WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM โ Kedatangan AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai Kapolres Sumba Timur yang baru, ditandai dengan prosesi adat Panggarang Tau dan tradisi Pedang Pora di halaman Polres Sumba Timur, Kamis (17/9/2026).
Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni pergantian pejabat. Sapaan adat Panggarang Tau menjadi simbol penerimaan dan penghormatan kepada pejabat baru yang akan menjalankan tugas di tanah Sumba Timur.
AKBP Nanang Wahyudi sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Lembata. Ia dipercaya memimpin Polres Sumba Timur setelah dilantik oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., di Kupang pada 10 September 2026.
Kedatangan Nanang di Sumba Timur disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu, S.H., M.Si., yang mewakili Bupati Sumba Timur. Hadir pula Danyon TP 876 Palatana Letkol Inf Arief Candra G., S.Sos., M.Tr.Mil., unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, kepolisian, TNI, serta pimpinan instansi terkait.
Setelah prosesi adat, penyambutan dilanjutkan dengan tradisi Pedang Pora. Tradisi yang lazim mengiringi kedatangan pejabat kepolisian tersebut menjadi penanda dimulainya tugas baru Nanang sebagai pimpinan Polres Sumba Timur.
Pergantian kepemimpinan di kepolisian daerah menjadi bagian dari dinamika organisasi. Namun, bagi pemerintah daerah, pergantian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Sekda Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres yang baru. Pemerintah daerah, kata dia, siap melanjutkan kerja sama dengan jajaran Polres Sumba Timur.
โMewakili Bupati Sumba Timur, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Kapolres Sumba Timur. Kami berharap sinergi dan koordinasi yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat demi menciptakan situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif,โ ujar Umbu Ngadu.
Menurut dia, kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur Forkopimda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah. Kondisi keamanan yang terjaga juga menjadi salah satu prasyarat agar pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Melanjutkan Kerja Sama
Kehadiran Kapolres baru diharapkan tidak hanya membawa kesinambungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga memperkuat ruang komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Sumba Timur memiliki wilayah yang luas dengan karakter masyarakat dan kondisi geografis yang beragam. Karena itu, koordinasi lintas sektor diperlukan agar persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Kapolres sebelumnya. Kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan kerja sama yang telah dibangun sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai unsur masyarakat.
Bagi Nanang, penyambutan melalui Panggarang Tau juga memiliki makna tersendiri. Ia tidak hanya datang sebagai pejabat kepolisian yang mendapat amanah baru, tetapi memasuki ruang sosial dan budaya masyarakat Sumba Timur yang memiliki tradisi serta nilai-nilai kebersamaan yang kuat.
Pesan yang mengemuka dalam penyambutan tersebut adalah pentingnya membangun hubungan kerja yang saling mendukung. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan aparat keamanan untuk menciptakan rasa aman, sementara kepolisian membutuhkan komunikasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat agar pelayanan dapat berjalan efektif.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama Polres Sumba Timur, TNI, dan unsur Forkopimda berkomitmen memperkuat sinergi. Tujuannya bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menciptakan suasana yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas dan pembangunan daerah secara aman dan berkelanjutan.
Panggarang Tau pun menjadi awal dari perjalanan tugas Nanang Wahyudi di Sumba Timur. Dari tradisi penyambutan itu, kepemimpinan baru diharapkan tumbuh dalam semangat menghormati budaya setempat, membuka komunikasi dengan masyarakat, dan memperkuat kerja bersama lintas institusi.*/protokoST/llt



Komentar