36 Personil Brimob Polda NTT Diterjunkan ke Adonara Timur, Aparat dan Tokoh Adat Perkuat Upaya Menjaga Perdamaian
LARANTUKA,SELATANINDONESIA.COM โ Situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, terus dijaga agar tetap kondusif pasca-insiden antarwarga yang terjadi antara masyarakat Dusun Bele, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina beberapa hari terakhir. Aparat kepolisian bersama TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah setempat kini memperkuat langkah-langkah pengamanan sekaligus pendekatan dialogis untuk mencegah meluasnya ketegangan sosial di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari penguatan pengamanan, sebanyak 36 personel BKO Satuan Brimob Polda NTT tiba di Flores Timur, Senin (11/5/2026) dini hari. Rombongan yang terdiri atas personel Jibom dan Kompi 2 Pelopor itu tiba melalui Pelabuhan Ferry Waibalun, Larantuka, sekitar pukul 03.40 WITA.
Kedatangan personel Brimob dipimpin Danton 1 Kompi 2 Pelopor Ipda Gede Bendesa dengan membawa satu unit mobil taktis Jibom. Personel kemudian bergerak menuju Mapolres Flores Timur untuk selanjutnya disiagakan dalam rangka penebalan kekuatan pengamanan di wilayah Adonara Timur.
Langkah tersebut dilakukan menyusul insiden antarwarga yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan menegaskan bahwa kondisi wilayah secara umum berangsur terkendali. Aktivitas masyarakat juga mulai berjalan seperti biasa dengan pengawasan aparat gabungan di sejumlah titik.
Polres Flores Timur menyatakan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi sosial terus diutamakan dalam penanganan situasi. Aparat tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga membangun dialog dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat dari kedua wilayah guna menjaga ruang komunikasi tetap terbuka.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
โKami mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Keamanan dan kedamaian di Adonara adalah tanggung jawab bersama,โ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di tengah masyarakat perlu mengedepankan nilai kekeluargaan, musyawarah adat, serta penghormatan terhadap hukum yang berlaku. Menurutnya, semangat persaudaraan yang selama ini hidup dalam masyarakat Adonara harus tetap dijaga di tengah situasi yang berkembang.
Sejumlah tokoh masyarakat di Adonara Timur juga mulai mendorong terciptanya ruang rekonsiliasi agar hubungan sosial antarwarga dapat kembali pulih. Kehadiran aparat keamanan diharapkan memberi rasa aman sekaligus membuka ruang bagi proses penyelesaian secara damai.
Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda pun terus melakukan koordinasi guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal kembali. Di tengah dinamika yang terjadi, masyarakat diimbau untuk mengedepankan sikap bijak, menahan diri, dan menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama di Adonara.*/ml/llt













Komentar