KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Duka akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores masih terasa. Di tengah warga yang berupaya memulihkan kehidupan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta seluruh elemen masyarakat menjaga solidaritas sekaligus memastikan roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan mengirimkan bantuan. Kehadiran pemerintah dan para pemimpin daerah secara langsung di tengah warga terdampak menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Pesan itu disampaikan Gubernur Melki saat memimpin apel bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin (31/8/2026). Apel tersebut dihadiri Sekretaris Daerah NTT Fransiskus Sales Sodo serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan ribuan ASN.
Apel digelar setelah sepekan sebelumnya Gubernur Melki melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah di Flores. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung kondisi warga korban gempa dan lokasi yang terdampak bencana.
Bagi Gubernur Melki, pengalaman bertemu langsung dengan warga memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material. Mereka juga membutuhkan kehadiran dan perhatian pemerintah.
“Kami sudah biasa susah. Kami sudah biasa miskin, kami sudah biasa menderita. Tapi yang kami butuhkan kehadiran pemimpin. Kehadiran orang yang ingin melihat kita.”
Menurut Gubernur Melki, ungkapan warga tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Karena itu, ia mendorong para kepala daerah di NTT untuk datang langsung ke Flores dan melihat kondisi masyarakat terdampak.
“Saya anjurkan semua kepala daerah pergi ke Flores untuk memberikan bantuan langsung di titik-titik lokasi terdampak, supaya bisa rasakan suasana dan kondisi di tengah masyarakat yang terdampak,” katanya.
Solidaritas dan pemulihan
Solidaritas terhadap korban gempa juga ditunjukkan jajaran Pemprov NTT. Melalui sejumlah kegiatan daerah, termasuk pameran pembangunan yang sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM dan penggalangan dana, terkumpul sekitar Rp 1,3 miliar.
Hampir separuh dari bantuan tunai tersebut berasal dari kontribusi ASN dan pejabat Pemprov NTT.
Gubernur Melki mengatakan bantuan dan solidaritas itu harus diarahkan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di Flores. Pemerintah, menurut dia, tidak boleh membiarkan aktivitas pembangunan daerah berhenti hanya karena sebagian wilayah sedang menghadapi bencana.
“Kehidupan harus seperti itu. Kita tidak boleh semuanya ikut berduka dengan cara yang sama. Tapi kita bisa ikut merasakan duka Flores dengan cara kita, aktivitas kita buat normal seperti biasa, tapi spiritnya dalam konteks semangat solidaritas Flores,” ujarnya.
Ia optimistis rehabilitasi dan rekonstruksi di Flores dapat dilakukan lebih cepat apabila pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, ASN, masyarakat, serta warga NTT di perantauan bergerak bersama.
“Saya percaya, dengan semangat gotong royong seluruh ASN Pemprov NTT, dengan gotong royong bersama dengan kabupaten-kabupaten se-Flores yang terdampak, dan juga dengan dukungan semua orang NTT, basudara semua di perantauan, pemulihan NTT khususnya di Flores ini akan kita buat lebih cepat,” kata Gubernur Melki.
Pemprov NTT menyatakan penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi akan dilakukan secara transparan, terukur, dan tepat sasaran.
Pemimpin hadir di tengah warga
Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Wakil Presiden, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah yang telah bergerak menangani dampak gempa di NTT.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, misalnya, disebut turun langsung ke lokasi bencana, bahkan menginap di posko pengungsian dan menjadi salah satu pimpinan daerah yang lebih awal mengirim relawan serta bantuan logistik.
Bagi Gubernur Melki, kehadiran langsung pemimpin di lokasi bencana memiliki arti penting. Di tengah keterbatasan dan kehilangan, warga membutuhkan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
Karena itu, pemulihan Flores tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan pemerintah, tetapi sebagai gerakan bersama seluruh masyarakat NTT.
Pembangunan tetap berjalan
Di tengah fokus pada pemulihan Flores, Gubernur Melki menegaskan pembangunan di wilayah NTT lainnya tidak boleh terhenti.
Pemprov NTT kini juga memasuki fase baru birokrasi setelah Fransiskus Sales Sodo dilantik sebagai Sekda NTT pada 28 Agustus 2026. Gubernur Melki berharap kehadiran Sekda baru dapat memperkuat koordinasi pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan pada sisa triwulan tahun anggaran 2026.
“Kehadirannya di Provinsi NTT saya berharap membantu kita semua untuk bisa mempercepat, mengakselerasi pembangunan di NTT. Dan saya berharap kita semua bersama-sama dengan semua pimpinan kepala dinas, kepala badan, kepala biro, kita pastikan bahwa pembangunan di NTT bisa lebih hebat lagi,” ujar Gubernur Melki.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Fransiskus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran pimpinan perangkat daerah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan agenda pemulihan pascagempa di Flores akan berjalan beriringan dengan pembangunan di wilayah Timor, Sumba, dan kepulauan. Dengan demikian, bencana tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan, sementara pemulihan warga terdampak tetap menjadi prioritas.
Bagi Flores, proses bangkit setelah gempa membutuhkan waktu. Namun, pemerintah berharap solidaritas yang tumbuh dari berbagai penjuru NTT dapat menjadi tenaga tambahan bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan mereka.*/agustyn/llt



Komentar