G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Daerah Ekonomi Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Ketum KONI Pusat, Triwatty Marciano, Sekda Sumba Timur, dan Umbu Rudi Kabunang Sepakat: Arena Pacuan Sinar Kabaru Jadi Tuan Rumah Kejurnas dan Pra PON Pacuan Kuda 2027

Ketum KONI Pusat, Triwatty Marciano, Sekda Sumba Timur, dan Umbu Rudi Kabunang Sepakat: Arena Pacuan Sinar Kabaru Jadi Tuan Rumah Kejurnas dan Pra PON Pacuan Kuda 2027

Pertemuan antara Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua Federasi Nasional Pordasi sekaligus Ketua Pengurus Pusat Federasi Pordasi Memanah Triwatty Marciano, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu, serta Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil NTT II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, di Waingapu, Minggu (19/7/2026).

WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Kejurnas dan Pra PON 2027 Diproyeksikan Menjadi Pengungkit Prestasi, Ekonomi, dan Pariwisata Pulau Sumba

Pulau Sumba kembali mengukuhkan posisinya sebagai jantung olahraga pacuan kuda Indonesia. Setelah diproyeksikan menjadi salah satu pusat penyelenggaraan cabang olahraga berkuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Kabupaten Sumba Timur disepakati menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda dan Pra PON Tahun 2027.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua Federasi Nasional Pordasi sekaligus Ketua Pengurus Pusat Federasi Pordasi Memanah Triwatty Marciano, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu, serta Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil NTT II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, di Waingapu, Minggu (19/7/2026).

Arena Pacuan Sinar Kabaru di Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan. Hamparan lahan seluas lebih dari 20 hektare dengan lintasan sepanjang 1.400 meter dan lebar sekitar 25 meter dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi arena pacuan berstandar nasional.

“Boleh kita gelar Kejurnas dan Pra PON di Sumba Timur. Saya setuju,” ujar Triwatty Marciano.

Di Sumba Barat, Ketum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terima Penghargaan LEPRID: Komitmen Pengembangan Kuda Lokal

Persetujuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Sumba Timur mulai masuk dalam peta penyelenggaraan olahraga berkuda nasional. Tidak hanya sebagai daerah penghasil kuda pacu berkualitas, tetapi juga sebagai calon pusat pembinaan atlet menuju PON.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman menegaskan, pembangunan olahraga pacuan kuda harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian kuda Sandelwood, ras asli Pulau Sumba yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat.

Menurut Marciano, kemurnian kuda Sandelwood harus tetap dipertahankan karena memiliki nilai budaya sekaligus potensi besar untuk dikembangkan pada berbagai disiplin olahraga berkuda, termasuk berkuda memanah yang mulai berkembang di Indonesia.

“Jangan sampai kita kehilangan identitas. Kuda Sandelwood adalah aset Sumba yang harus dijaga karena memiliki nilai historis, budaya, dan olahraga,” ujarnya.

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dapil NTT 2 Dr. Umbu Rudi Kabunang (kiri) bersama pemilik lokasi pacuan Sinar Kabbaru Umbu Maramba Hau dan Sekda Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu di lokasi pacuan Sinar Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupatens Sumba Timur, Minggu (20/72026) foto: laurens leba tukan

Sementara itu, Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT Dr. Umbu Rudi Kabunang mengatakan, kesiapan Sumba Timur tidak berhenti pada penunjukan lokasi. Bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Pengurus Kabupaten Federasi Nasional Pordasi Pacu, pihaknya telah meninjau langsung Arena Pacuan Sinar Kabaru.

Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat Pecahkan Rekor Dunia, 604 Kuda Ramaikan Arena: Sandelwood Siap Bertarung di PON 2028

Menurut Umbu Rudi, arena tersebut dalam waktu dekat akan menggelar pacuan kuda tingkat kecamatan sebagai bagian dari uji kesiapan menuju event yang lebih besar. “Saat ini sedang berlangsung pendaftaran kuda. Pacuan akan dimulai pada 23 Juli. Lintasan memiliki panjang sekitar 1.400 meter dengan lebar 25 meter. Ini menjadi modal awal menuju Kejurnas dan Pra PON,” katanya.

Usai pertemuan, Umbu Rudi bersama Sekda Sumba Timur kembali meninjau Arena Pacuan Sinar Kabaru. Mereka juga bertemu dengan pemilik lahan, Umbu Marmba Hau, yang menyambut antusias rencana penyelenggaraan Kejurnas dan Pra PON di kawasan tersebut.

Membangun Ekosistem Pacuan Kuda

Penunjukan Sumba Timur sesungguhnya bukan sekadar penetapan lokasi kejuaraan. Lebih dari itu, keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem olahraga berkuda di Pulau Sumba menjelang PON XXII Tahun 2028.

Selama puluhan tahun, pacuan kuda telah menjadi denyut kehidupan masyarakat Sumba. Arena pacuan bukan hanya tempat lahirnya atlet dan kuda-kuda juara, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan peternak, pelatih, joki, pedagang, hingga masyarakat dari berbagai pelosok pulau.

Tinjau Gedung MPL yang Jadi Venue Tenis Meja, Ketum KONI Pusat Dorong PON 2028 Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Sumba Timur

Dengan hadirnya Kejurnas dan Pra PON, pembinaan atlet akan berlangsung lebih terarah. Standar arena akan ditingkatkan, sistem perlombaan diperbaiki, dan kualitas sumber daya manusia, mulai dari juri, starter, hingga tenaga kesehatan hewan, dituntut semakin profesional.

Bagi peternak lokal, kejuaraan nasional juga membuka peluang meningkatnya nilai ekonomi kuda Sandelwood. Permintaan terhadap bibit unggul, pelatih profesional, jasa perawatan, hingga perlengkapan pacuan diperkirakan akan terus bertumbuh seiring meningkatnya aktivitas olahraga berkuda di daerah tersebut.

Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah

Dampak penyelenggaraan Kejurnas dan Pra PON diperkirakan tidak hanya dirasakan dunia olahraga, tetapi juga sektor ekonomi masyarakat.ย Ribuan atlet, ofisial, pemilik kuda, pelatih, wisatawan, serta penonton diperkirakan akan datang ke Sumba Timur selama penyelenggaraan kejuaraan. Pergerakan manusia tersebut akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Hotel, homestay, rumah makan, jasa transportasi, penyewaan kendaraan, hingga pengusaha UMKM diproyeksikan menikmati peningkatan permintaan. Produk-produk khas Sumba seperti tenun ikat, kopi lokal, kuliner tradisional, dan kerajinan tangan berpeluang memperoleh pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, kebutuhan peningkatan infrastruktur menuju arena pacuan juga akan membuka lapangan kerja baru. Perbaikan jalan, pembangunan kandang, fasilitas kesehatan hewan, area parkir, tribun penonton, hingga sarana pendukung lainnya akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan kata lain, investasi yang dibangun untuk olahraga berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Peluang Besar Sport Tourism

Lebih jauh lagi, Kejurnas Pacuan Kuda 2027 dapat menjadi momentum lahirnya sport tourism di Sumba Timur.
Selama ini Pulau Sumba dikenal melalui Pasola, savana yang membentang luas, Pantai Walakiri, Bukit Wairinding, kampung adat, dan kain tenun ikat. Kehadiran agenda pacuan kuda berskala nasional akan memperkaya kalender wisata daerah.
Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga menikmati kekayaan budaya dan alam Sumba. Jika dikemas secara terpadu, kejuaraan dapat dipadukan dengan festival budaya, pameran UMKM, promosi kuliner lokal, hingga paket wisata ke destinasi unggulan.

Model pengembangan seperti ini telah diterapkan di berbagai daerah penyelenggara event olahraga, di mana kompetisi menjadi pintu masuk untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Menjaga Tradisi, Membangun Masa Depan

Di balik ambisi menjadi tuan rumah Kejurnas dan Pra PON, terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Arena harus memenuhi standar nasional, keselamatan jokiโ€”termasuk joki cilikโ€”harus menjadi prioritas, sistem pembinaan atlet harus berkelanjutan, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kelestarian kuda Sandelwood sebagai plasma nutfah khas Pulau Sumba.

Karena itu, pembangunan Arena Pacuan Sinar Kabaru semestinya tidak berhenti sebagai proyek penyelenggaraan satu kejuaraan. Arena ini diharapkan berkembang menjadi pusat pembinaan olahraga berkuda nasional sekaligus destinasi wisata olahraga yang hidup sepanjang tahun.

Apabila seluruh rencana tersebut dapat diwujudkan, Kejurnas dan Pra PON Pacuan Kuda 2027 akan menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Kejuaraan itu dapat menjadi titik balik bagi Sumba Timur untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pacuan kuda Indonesia, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan kemajuan pariwisata Nusa Tenggara Timur.*/Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement