G-RDVF5GTVXM

Tag: Ende

  • Sepak Bola yang Menyatukan dan Menghidupkan: Gubernur Melki Buka ETMC XXXIV di Ende

    Sepak Bola yang Menyatukan dan Menghidupkan: Gubernur Melki Buka ETMC XXXIV di Ende

    ENDE,SELATANINDONESIA.COM — Malam di Stadion Marilonga itu diselimuti sorak yang membuncah. Ribuan warga memenuhi tribun, menyambut pesta bola paling bergengsi di Nusa Tenggara Timur: El Tari Memorial Cup ke-XXXIV. Dari panggung kehormatan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berdiri, tangan kanannya terangkat, suaranya menggema di antara semarak drum dan kibaran bendera klub.

    “Dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa dan restu leluhur masyarakat Ende, saya resmi membuka ETMC XXXIV di Ende!” Riuh tepuk tangan menyeruak, menandai dimulainya Liga 4 Piala Gubernur itu, Minggu (9/11/2025).

    Bagi Gubernur Melki, turnamen ini bukan sekadar urusan sepak bola. Ia menyebut El Tari Memorial Cup sebagai wadah yang mempersatukan orang NTT lintas pulau, agama, dan latar sosial.

    “Sepak bola ini bukan hanya olahraga, tapi ruang yang mendekatkan kita. Dari sini, ekonomi UMKM di Ende bergerak, persaudaraan hidup, dan kita semua bersatu sebagai orang NTT,” ujarnya.

    Ia lalu menunjuk ke tanah tempat ia berdiri: Ende, kota tempat Bung Karno menemukan Pancasila.

    “Dari lima sila itu, yang utama adalah gotong royong. Semangat inilah yang kita teruskan lewat ajang ini: Ayo Bangun NTT bersama-sama,” seru Gubernur Melki.

    Ia yang dikenal dekat dengan dunia olahraga ini berharap dari turnamen ETMC XXXIV akan lahir lagi bintang-bintang baru seperti Marselino Ferdinan, anak muda berdarah NTT yang kini bermain di Liga Slovakia, juga Yabes Roni dan Viktor Dethan yang bersinar di Liga 1 Indonesia.

    “Kita mulai dari sini. Dari turnamen ini, lahir pemain-pemain hebat yang bisa membawa nama NTT di level nasional dan internasional,” ujarnya penuh semangat.

    Namun, ia tak lupa menitipkan pesan kepada para suporter. “Jadilah penonton yang baik. Mencintai sepak bola berarti mencintai perbedaan. Siap menang, siap kalah. Karena sepak bola bersahabat.”

    Ia sempat berseloroh tentang atmosfer panas antarpendukung. “Saya tahu ini markas Rore, sangat berbahaya. Tapi Meju (PSN Ngada) juga berbahaya, ditambah Malaka, Kupang, SBD. Tapi mari kita dukung semua dengan baik, agar dari awal sampai akhir tak ada keributan. Hanya persahabatan.”

    Ketua Asprov PSSI NTT Christian Mboeik yang hadir malam itu menyebut turnamen ETMC bukan hanya agenda resmi federasi, tapi juga perayaan identitas sosial orang NTT.

    “Sepak bola itu mempersatukan kita. Lihat saja malam ini, begitu banyak kepala daerah hadir. Ini bukti bahwa sepak bola menyatukan bangsa yang heterogen di NTT,” katanya.

    Menurut Christ, Liga 4 ini merupakan jalur resmi menuju kompetisi nasional. Tahun lalu, dari ajang ETMC di Kupang, tim Lembata berhasil naik ke Liga 3. Tahun ini, tiga tim terbaik akan kembali mewakili NTT ke tingkat nasional.

    Namun ia menegaskan, visi Gubernur Melki menempatkan sepak bola melampaui makna sportivitas. “Kalau dulu sepak bola mempersatukan, sekarang Pak Gubernur ingin sepak bola juga menghidupkan. Malam ini penonton membeludak, tiket berbayar pun laris. Di provinsi lain, Liga 4 sepi. Di NTT, sepak bola sudah siap jadi industri,” ujar Mboeik.

    Hanya saja, ia menambahkan, tantangan terbesarnya ada pada infrastruktur. “Stadion kita masih kurang. Yang mendekati standar nasional baru Oepoi di Kupang dan Marilonga di Ende. Padahal tahun 2028 NTT jadi tuan rumah PON. Karena itu, mari kita benahi stadion dan fasilitas agar sepak bola bisa jadi sumber PAD,” katanya, disambut tepuk tangan panjang.

    Ia menutup sambutannya dengan satu kalimat yang menggema di tribun malam itu. “Sepak bola mempersatukan dan menghidupkan.”

    Dari tribun, lampu-lampu sorot menembus langit malam Ende. Di antara sorak dan dentum drum, Gubernur Melki berdiri tersenyum. Bagi dia, inilah wajah baru NTT  yang berlari bersama bola, bersatu dalam sorak, dan membangun masa depan lewat semangat gotong royong.*/Edy Naga/Laurens Leba Tukan

  • Tour de EnTeTe: Dari Kota Pancasila Menuju Kota Dingin

    Tour de EnTeTe: Dari Kota Pancasila Menuju Kota Dingin

    ENDE,SELATANINDONESIA.COM – Ribuan warga memadati depan rumah jabatan Wakil Bupati Ende, Jumat (19/9/2025), menyambut para peserta Tour de EnTeTe etape kedelapan Ende–Bajawa. Dari balik pagar dan trotoar, warga tak ingin melewatkan momen langka: berfoto bersama para pembalap sebelum dilepas menuju “Kota Dingin” Bajawa.

    Mery, salah seorang warga, mengaku sengaja datang lebih awal. “Ini kesempatan langka, siapa tahu tidak terulang lagi. Foto-foto ini langsung saya bagikan di media sosial,” katanya.

    Etape Ende–Bajawa dilepas langsung Wakil Bupati Ende, Dominggus Minggu Mere, bersama jajaran Forkopimda. Meski mengaku lelah, salah satu pembalap asal Malaysia menyatakan tekadnya menuntaskan seluruh lintasan hingga garis akhir.

    Sehari sebelumnya, etape tujuh yang berputar di Kota Ende dijadikan ajang solidaritas untuk korban bencana banjir bandang di Mauponggo, Nagekeo. Dari hadiah lomba, sumbangan pembalap, panitia, dan warga, terkumpul Rp109,6 juta. Donasi itu diantar langsung pembalap Prancis Maxime Marthin dan pembalap Mesir Omar Walid Elbehiry bersama panitia ke posko bencana di Kantor Camat Mauponggo.

    Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menerima bantuan tersebut. “Bencana ini menelan sembilan korban jiwa, enam ditemukan, tiga masih hilang. Selain itu 19 orang luka-luka dan hampir 400 orang harus mengungsi,” jelasnya.

    Gubernur NTT Melki Laka Lena memuji solidaritas para pembalap dan penyelenggara. Ia mengingatkan kembali nilai Pancasila yang lahir di Ende. “Balap sepeda itu roda, ada yang di atas, ada yang di bawah. Yang di atas harus melihat yang di bawah. Begitu juga dalam hidup bermasyarakat,” kata Melki.

    Dengan semangat kemanusiaan itulah para riders hari ini kembali mengayuh, dari Kota Pancasila menuju Kota Dingin.*/Gem/Laurens Leba Tukan

  • Obor Mas Ende dan Merah Putih Prabowo: Ketika Koperasi Menyalakan Harapan Ekonomi NTT

    Obor Mas Ende dan Merah Putih Prabowo: Ketika Koperasi Menyalakan Harapan Ekonomi NTT

    ENDE,SELATANINDONESIA.COM – Sabtu pagi (24/5/2025), udara Kota Ende masih segar ketika serangkaian kendaraan dinas beriringan menuju kawasan pusat kota lahirnya Pancasila itu. Di antara deretan tamu undangan, tampak Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi. Mereka melangkah pasti menuju gedung baru berlantai dua yang baru selesai dibangun, Kantor Cabang Utama KSP Kopdit Obor Mas.

    Di bawah sorotan mata ratusan pasang mata, pita merah dipotong, prasasti ditandatangani, dan mesin ATM koperasi pun ditinjau. Di ruang pertemuan berpendingin udara, RAT ke-41 KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2024 pun dibuka secara resmi. “Koperasi ini tidak hanya mengelola uang, tapi juga menjaga harapan,” ujar Zabadi dalam sambutannya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, KSP Kopdit Obor Mas telah menjadi fenomena tersendiri di Nusa Tenggara Timur. Bukan hanya karena mampu mencatat aset triliunan rupiah, melainkan juga karena konsistensinya menghidupkan denyut ekonomi warga dari pelosok desa hingga pusat kabupaten.

    “Obor Mas ini pelopor koperasi penyalur KUR. Di NTT ini banyak koperasi yang sudah besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan tata kelola modern,” lanjut Zabadi, yang hadir mewakili Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

    Gubernur Melki Laka Lena tak ketinggalan menyalakan api semangat kolektivitas. Dalam pidatonya, ia merujuk langsung pada semangat UUD 1945 yang menyebutkan bahwa ekonomi nasional harus dibangun atas asas kekeluargaan. “Presiden Prabowo melalui program Kopdes sedang meluruskan arah sejarah ekonomi kita. Koperasi adalah jalan distribusi keadilan,” kata Gubernur Melki dengan gaya khasnya yang retoris.

    Gubernur Melki menyebut KSP Obor Mas sebagai contoh hidup dari semangat ekonomi gotong-royong. Ia bahkan mendorong koperasi untuk merambah sektor produktif dan bersinergi dengan program nasional seperti Koperasi Merah Putih (Kopdes). “Saya melihat sendiri dampaknya. Ini bukan lagi koperasi simpan pinjam biasa. Ini mesin pembangunan,” tegasnya.

    Sejak berdiri pada awal 1980-an, KSP Kopdit Obor Mas perlahan tumbuh dari sebuah koperasi gerejawi menjadi institusi finansial akar rumput terbesar di NTT. Keanggotaannya menembus angka ratusan ribu dan menjangkau pulau-pulau terpencil, dari Flores, Lembata, Adonara, Solor, sampai Sumba.

    Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda yang turut hadir berharap pemerintah provinsi dan pusat terus memberi perhatian lebih pada pertumbuhan koperasi di daerahnya. “Kami butuh dukungan, bukan hanya pujian,” katanya.

    RAT kali ini juga menjadi ajang apresiasi bagi kantor-kantor cabang yang berprestasi. Dari urusan simpanan, pinjaman, hingga pertumbuhan anggota dan aset, semua dinilai. Cabang Kota Kupang dan Kabupaten Sikka mendominasi daftar penghargaan.

    Penerima penghargaan bagi sejumlah Kantor Cabang KSP Kopdit Obor Mas diantaranya :

    – Kategori Simpanan Anggota Terbanyak diraih oleh Kantor Cabang Utama Kota Kupang;

    – Kategori Saldo Pinjaman Terbanyak diraih oleh Kantor Cabang Pasar Tingkat;

    – Kategori Omset Pinjaman Tertinggi diraih oleh Kantor Cabang Utama Kab. Sikka;

    – Kategori Pertumbuhan Anggota terbanyak diraih Kantor Cabang Utama Kota Kupang;

    – Kategori Pertumbuhan Aset Tertinggi diraih oleh Kantor Cabang Utama Kab. Sikka dan;

    – Kategori Simpanan Wajib Tertinggi diraih oleh Kantor Cabang Hokeng.

    Bagi Leonardus F. Moat Lering, General Manager KSP Kopdit Obor Mas, RAT bukan hanya soal laporan keuangan. “Ini adalah pertanggungjawaban moral kepada anggota,” katanya kepada wartawan. Leonardus percaya, koperasi yang sehat adalah koperasi yang terus berinovasi tanpa meninggalkan jati dirinya yaitu kolektivitas.

    Di antara para tamu undangan, tampak pula wajah-wajah perempuan petani, nelayan kecil, dan pedagang pasar. Mereka datang bukan sekadar untuk menyaksikan seremoni, tapi untuk merayakan bagian dari hidup mereka yang telah berubah berkat koperasi yang mereka bangun bersama. Turut hadir Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu, Kepala Biro Humas TU dan TI Kemenkop Darmono, Ketua DPRD Kab. Ende Flavianus Waro, Perwakilan Forkopimda Kab. Ende, Kadis Koperasi UKM Kab. Ende dan Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas Markus Menando, GM KSP Kopdit Obor Mas Leonardus F. Moat Lering, Jajaran Pengurus KSP Kopdit Obor Mas serta Anggota KSP Kopdit Obor Mas.

    Ketika gong RAT dipukul bersamaan oleh pejabat pusat, gubernur, bupati, dan pengurus koperasi, tepuk tangan membahana. Bukan semata karena sukses penyelenggaraan, tapi karena obor harapan dari Timur Indonesia masih terus menyala.*/farah/laurens leba tukan

  • Dari Ende, Gubernur Melki Menakar Nadi Rakyat

    Dari Ende, Gubernur Melki Menakar Nadi Rakyat

    ENDE,SELATANINDONESIA.COM – Minggu pagi yang biasanya tenang di Ndona Timur mendadak ramai. Aula Gereja Wolotolo, yang berdiri gagah di perbukitan Ende, dipenuhi warga. Mereka datang tidak hanya untuk misa, tapi untuk ikut bakti sosial kesehatan yang digelar Universitas Atmajaya dan Puskesmas Paga. Di tengah keramaian itu, satu sosok mencuri perhatian yaitu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.

    Alih-alih hanya memberi sambutan atau berfoto seremonial, Melki memilih antre bersama warga. Ia duduk tenang saat petugas kesehatan dari Puskesmas Saga memasang alat pengukur tekanan darah di lengannya. Hasilnya: 127/81 mmHg, detak jantung 87 bpm. “Normal dan sehat,” kata petugas, sambil tersenyum. Sang gubernur pun mengangguk puas.

    Langkah Melki yang turun langsung mengikuti pemeriksaan bukan sekadar simbolik. Di hadapan tenaga medis dan warga, ia bicara soal pentingnya data kesehatan. “Kalau kita tahu angka stunting dan kematian ibu-anak di sini, intervensinya bisa lebih tepat,” ujarnya. Ucapan itu disambut anggukan para nakes, sebagian lain mencatat.

    Bakti sosial ini bukan hanya soal tensi dan gula darah. Warga diberi penyuluhan tentang hipertensi dan diabetes. Dua penyakit yang perlahan, tapi pasti, menggerogoti banyak rumah tangga di NTT. Antusiasme warga tinggi, menandakan dahaga mereka akan layanan kesehatan yang mudah diakses dan menyentuh akar rumput.

    Di sela kegiatan, para ibu-ibu tampak lega bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. “Biasanya jauh ke puskesmas. Sekarang dekat dan gratis,” kata seorang warga.

    Melki tampaknya paham, membangun NTT tak hanya soal infrastruktur dan angka makro. Tapi juga urusan tekanan darah dan detak jantung.*/)js/llt

  • MELKI-JOHNI: Paket Manjur Untuk Pimpin NTT 5 Tahun Kedepan

    MELKI-JOHNI: Paket Manjur Untuk Pimpin NTT 5 Tahun Kedepan

    Oleh: Silvester Mbete. A.M

    (Mantan Fungsionaris Presidium GMNI Periode 1989-1992)

    Pelaksanaan Pilkada secara nasional akan berlangsung serentak 27 Nopember 2024. Hajatan itu juga dilaksanakan di Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Adapun kandidat yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi NTT 1 dan NTT 2 ada 3 pasangan kandidat.

    Dari peta pertarungan, sudah bisa disimpulkan bahwa Melky Laka Lena-Johny Asadoma, diatas kertas unggul dari kandidat lainnya. Dukungan politik dari 11 Parpol menunjukan bahwa Paket Melki-Johny adalah paket terkuat saat ini.

    Mengapa saya atau anda memilih Paket Melki-Johny? Sebagai warga diaspora asal NTT yang berdomisili di Jakarta sekalipun tidak punya hak pilih di Propinsi NTT, secara emosional punya keterikatan secara emosional dengan tanah leluhur, maka sangatlah wajar bila warga diaspora asal NTT dimanapun berada, berharap untuk 5 tahun ke depan NTT dipimpin oleh figur yang pas, figur pemimpin yang bisa membawa NTT sedikit lebih baik dari waktu-waktu yang lalu.

    Mengenal Melki Pribadi Humble

    Melki Laka Lena adalah figur anak muda yang trac recordnya tidak perlu diragukan. Sebagai pribadi, Melki adalah figur muda yang humble. Kepribadian yang tidak memperlihatkan sikap arogansi sedikitpun. Saya mengenal Melki Laka Lena diawal tahun 2000 di sebuah tempat tongkrongan para aktivis dan jurnalis bertempat di bawah Rell Kereta Api yang namanya BOPLO.

    Suatu ketika saya lagi duduk sendirian sambil ngopi. Tiba-tiba datang seorang anak muda mendekati saya dan memperkenalkan namanya “Melki”. Beliau menanyakan kepada saya, abang berasal dari mana? Saya menjawab, bahwa saya berasal dari NTT tepatnya dari Kabupaten Ende.

    Karna merasa sebagai sesama orang Ende, beliau langsung memperkenalkan dirinya sebagai orang Ende. Kami berdua ngobrol ngalur ngidul dengan bahasa kampung kami. Saat itu juga beliau memperkenalkan diri sebagai aktifis muda PMKRI dengan jabatan atau posisi sebagai Sekjen PMKRI.

    Dari obrolan itu, satu hal yang membuat saya kagum pada dirinya dimana dia secara jujur bahwa sebagai orang Ende, setidaknya dirinya sebagai aktifis PMKRI mengikuti jejak yang diwariskan oleh abang  Markus Mali (Mantan Ketua Umum PMKRI & Pendiri Partai Katholik Demokrat diawal Reformasi ). Mendengar pengakuan yang jujur dari beliau, saat itu juga saya memperkenalkan diri sebagai adik dari almarhum. Dan beliaupu kaget dan berdua berjabat tangan lagi.

    Dari situ, setiap kali bertemu, baik dalam aktifitas pertemuan mantan aktifis kelompok Cipayung, ketika dia melihat saya lagi ada dalam kegiatan itu, beliau datang menghampiri saya berjabat tangan sekedar obrolan ringan. Pengakuan seperti itu juga dibicarakan juga oleh kawan dan lawan politiknya.

    Melki Pribadi yang Loyal pada Sebuah Pilihan

    Setelah selesai masa pengabdian di PMKRI, Melki memilih jalur politik sebagai medan pengabdian. Sejak awal tahun 2000-an Melki bergabung dengan Partai Golkar. Secara perlahan tapi pasti, Melki menunjukan kapasitas dan loyalitas dengan menduduki berbagai jabatan strategis di Partai Golkar. Dan pernah ketika Ormas Nasdem yang didirikan oleh Surya Paloh, Melki juga menjadi salah satu fungsionaris Ormas Nasdem. Tapi ketika Ormas Nasdem berubah haluan menjadi Partai Politik, Melki dengan santun menyampaikan permohonan maaf kepada Surya Paloh untuk tidak berpindah ke Partai Nasdem, tapi beliau tetap bertahan di partai berlambang pohon beringin itu.

    Beberapa kali menjadi Caleg DPR dari Golkar, beliau gagal dan baru mendapat kesempatan pada periode Pemilu 2019 menjadi anggota DPR RI. Berbagai pergolakan dalam tubuh Partai Golkar silih berganti, tapi Melki tidak larut dan hanyut. Dan posisi struktural strategis diraih Melki pada Munaslub Partai Golkar belum lama ini, yang mana beliau dipercaya sebagai salah satu Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

    Konsistensi Melki menekuni Partai Golkar sebagai medan pengabdiannya setidaknya memperlihatkan bahwa Melki adalah pribadi yang konsisten pada pilihan. Dia bukan pribadi “Politisi Kutu Loncat” yang hanya mau bermain aman. Oleh karena itu hal semacam ini perlu diketahui oleh warga Pemilih NTT pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

    Johni Asadoma, Mantan Perwira Tinggi Polri yang Humble

    Bila diatas tadi, saya sedikit menguraikan sosok Melki Laka Lena, maka sosok Bung Johni Asadoma juga lebih kurang sama dalam kepribadian diantara mereka berdua.

    Johni Asadoma dimasa lalu selain adalah seorang prajurit polisi yang populer dimasa mudanya dengan mengharumkan nama NTT dengan meraih kejuaraan tinju amatir dalam arena PON diawal tahun 1980-an. Bermodalkan bakat olah raga tinju, Johni Asadoma mencoba adu nasib mengikuti seleksi Calon Taruna Akpol, dan beliau diterima sebagai salah satu taruna Akpol ketika itu.

    Beliau berkarier di Kepolisian dengan pangkat terakhir sebagai Irjen Pol, yang sempat menjadi Kapolda NTT menjelang pensiun. Dengan berbekal sebagai mantan Kapolda NTT, setidaknya beliau cukup paham asam garamnya menjaga keamanan di Masyarakat NTT. Selain itu, didunia olahraga tinju, Johni Asadoma dikenal sebagai seorang presenter olahraga tinju di sebuah stasiun televisi.

    Melki-Johni, Pribadi yang Dapat Dipercaya

    Memilih pemimpin saat ini memang tidak mudah. Apalagi Pemilu/Pilkada saat terakhir ini yang syarat dengan money politik (politik uang), yang cenderung memilih pemimpin dengan prinsip dalam bahasa Jawa “wani piro” (dibayar berapa), para pemilih bisa memperdagangkan suaranya.

    Siapa yang membayar lebih banyak akan dipilihnya. Oleh karena itu, kalau prinsip ini yang dipegang oleh pemilih, maka kandidat yang banyak menaburkan uangnya yang akan dipilih. Karena dasarnya adalah prinsip jual beli maka menjadi tidak heran kalau pemimpin yang dipilih cenderung abai terhadap tuntutan rakyat ketika dia menduduki jabatan politik nanti.

    Memilih pemimpin tidak cukup bermodalkan pencitraan. Pemimpin yang bermodalkan pencitraan pasti akan ketahuan boroknya nanti. Memilih pemimpin harus dengan sebuah keyakinan bahwa pemimpin yang dipilih akan konsisten pada komitmen dengan visi-misi yang telah dipaparkan.

    Kalau salah memilih pemimpin/presiden/DPR/Gubernur/Bupati/Walikota, kita akan menyesal selama 5 tahunan. Jadi kalo memilih pemimpin secara spekulatif, maka kalau pilihan kita sesuai, kalau tidak sesuai maka tinggal penyesalan dihari kemudian.

    Oleh karena itu, kalau saya boleh memberi saran, pilihan pada Pemilukada NTT, pilihlah Calon Gubernur/Wakil Gubernur Emanuel Melkiade Laka Lena dan Johny Asadoma. Karena kedua calon pemimpin ini punya rekam jejak atau kapasitas kepemimpinan mereka telah teruji.

    Kalau menjelang Pilkada, ada kandidat yang menghamburkan uangnya, maka ambil uangnya dan jangan pilih orangnya. Dengan demikian akan memberi pembelajaran pada siapapun calon pemimpin dimasa depan. Jangan pertaruhkan pilihan anda hanya dengan pemberian uang recehan.

    Perlu saya kemukakan pada kesempatan ini, bahwa saya menyampaikan saran dan pendapat ini tidak punya tendensii tertentu, misalnya dari Partai Politik tertentu. Saya bukan aktivis dari partai politik tertentu, saya adalah warga negara yang independen. Semoga dapat dimaklumi.

    Sekian dan Terima kasih kepada pembaca yang membaca tulisan ini. Merdeka!!!…

  • Politik Mencerdaskan dari Melki Laka Lena: Jangan Pilih Karena Saya Orang Ende, Pilih Saya Karena Program dan Bukti  

    Politik Mencerdaskan dari Melki Laka Lena: Jangan Pilih Karena Saya Orang Ende, Pilih Saya Karena Program dan Bukti  

    ENDE,SELATANINDONESIA.COMSelain mengusung tema politik riang gembira, politik mencerdaskan penuh nilai edukasi untuk publik ditampilkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkhiades Laka Lena dan Johni Asadoma. Setelah tampil memukau di empat titik deklarasi yaitu Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Manggarai Barat dan Sumba Barat Daya, MELKI-JOHNI tampil di Bumi Tiwu Telu, Ende.

    Pasangan yang diusung 11 partai koalisi ini menggelar deklarasi akbar di tanah kelahiran Cagub Melki Laka Lena. Usai disambut secara adat di Ndona, MELKI-JOHNI disambut belasan ribu masa di Lapangan Pancasila Ende, Jumat (20/9/2024).

    Melki Laka Lena di hadapan warga Ende minta untuk tidak memilihnya karena sesama orang Ende, tapi memilih MELKI-JOHNI karena rekam jejak dan bukti-bukti nyata karya monumental yang telah ditorehkan dan tawaran program yang bagus untuk kemajuan NTT.

    “Saya ke sini diantar oleh para Mosalaki dari Ndona. Tapi saya mau tekankan jangan pilih saya karena saya orang Ende. Pilih saya karena program yang kami tawarkan bagus untuk kemajuan NTT,” ujar Melki Laka Lena disambut sorak riang para massa pendukung yang tumpah ruah di Lapangan Pancasila Ende.

    Pantauan media, belasan ribu massa hadir dalam deklarasi tersebut. Massa sudah berdatangan sejak siang. Ketua Panitia Dekalarasi, Aleksander Sidi, mengatakan, massa yang hadir adalah perwakilan tim relawan dan pendukung dari lima kabupaten di Flores, yakni, Ende, Sikka, Flotim, Ngada dan Nagekeo.

    Menurut Melki, Paslon Melki-Johni didukung oleh koalisi pemerintahan di pusat. “Semua koalisi ini ada dalam lingkaran pemerintah pusat, maka akan memudahkan kita menjalankan program pembangunan di NTT,” katanya.

    Hadir pula dalam deklarasi itu mantan Bupati Ende, Don Wangge.Don mengajak belasan ribu masa yang hadir untuk memenangkan pasangan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma.

    Menangkan Melki-Johni

    Mantan Bupati Ende periode 2009-2014, Don Bosco M. Wangge dalam orasinya mengajak masyarakat Ende dan tim serta relawan dari lima kabupaten yang hadir saat deklarasi akbar itu, untuk mendukung dan memenangkan pasangan Melki-Johni.

    “Saya menyampaikan terima kasih sudah hadir di sini, saudara saudara saya dari Sikka, Nagekeo dan Flotim lainnya. Saya mengajak simpatisan dan pengagum saya warga masyarakat Kota Ende Se Ate menangkan Melki-Johni,” tegas Don Wangge.

    Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil NTT I Ahmad Yohan, dengan lantang mengajak masyarakat untuk pertimbangkan dukungan bagi calon pemimpin yang suka membagi-bagi uang.

    “Ini istilahnya tidak mengerti tentang demokrasi. Yang masih pakai isu agama, yang masih bagi-bagi duit orang begini tidak mengerti apa itu pilkada, apa itu demokrasi,” tegas Ahmad Yohan.

    Menurut politisi yang kerap disapa Ayo itu, politisi yang gemar membagikan uang ke pemilih dan memakai isu Sara, tidak punya gagasan untuk membangun NTT. “Akhirnya bagi-bagi uang agar menaikan popularitasnya,” katanya, mengingatkan. */timMJ