GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Advertisement
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Pemerintah Propinsi NTT
Beranda / Pemerintah Propinsi NTT / Tour de EnTeTe Tak Sekadar Melintasi Daerah, Gubernur Melki Bawa Solusi Atasi Nestapa Mama Theresia: Rumah Layak Huni Dibangun

Tour de EnTeTe Tak Sekadar Melintasi Daerah, Gubernur Melki Bawa Solusi Atasi Nestapa Mama Theresia: Rumah Layak Huni Dibangun

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika menemui Mama Theresia Lina Fin (55), warga Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (4/11/2026) pagi. Dalam agenda Tour de EnTeTe tahun 2026, Gubernur Melki menggagas agar kegiatan tersebut diwarnai dengan aksi sosial bedah rumah bagi warga kurang mampu di NTT. foto: SelatanIndonesia.com/laurens leba tukan

BELU,SELATANINDONESIA.COM โ€“ โ€œMama senang.โ€ Dua kata sederhana itu meluncur dari bibir Mama Theresia Lina Fin (55), warga Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (4/11/2026) pagi. Senyum merekah di wajahnya ketika Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan kabar bahwa rumahnya akan diperbaiki melalui program bedah rumah Pemerintah Provinsi NTT.

Bagi Theresia, kabar tersebut bukan sekadar janji pembangunan rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi secercah harapan setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama lima anaknya di sebuah rumah sederhana yang jauh dari kata layak huni.

Rumah yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh hanya berdinding pelepah gewang atau bebak, dengan atap seng bekas. Bangunan berukuran sekitar 4 meter x 3 meter itu berdiri di tepi ladang kering, tempat Theresia menanam berbagai jenis sayuran untuk kemudian dijual demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat Gubernur Melki tiba dalam perjalanan Tour de EnTeTe 2026 dari Kabupaten Malaka menuju Kabupaten Belu, Theresia menyambutnya di depan pintu rumah. Tidak ada kemewahan yang menyertai pertemuan itu. Hanya sebuah rumah kecil dengan segala keterbatasannya dan seorang ibu yang terus berjuang menghidupi anak-anaknya.

Gubernur Melki kemudian melangkah masuk ke dalam rumah. Ruangan sempit itu terdiri atas bagian depan yang difungsikan sebagai ruang tamu sekaligus ruang tidur, sebuah kamar, serta ruang lainnya yang digunakan sebagai dapur.

Wabup TTU Kamilus Elu Bidik Kerja Sama dengan PPKD Jakarta Timur, Siapkan Anak Muda Tembus Pasar Kerja Global

Di tempat itulah kehidupan keluarga Theresia berlangsung setiap hari. Ruang yang terbatas harus menampung berbagai aktivitas keluarga, sekaligus menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT Benny Nahak, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, dan Bupati Belu Willybrodus Lay, Anggota Fraksi Golkar DPRD NTT Agustinus Nahak dan Kepala Biro Adpim Abri Koreh.

Percakapan berlangsung sederhana. Dari dialog itu, terungkap bahwa Theresia sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki rumahnya. Ia ingin memiliki tempat tinggal yang lebih layak agar dapat menjalani kehidupan bersama anak-anaknya dengan lebih nyaman.

Namun, keinginan tersebut selama ini terbentur persoalan ekonomi. Penghasilan dari menjual sayuran tidak cukup untuk membiayai pembangunan rumah, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan kelima anaknya.

Suaminya telah bertahun-tahun merantau dan tidak lagi memberikan kabar. Dalam situasi itu, Theresia harus menjalankan peran sebagai tulang punggung keluarga seorang diri.

Gubernur Melki Menginap di Rumah Warga Malaka, Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor Dimulai dengan Aksi Sosial

Selama ini, bantuan yang diterimanya antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Selebihnya, ia mengandalkan hasil menanam dan menjual sayuran untuk mempertahankan kehidupan keluarganya.

Di tengah keterbatasan tersebut, ladang kecil di sekitar rumah menjadi sumber penghidupan. Sayuran yang ditanam dan dipanen dijual untuk membeli kebutuhan dapur serta memenuhi keperluan sekolah anak-anaknya.

Dua Kata yang Menyimpan Harapan

Kunjungan Gubernur Melki ke rumah Mama Theresia menjadi bagian dari perjalanan Tour de EnTeTe 2026. Dalam perjalanan dari Malaka menuju Belu, ia menyempatkan diri berhenti untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan warga.

Gubernur Melki mengatakan, pertemuannya dengan Theresia dan keputusan pemerintah provinsi untuk membantu memperbaiki rumah tersebut.

Bank NTT Raih Penghargaan ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat Kredit Macet Nol Persen

Ketika menyampaikan bahwa rumahnya akan dibedah melalui program bantuan Pemerintah Provinsi NTT, Mama Theresia Theresia hanya menjawab, โ€œMama senang.โ€

Bagi Gubernur Melki, jawaban singkat itu memiliki makna tersendiri. Sebab, di balik dua kata tersebut terdapat harapan seorang ibu yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di tengah keterbatasan.

Gubernur Melki pun langsung meminta Kepala Dinas PUPR NTT Benny Nahak untuk segera mengurus administrasi dan menindaklanjuti pembangunan rumah Mama Theresia.

Ia berharap proses tersebut dapat segera dilaksanakan sehingga Mama Theresia dan kelima anaknya bisa menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Program bedah rumah itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menggunakan anggaran pemerintah provinsi.

Tidak hanya keluarga Mama Theresia, di Desa Leuntolu terdapat tiga kepala keluarga yang mendapatkan bantuan bedah rumah dalam momentum Tour de EnTeTe 2026 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi NTT. Telah ditetapkan bahwa dalam agenda Tour de EnTeTe 2026, setiap Kabupaten dan Kota se NTT yang dilintasi, masing-masing Kabupaten dan Kota mendapatkan kesempatan sebanyak 5 rumah warga kurang mampu yang mendapatkan program bedah rumah.

Pemerintah provinsi berharap bantuan tersebut dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang masih menghadapi persoalan rumah tidak layak huni.

Pembangunan yang Menyentuh Kehidupan Warga

Bagi Gubernur Melki, Tour de EnTeTe tidak semata-mata menjadi perjalanan melintasi wilayah dan menghubungkan satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertemu masyarakat, mendengar persoalan mereka, serta melihat secara langsung kebutuhan yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan pemerintah.

Kunjungan ke rumah Mama Theresia memperlihatkan bahwa persoalan pembangunan di NTT tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan, jembatan, atau gedung pemerintahan. Di sejumlah wilayah, masih terdapat keluarga yang membutuhkan perhatian untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Gubernur Melki menegaskan, pembangunan harus dapat dirasakan sampai ke tingkat rumah tangga, termasuk oleh masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Sebab, rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Bagi sebuah keluarga, rumah merupakan ruang untuk membesarkan anak, membangun kehidupan, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Bagi Mama Theresia, harapan itu kini mulai terbuka. Rumah berdinding bebak dan beratapkan seng bekas yang selama ini menjadi tempat bertahan hidup bersama kelima anaknya segera mendapat perhatian pemerintah.

Senyum yang mengembang ketika mendengar kabar rumahnya akan dibedah menjadi gambaran sederhana tentang arti kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan.

Di Desa Leuntolu, harapan baru itu bermula dari sebuah kunjungan, sebuah percakapan sederhana, dan dua kata yang diucapkan seorang ibu: โ€œMama senang.โ€ */laurens leba tukan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement