WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Keluhan tentang listrik yang kerap padam di Puskesmas Malahar, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, akhirnya mendapat jalan keluar. Satu unit genset diserahkan kepada puskesmas tersebut untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan ketika pasokan listrik terputus.
Genset itu diserahkan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, bersama Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali kepada Kepala Puskesmas Malahar, Erlita Hunggu Hawu, S.Tr.Keb, di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (8/8/2026). Bantuan genset tersebut terwujud setelah Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. Umbu Rudi Kabunang yang difasilitasi oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumba Timur Herman Hilungara di wilayah Kecamatan Tabundung, khususnya di Puskesmas Malahar. Turut mendampingi saat itu di Puskesmas Malahar, Camat Tabundung Rudolf Umbu Resi Loly.
Bantuan tersebut bukan sekadar tambahan fasilitas bagi Puskesmas Malahar. Bagi tenaga kesehatan di wilayah itu, genset menjadi kebutuhan mendesak karena pemadaman listrik masih kerap terjadi, bahkan hampir setiap hari.
Kondisi itu selama ini berdampak langsung terhadap pelayanan pasien. Pada malam hari, ketika listrik padam, tenaga kesehatan terkadang harus mengandalkan cahaya dari telepon seluler untuk menangani pasien.
Persoalan tersebut disampaikan Erlita kepada Umbu Rudi ketika melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tabundung pada Kamis (30/7/2026) lalu. Puskesmas Malahar menjadi salah satu tempat yang disinggahi dalam kunjungan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Erlita menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi puskesmas, mulai dari keterbatasan dokter, ambulans yang sudah tidak layak digunakan, hingga tidak tersedianya genset sebagai sumber listrik cadangan.
“Kami tidak memiliki genset. Ketika listrik padam, pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Sementara banyak obat dan peralatan medis yang harus tetap tersimpan dalam suhu dingin,” ujar Erlita.
Puskesmas Malahar merupakan fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap. Karena itu, ketersediaan listrik bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan pelayanan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sejumlah fungsi medis, termasuk penyimpanan obat-obatan dan peralatan yang membutuhkan suhu tertentu.
Persoalan itu kemudian ditindaklanjuti Umbu Rudi Kabunang dengan memberikan satu unit genset berkapasitas besar. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan paling mendesak di Puskesmas Malahar.
“Untuk kebutuhan yang paling mendesak, hari ini kami membantu satu unit genset agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Sementara persoalan ambulans dan kekurangan tenaga dokter akan kami koordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Pemerintah Provinsi NTT, serta pemerintah pusat agar dapat dicarikan solusi bersama,” kata Umbu Rudi.
Penyerahan genset dilakukan dalam rangkaian kegiatan Golkar Fun Run 10K Gaspol 2026 di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur. Adapun panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan Golkar Run 10K Gaspol dipimpin oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumba TImur Herman Hilungara. Para panitia yang sukses bekerja untuk ajang itu terdiri atas:ย Yisreel Umbu Maramba Mila, Arnike Valentine Rambu Kahi Tokung, Marlensi Talundima, Anggreini Aditia Nil, Icony Camelia Pono, Mirnawati, Jesica, Ucho, Rambu Ersa, Nikodemus Samuel Taru, Umbu Remi, Yensi Laki Mbaka, Umbu Londo, ย Ramli Umar, Yosua Hinggiranja, Uumbu Dedi Christian Nola, Amel Gotik, Vinolia A, Yakobus, Vilaura R. Adi Nara; Bryan Mandar, Yuuf Ngada Yabu, Antonius Tamu Ama, dan Amir Kawau Marambangeru.
Saat menerima bantuan tersebut, Erlita menyampaikan apresiasi kepada Umbu Rudi dan Bupati Sumba Timur. Menurut dia, keberadaan genset akan sangat membantu tenaga kesehatan, terutama ketika harus memberikan pelayanan pada malam hari saat terjadi pemadaman.
“Terima kasih Bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang dan Bapak Bupati Sumba Timur yang telah membantu kami di Puskesmas Malahar dengan satu unit genset. Ini sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ketika wilayah kami terjadi pemadaman listrik,” kata Erlita.
Ia mengatakan, selama ini kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan menghadapi situasi sulit ketika menangani pasien pada malam hari.
“Daerah kami memang hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik sehingga ketika menangani pasien di malam hari, terkadang kami menggunakan senter dari HP. Bahkan ada obat-obatan tertentu yang rusak karena memang harus tersimpan dalam suhu dingin,” ujarnya.
Bagi Puskesmas Malahar, bantuan tersebut setidaknya menjawab satu persoalan mendasar yang selama ini mengganggu pelayanan. Namun, kebutuhan lain, seperti ketersediaan ambulans yang layak dan penambahan tenaga dokter, masih menunggu penyelesaian bersama pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.*/llt




Komentar