KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang dijadwalkan berlangsung di Ende pada Jumat, 15 Mei 2026, manajemen bank pembangunan daerah tersebut memastikan seluruh agenda perseroan telah dipersiapkan secara matang. Selain membahas laporan kinerja tahun buku 2025, forum tahunan itu juga akan menjadi momentum penting bagi arah transformasi kelembagaan Bank NTT ke depan.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus mengatakan RUPS tahun ini akan membahas sejumlah agenda strategis, baik dalam RUPS Tahunan maupun RUPS Luar Biasa.
Untuk agenda tahunan, pemegang saham akan menerima laporan pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja perusahaan selama tahun buku 2025. Selain itu, Direksi juga akan memaparkan rencana bisnis perusahaan untuk tahun 2026, termasuk strategi penguatan intermediasi dan ekspansi layanan keuangan daerah.
Sementara dalam RUPS Luar Biasa, salah satu agenda utama yang akan dibahas ialah perubahan bentuk badan hukum Bank NTT menjadi Perseroda. Agenda lain yang turut menjadi perhatian adalah pergantian Direktur Kepatuhan, dengan calon yang diusulkan berasal dari Bank Jatim, serta beberapa agenda korporasi lainnya.
Charlie menepis anggapan adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemegang saham dan manajemen Bank NTT menjelang pelaksanaan RUPS. Menurut dia, komunikasi dan hubungan kerja antara seluruh pihak sejauh ini berjalan normal dan kondusif.
โSaya pribadi tidak merasa dan tidak melihat adanya hubungan yang tidak harmonis seperti yang disampaikan sejumlah pihak. Semua berjalan biasa saja dan hubungan tetap baik-baik saja,โ ujarnya menjawab SelatanIndonesia.com, Rabu (13/5/2026) malam.
Ia menegaskan, kontribusi Bank NTT terhadap pemerintah daerah tidak hanya tercermin melalui setoran dividen, tetapi juga melalui peran langsung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Charlie, salah satu langkah konkret yang kini mulai dijalankan kembali adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program tersebut sebelumnya sempat dihentikan sejak 2019 dan kini kembali dibuka untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha kecil di Nusa Tenggara Timur.
โProgram KUR ini tentu memberi dampak langsung bagi pelaku UMKM karena membantu mereka mendapatkan akses pembiayaan usaha,โ katanya.
Manajemen Bank NTT berharap seluruh rangkaian RUPS di Ende dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi penguatan perusahaan maupun pembangunan ekonomi daerah.
โSelama ini pengurus juga telah menyampaikan laporan dan hasil-hasil yang dicapai perusahaan secara terbuka. Jadi kami berharap seluruh proses RUPS berjalan baik,โ ujar Charlie.*/llt













Komentar