GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Infrastruktur Kesehatan Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Gubernur Melki Laka Lena Bawa Bantuan di Pesantren Walisanga Ende: Flores Bangkit dari Gempa, Santri Tetap Belajar dan Beribadah di Tenda

Gubernur Melki Laka Lena Bawa Bantuan di Pesantren Walisanga Ende: Flores Bangkit dari Gempa, Santri Tetap Belajar dan Beribadah di Tenda

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere dan Kepala BPBD NTT Mahidin Sibarani saat berkunjung dan memberikan bantuan untuk korban gempa bumi di Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Ende, Jumat (28/8/2026). foto: balduus sae

ENDE,SELATANINDONESIA.COM โ€” Di tengah bangunan pesantren yang terdampak dan gempa susulan yang masih terjadi, kehidupan di Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Ende, tidak berhenti. Sebanyak 98 santri tetap belajar dan beribadah di tenda. Kondisi itu menjadi gambaran kecil tentang upaya warga Flores untuk kembali menjalani kehidupan setelah gempa, yang turut disaksikan langsung Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena saat mengunjungi pesantren tersebut, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan belajar mengajar dan ibadah yang biasanya berlangsung di dalam bangunan pesantren kini dipindahkan ke ruang terbuka. Tenda menjadi tempat sementara bagi para santri untuk mengikuti pelajaran, melaksanakan salat, dan menjalankan aktivitas keagamaan lainnya.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan para santri menyusul dampak gempa pada sejumlah bangunan pesantren. Apalagi, gempa susulan masih terjadi sehingga kegiatan di dalam bangunan belum sepenuhnya memungkinkan.

Meski harus beraktivitas dengan berbagai keterbatasan, para santri tetap berusaha menjalani rutinitas. Pendidikan dan ibadah dipertahankan agar kehidupan pesantren tidak sepenuhnya terhenti akibat bencana.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Gubernur Melki saat menyambangi Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Kabupaten Ende. Dalam kunjungan itu, Gubernur Melki melihat langsung kondisi bangunan pesantren sekaligus berdialog dengan pengelola dan para santri.

Gubernur Melki Laka Lena Perpanjang Tanggap Darurat Gempa Flores hingga 12 September: Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari gerak cepat Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan masyarakat yang terdampak gempa Flores memperoleh dukungan, terutama selama masa tanggap darurat.

Selain melihat kondisi para santri, Gubernur Melki yang didampingi Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere dan Kepala BPBD NTT Mahidin Sibarani menyerahkan bantuan berupa sembako untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penghuni pesantren.

Bantuan tersebut menjadi penting karena sebagian santri masih harus bertahan di pesantren. Mereka belum dapat dipulangkan ke rumah masing-masing karena kondisi keluarga di daerah asal juga belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa.

Santri Belum Dipulangkan

Pimpinan Pesantren PPMS Walisanga Ende, Sitti Halimah, mengatakan, sebanyak 98 santri laki-laki dan perempuan masih berada di lingkungan pesantren. Keputusan untuk belum memulangkan mereka mempertimbangkan kondisi orangtua dan keluarga yang juga terdampak gempa.

Bank NTT Waibakul Perkuat Akses Pembiayaan dan Evaluasi Digitalisasi Keuangan 65 Desa di Sumba Tengah

Situasi itu membuat pesantren harus menyesuaikan berbagai kegiatan dengan kondisi darurat. Kebutuhan pangan, tempat tinggal, pendidikan, dan ibadah tetap harus dipenuhi di tengah keterbatasan.

Halimah menyambut baik kehadiran Gubernur Melki yang datang melihat langsung kondisi pesantren dan para santri.

โ€œTerima kasih banyak Bapak Gubernur sudah datang ke sini lihat kami. Kami senang dan bahagia sekali hari ini. Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungannya bagi kami di Pesantren Walisanga ini,โ€ ujar Halimah.

Menurut Halimah, dukungan pemerintah tidak hanya berarti bantuan secara materi. Kehadiran langsung pemerintah di tengah para santri juga memberikan rasa diperhatikan ketika mereka masih menghadapi ketidakpastian akibat gempa.

Dari Pesantren ke Posko Warga

Sekolah Rakyat di Sumba Tengah Mulai Disiapkan, Pemerintah Tekankan Aspek Lingkungan dan Keselamatan

Setelah mengunjungi Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Gubernur Melki melanjutkan kunjungan ke Paroki St. Yoseph Freinademetz Mautapaga, Kabupaten Ende.

Di paroki tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan untuk mendukung posko tanggap darurat yang dikelola pihak paroki. Bantuan itu selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Kehadiran posko yang dikelola lembaga keagamaan menjadi salah satu bagian dari upaya masyarakat merespons bencana. Lembaga keagamaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan beribadah, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang pelayanan bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Penyaluran bantuan melalui berbagai simpul masyarakat sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan dampak gempa membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan masyarakat saling menopang untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Namun, penanganan bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Setelah masa tanggap darurat, tantangan berikutnya adalah memulihkan kehidupan masyarakat, termasuk memastikan pendidikan anak-anak dan aktivitas sosial-keagamaan dapat kembali berlangsung dengan aman.

Menjaga Harapan di Tengah Keterbatasan

Apa yang berlangsung di Pesantren Walisanga memperlihatkan bahwa pemulihan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: kembali belajar, beribadah, berkumpul, dan menjalani rutinitas sehari-hari meskipun belum sepenuhnya normal.

Tenda yang kini menjadi ruang belajar para santri merupakan tempat sementara. Namun, aktivitas yang tetap berlangsung di dalamnya menunjukkan bahwa gempa tidak serta-merta memutus harapan untuk kembali bangkit.

Bagi masyarakat Flores yang terdampak, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Bangunan yang rusak perlu diperbaiki, kebutuhan keluarga perlu dipulihkan, dan rasa aman masyarakat perlu kembali dibangun.

Di tengah proses tersebut, keberlanjutan kegiatan para santri menjadi salah satu tanda bahwa kehidupan terus bergerak. Dari ruang-ruang darurat seperti tenda hingga posko bantuan di lingkungan paroki, masyarakat bersama pemerintah berupaya memastikan bahwa bencana tidak menghentikan masa depan mereka.

Kunjungan Gubernur Melki ke Walisanga dan Paroki Mautapaga menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut. Pemerintah berupaya memastikan bantuan hadir selama masa darurat sekaligus membangun koordinasi untuk mendukung proses pemulihan pascagempa.

Flores mungkin masih menghadapi jejak kerusakan akibat gempa. Namun, di tengah keterbatasan itu, para santri tetap membuka buku, menunaikan ibadah, dan melanjutkan aktivitas mereka. Dari tenda sederhana itulah, harapan untuk bangkit kembali terus dijaga.*/Baldus Sae/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement