G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Olahraga
Beranda / Olahraga / Menuju Pra PON dan PON XXII, Kejurnas di Sumba Barat Jadi Gerbang Seleksi dan Sertifikasi Nasional Joki, Pelatih dan Steward

Menuju Pra PON dan PON XXII, Kejurnas di Sumba Barat Jadi Gerbang Seleksi dan Sertifikasi Nasional Joki, Pelatih dan Steward

Kejurnas Pacuan KUda di Gelora Pada Eweta Kabupaten Sumba Barat sebagai ajang seleksi menuju Pra PON dan PON XXII 2028

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ€” Jalan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mulai dibuka dari Arena Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Bagi atlet pacuan kuda, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bukan lagi sekadar arena berburu gelar, melainkan pintu wajib menuju Pra PON sekaligus momentum membangun standar baru melalui sertifikasi nasional bagi joki, pelatih, dan steward.

Pengurus Pusat Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Pacu menegaskan bahwa seluruh peserta yang diproyeksikan tampil pada Pra PON hingga PON XXII Tahun 2028 harus lebih dahulu mengikuti Kejurnas. Tidak ada jalur instan menuju pesta olahraga nasional tersebut tanpa melalui proses pembinaan dan seleksi berjenjang.

Sebagai bagian dari rangkaian pembinaan itu, Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu akan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Nasional Joki, Pelatih, dan Steward di Waikabubak pada 15โ€“16 Agustus 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh perangkat pertandingan maupun sumber daya manusia pacuan kuda memiliki kompetensi yang terstandar sebelum memasuki agenda Pra PON dan PON.

Ketua Umum PP FN Pordasi Pacu, Drs. Teddy Soediro, mengatakan pembinaan olahraga pacuan kuda tidak hanya berbicara mengenai kualitas kuda dan prestasi atlet, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mendukung penyelenggaraan kompetisi.

“Program ini merupakan bagian dari pengembangan atlet, pelatih, dan steward di lingkungan olahraga berkuda cabang pacuan kuda. Kami mengajak seluruh Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu untuk menyampaikan informasi ini kepada calon joki, pelatih, steward, pemilik stable, maupun komunitas pacuan kuda agar berpartisipasi dalam program pengembangan sumber daya manusia,” ujar Teddy dalam Surat Edaran Nomor 048/PP/PACU/A/VII/2026 yang diterbitkan di Jakarta pada 27 Juli 2026.

Paulus S.K. Limu Teken Hibah Lahan, Sumba Tengah Bersiap Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Menurut Teddy, sertifikasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi merupakan instrumen untuk meningkatkan profesionalisme, keselamatan, dan kualitas pertandingan. Dengan sistem lisensi nasional, setiap joki, pelatih, maupun steward akan memiliki standar kompetensi yang sama ketika memasuki level kompetisi nasional.

Seluruh Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu juga diminta segera membuka pendaftaran serta mengusulkan nama-nama calon joki, pelatih, dan steward dari daerah masing-masing. Mereka akan mengikuti pelatihan, ujian tertulis, hingga praktik sebagai syarat memperoleh lisensi nasional.

Program sertifikasi dibagi dalam tiga kategori, yakni joki, pelatih, dan steward nasional.

Untuk joki pacuan prestasi, peserta harus berusia minimal 18 tahun, memiliki pengalaman menunggang kuda, sehat jasmani dan rohani, bebas dari penyalahgunaan narkoba, memperoleh rekomendasi pelatih berlisensi nasional, serta lulus ujian teori dan praktik. Peserta juga diwajibkan membawa kuda beserta perlengkapan keselamatan sendiri saat uji praktik.

FN Pordasi Pacu juga membuka sertifikasi joki pacuan tradisional bagi peserta berusia minimal 12 tahun dengan persetujuan orang tua. Jalur ini menjadi bagian dari pembinaan atlet usia muda agar sejak dini telah mengenal standar keselamatan dan profesionalisme olahraga pacuan kuda.

Serap Aspirasi Warga Kanatang, Umbu Rudi Kabunang Diminta Perjuangkan Listrik, Infrastruktur, serta Dukungan bagi Petani dan Nelayan

Sementara itu, calon pelatih nasional diwajibkan memiliki pengalaman melatih dan merawat kuda pacu, berusia minimal 25 tahun, memperoleh rekomendasi dari Pengurus Provinsi, serta lulus pelatihan dan ujian sertifikasi.

Adapun calon steward nasional harus berusia minimal 35 tahun dengan latar belakang yang relevan, seperti pelatih, joki, pemilik stable, guru olahraga, anggota TNI atau Polri, tokoh masyarakat, maupun dokter hewan. Peran steward dinilai sangat penting dalam menjamin integritas perlombaan, penegakan regulasi, serta keselamatan selama pertandingan berlangsung.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 15 Agustus 2026 dengan pelatihan dan ujian tertulis bagi pelatih serta steward nasional. Sehari berikutnya, 16 Agustus, pelatihan dilanjutkan dengan praktik menunggang kuda pacu dan ujian sertifikasi joki nasional.

Dipilihnya Waikabubak, Sumba Barat, bukan tanpa alasan. Pulau Sumba selama ini dikenal sebagai salah satu episentrum pacuan kuda nasional sekaligus telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII 2028. Kehadiran Kejurnas dan program sertifikasi nasional di daerah tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang untuk melahirkan atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan yang siap bersaing di level nasional dengan standar yang semakin profesional.*/llt

Lantik Pejabat Baru, Kakanwil Imigrasi NTT Tekankan Integritas di Tengah Tantangan Wilayah Kepulauan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement