JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Keterbatasan lapangan pekerjaan tidak cukup dijawab dengan memperbanyak lowongan kerja. Anak muda juga harus dibekali keterampilan yang memungkinkan mereka bersaing, bahkan menembus pasar kerja internasional. Atas dasar itu, Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Kamilus Elu, mulai membidik kerja sama pengembangan tenaga kerja dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wabup Kamilus ke PPKD Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten TTU mencari model pelatihan vokasi yang dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda daerah terhadap dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha mandiri.
Wabup Kamilus yang disambut langsung Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendrawan bersama jajaran berkesempatan melihat berbagai fasilitas dan program pelatihan yang diselenggarakan lembaga tersebut. Baginya, pengalaman pengelolaan pelatihan kerja di Jakarta Timur dapat menjadi referensi penting untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di TTU.
Ia mengaku pernah mengunjungi lembaga pelatihan tersebut sebelum dipercaya menjabat sebagai Wakil Bupati TTU. Karena itu, kunjungan kali ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat perkembangan fasilitas dan program pelatihan yang tersedia.
Menurut Wabup Kamilus, PPKD Jakarta Timur memiliki potensi besar dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis sesuai kebutuhan pasar.
“Saya melihat PPKD Jakarta Timur memiliki fasilitas pelatihan yang sangat baik, lingkungan belajar yang nyaman, serta didukung instruktur yang kompeten di bidangnya. Ini menjadi salah satu referensi bagi kami di TTU untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing di dunia kerja,” ujar Wabup Kamilus.
PPKD Jakarta Timur menyelenggarakan beragam program pelatihan, antara lain bahasa dan komunikasi, bisnis dan perkantoran, teknik dan otomotif, kuliner dan hospitality, kecantikan dan fashion. Lembaga tersebut juga memiliki program Mobile Training Unit serta pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas.
Menariknya, orientasi pelatihan di lembaga tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dalam negeri. Lulusannya juga dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat internasional. Bahkan, PPKD Jakarta Timur menjadi tempat belajar bagi peserta dari sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan China.
Keterampilan Praktis untuk Menjawab Pengangguran
Bagi Wabup Kamilus, pengalaman PPKD Jakarta Timur memberikan gambaran bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Kabupaten TTU memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar, termasuk didukung keberadaan perguruan tinggi negeri. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan penguasaan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ia menilai, salah satu tantangan yang perlu dijawab pemerintah daerah adalah bagaimana memastikan lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi tidak hanya memiliki bekal akademis, tetapi juga kemampuan praktis untuk memasuki dunia kerja.
Sejumlah keterampilan yang dinilai potensial dikembangkan di TTU antara lain pertukangan bangunan, keterampilan tukang batu, mekanik otomotif, serta berbagai keahlian teknis lainnya.
Bidang-bidang tersebut dapat menjadi pilihan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang ekonomi daerah. Selain membuka kesempatan bekerja pada sektor formal maupun informal, keterampilan praktis juga dapat menjadi modal bagi anak muda untuk membangun usaha sendiri.
Dengan pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak terus bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan. Mereka justru didorong menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan menciptakan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Targetkan Kerja Sama Direalisasikan pada 2027
Kamilus berharap kunjungan kerja tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengenalan fasilitas pelatihan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret antara Pemerintah Kabupaten TTU dan PPKD Jakarta Timur.
“Kami berharap penjajakan ini bisa ditindaklanjuti menjadi kerja sama pada 2027. Dengan demikian, putra-putri TTU memiliki kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.
Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi generasi muda TTU untuk memperoleh akses pelatihan berbasis kompetensi dengan dukungan instruktur dan fasilitas yang memadai.
Pemerintah Kabupaten TTU juga diharapkan dapat memetakan kebutuhan keterampilan masyarakat agar program pelatihan yang nantinya dikembangkan benar-benar sesuai dengan peluang kerja dan potensi ekonomi daerah.
Upaya ini sekaligus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang. Sebab, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari ketersediaan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya untuk bekerja, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi.
Bagi TTU, menyiapkan anak muda dengan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai sektor pekerjaan menjadi langkah penting agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.*/Apson Benu/Frumentus Bana/llt



Komentar