WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM โ Gelora Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur. Visitasi yang berlangsung 15-16 Oktober itu menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan arena pertandingan cabang olahraga berkuda pacu sekaligus membuka peluang bagi kuda Sandelwood atau kuda Sandel khas Sumba tampil di pentas olahraga nasional.
Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pacu (FN Pordasi Pacu) Nusa Tenggara Timur, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., menyambut kedatangan tim visitasi yang terdiri dari unsur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, KONI Provinsi NTT, PP FN Pordasi Pacu, serta perwakilan Pengprov FN Pordasi Pacu NTT di Sumba Barat.
Umbu Rudi yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu mengatakan, momentum persiapan PON 2028 harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi kuda Sumba kepada masyarakat olahraga nasional.
โSudah saatnya kuda Sumba atau kuda Sandelwood tampil di pentas olahraga berkuda pacu tingkat nasional, khususnya pada PON 2028. Sumba memiliki tradisi berkuda yang kuat dan potensi yang perlu mendapat ruang untuk berkembang dalam olahraga prestasi,โ kata Umbu Rudi.
Menurut dia, kehadiran tim visitasi menjadi tahapan penting untuk menilai kesiapan Gelora Pada Eweta sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga berkuda pacu. Kajian tersebut mencakup kondisi venue dan kebutuhan penyempurnaan agar memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan tingkat nasional.
โSelamat datang di Sumba Barat. Kami berharap tim dapat melakukan kajian secara menyeluruh terhadap Gelora Pada Eweta, termasuk berbagai kebutuhan perbaikan dan penyempurnaan sesuai standar nasional maupun standar PON,โ ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga yang juga menjabat Ketua KONI Sumba Barat, serta jajaran Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat yang dipimpin Frengky Tarawatu Ora. Apresiasi juga disampaikan kepada para pengurus diantaranya Christofel Eston Dj. Mesa, dan Amir Hamzah, serta masyarakat Sumba, terutama para pencinta olahraga berkuda.
Umbu Rudi berharap, koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, organisasi olahraga berkuda, dan masyarakat dapat memperkuat persiapan Sumba Barat menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan PON 2028.
KONI Pusat Evaluasi Kesiapan Venue
Visitasi venue PON XXII 2028 dimulai pada Kamis (15/10/2026), diawali dengan rapat koordinasi antara tim KONI Pusat, technical delegate, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran pemerintah provinsi, dan KONI NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang.
Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno, S.I.P., M.Sc., menjelaskan bahwa visitasi dilakukan untuk memastikan kesiapan arena pertandingan yang diusulkan menjadi lokasi penyelenggaraan cabang olahraga PON 2028.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan cabang olahraga, nomor pertandingan, serta lokasi penyelenggaraan yang memenuhi persyaratan.
โKami ingin melakukan visitasi untuk memastikan venue. Kalau tidak layak, kami akan pindahkan. Kami akan putuskan nomor yang dipertandingkan dan cabang olahraga pada bulan Oktober ini,โ kata Suwarno.
Ia menjelaskan, tim visitasi terdiri atas pengurus KONI Pusat yang membidangi prestasi bersama para technical delegate dari masing-masing cabang olahraga. Para technical delegate memiliki tanggung jawab teknis penyelenggaraan pertandingan, termasuk penyiapan panitia pertandingan, wasit, juri, hakim lapangan, hingga tenaga medis.
Dalam proses tersebut, pengurus cabang olahraga di tingkat provinsi dan KONI daerah akan mendukung penyiapan venue, peralatan pertandingan, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Dengan mekanisme itu, penilaian tidak hanya berfokus pada ketersediaan arena, tetapi juga pada pemenuhan standar teknis yang diperlukan untuk menjamin kelancaran pertandingan.
Dua tanggung jawab NTT
Suwarno juga mengingatkan bahwa NTT memiliki dua tanggung jawab utama dalam penyelenggaraan PON 2028. Pertama, menyiapkan kontingen atlet yang mampu berkompetisi dan meraih prestasi. Kedua, memastikan seluruh aspek penyelenggaraan sebagai tuan rumah berjalan sesuai ketentuan.
โKami ingin mengingatkan kembali PON bagi NTT. Tugas pertama adalah menyiapkan kontingen. Kalau prestasi atletnya kurang bagus, ya KONI-nya yang bertanggung jawab,โ ujarnya.
Adapun tanggung jawab penyelenggaraan sebagai tuan rumah berada pada pemerintah daerah, dengan Gubernur NTT sebagai penanggung jawab utama di tingkat provinsi.
Setelah proses visitasi dan penetapan lokasi serta cabang olahraga, KONI Pusat akan membentuk Panitia Besar PON NTT sebagai pelaksana kegiatan. Pemerintah daerah pun diminta menyiapkan struktur organisasi penyelenggara agar proses penetapan dan pelantikan dapat dilakukan sesuai tahapan.
KONI Pusat, kata Suwarno, siap memberikan pendampingan kepada jajaran penyelenggara, termasuk melalui bimbingan teknis sesuai bidang tugas masing-masing.
PON sebagai Momentum Pemerataan Pembangunan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang juga Ketua Umum KONI NTT, menyatakan pemerintah provinsi bersama KONI dan pemerintah kabupaten/kota siap mempersiapkan penyelenggaraan PON 2028.
Menurut Gubernur Melki, peninjauan venue yang berlangsung tepat dua bulan setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa NTT terus melanjutkan pemulihan sekaligus mempersiapkan agenda nasional.
โDua bulan setelah gempa Flores, NTT siap menyelenggarakan PON,โ kata Gubernur Melki.
Ia meminta tim visitasi menyampaikan hasil penilaian secara terbuka, termasuk apabila ditemukan kekurangan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.
โKalau ada yang belum memenuhi standar, sampaikan apa adanya agar segera kita perbaiki,โ ujarnya.
Gubernur Melki juga berharap penyelenggaraan PON tidak hanya terpusat di Kota Kupang. Sejumlah daerah lain, termasuk Sumba dan Flores, diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kesiapan venue dan kebutuhan pertandingan.
Menurut dia, penyelenggaraan PON di berbagai daerah berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal, mendorong pemerataan pembangunan, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam agenda olahraga nasional.
Persiapan itu, lanjut Gubernur Melki, tidak hanya mencakup arena pertandingan, tetapi juga infrastruktur pendukung, transportasi, kesehatan, keamanan, serta pembinaan atlet. Pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta, dan diaspora NTT juga diharapkan ikut berkontribusi.
โPON 2028 memiliki dua tanggung jawab besar bagi kita, yakni menjadi tuan rumah yang baik dan mempersiapkan kontingen atlet NTT agar mampu berprestasi,โ katanya.
Bagi Sumba Barat, visitasi Gelora Pada Eweta menjadi tahapan penting dalam mengukur kesiapan daerah menyambut pesta olahraga nasional tersebut. Di sisi lain, agenda ini juga menghadirkan harapan bagi olahraga berkuda pacu di Sumba, yang memiliki tradisi dan karakteristik tersendiri.
Bagi Umbu Rudi Kabunang, proses tersebut menjadi kesempatan untuk memperjuangkan agar potensi olahraga berkuda Sumba memperoleh ruang lebih luas di tingkat nasional. Ia berharap persiapan yang dilakukan sejak sekarang dapat membuka jalan bagi Sumba Barat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan PON XXII 2028 di NTT.*/llt/eko



Komentar