi.News.
Mekeng, yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT I, berharap aktivitas kegempaan segera mereda sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah dan menjalankan kegiatan sehari-hari.
Namun, menurut dia, kembalinya warga ke rumah tidak cukup hanya dengan menunggu gempa berhenti. Pemerintah perlu memastikan rumah-rumah yang mengalami kerusakan mendapat perhatian dan penanganan dalam tahapan pemulihan.
โKita berharap masyarakat kembali ke rumahnya, dan pemerintah harus tetap memberi perhatian karena banyak juga rumah-rumah penduduk yang rusak,โ ujar Mekeng.
Jangan Berhenti di Tanggap Darurat
Mekeng menilai penanganan bencana harus dilihat sebagai rangkaian proses yang berlanjut dari masa tanggap darurat menuju pemulihan. Fokus pemerintah, kata dia, tidak boleh berhenti pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak setelah bencana.
โJadi bukan cuma tanggap darurat pasca gempa, itu yang paling penting,โ katanya.
Ia berharap masyarakat terdampak dapat segera kembali bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi seperti sebelum gempa. Karena itu, pemulihan tempat tinggal menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
โKita berharap tidak lama lagi gempa itu sudah selesai dan mereka kembali supaya bisa bekerja seperti normal,โ ujar Mekeng.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti ketika intensitas bencana mulai menurun.
Pasokan BBM Masih Berjalan
Selain kondisi tempat tinggal warga, kelancaran pasokan energi juga menjadi perhatian selama proses pemulihan. Mekeng mengatakan sejauh ini belum mendengar adanya kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak gempa.
โSelama ini sih belum kedengaran di sana. Tetap lancar,โ kata dia.
Menurut Mekeng, distribusi BBM masih dapat berlangsung karena akses jalan utama tidak terputus akibat gempa. Kondisi transportasi yang relatif normal memungkinkan kebutuhan energi masyarakat tetap disalurkan.
โKarena nggak ada jalan yang putus. Masih normal,โ ujarnya.
Mekeng berharap kondisi akses transportasi dan distribusi BBM tetap terjaga. Kelancaran pasokan energi dinilai penting untuk menopang aktivitas masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan masyarakat aman dari gempa susulan, tetapi juga memastikan warga yang terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Pemulihan, bagi Mekeng, harus menjadi kelanjutan dari tanggap darurat hingga kehidupan masyarakat NTT benar-benar pulih.*/llt



Komentar