KALABAHI,SELATANINDONESIA.COM โ Jejak pengabdian seorang pemimpin tidak selalu tercatat dalam kemegahan jabatan atau angka kemenangan politik. Terkadang, teladan muncul dari perjalanan panjang, kesungguhan dalam tugas, dan keteguhan hati menghadapi tantangan. Kisah itu tampak jelas dalam perjalanan hidup almarhum Amon Djobo, mantan bupati Alor dua periode yang dikenang mantan atasannya, Ansgerius Takalapeta, dengan nada penuh penghormatan.
Amon Djobo memulai kariernya dari titik yang sangat sederhana: sebagai tenaga honorer di bidang perencanaan Ekonomi dan Sosial Budaya di Bappeda Kabupaten Alor. โMeski masih honorer, ketekunan dan disiplin yang ia tunjukkan luar biasa,โ tulis Ans Takalapeta dalam akun Facebook pribadinya. โDi fase ini, fondasi kepemimpinan Djobo mulai terbentuk.โ
Sebagai Kepala Bidang Eksosbud, Ans mengamati langsung bagaimana Djobo menekuni tugas-tugas perencanaan pembangunan: mulai dari Pola Dasar Pembangunan, Repelita Daerah, rencana tahunan, hingga Musrenbang. Ketekunan ini menegaskan bahwa kepemimpinan tidak dimulai dari jabatan tinggi, tapi dari kesungguhan menjalankan fungsi paling dasar dalam birokrasi.
Menapaki Tangga Kepemimpinan
Setelah resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil, Amon Djobo ditempatkan di Sekretariat Daerah, sebelum kemudian dipercaya menjadi Camat Alor Timur, wilayah yang luasnya hampir setengah Pulau Alor dengan kondisi geografis yang menantang. โDi sanalah ia mulai mengasah kepemimpinan lapangan, berhadapan langsung dengan masyarakat dan tantangan nyata di desa-desa,โ tulis Ans.
Posisi strategis berikutnya sebagai Asisten III Sekda dan Kepala Bapedalda menjadi ajang Djobo menapaki lingkaran manajemen yang lebih kompleks: merajut koordinasi antar-OPD, memimpin kebijakan daerah, dan belajar tanggung jawab kolektif. Semua pengalaman itu menyiapkan dirinya untuk estafet kepemimpinan yang lebih tinggi.
Politik dan Integritas
Perjalanan politik Amon Djobo tidak selalu mulus. Pada Pilkada 2004โ2009, ia maju sebagai bakal calon Bupati berpasangan dengan Sandy Illu. Namun, setelah memaparkan visi-misi dalam Rapat Paripurna Khusus DPRD, ia memilih mundur secara sadar. Menurut Ans, keputusan itu menunjukkan kedewasaan politik dan kejujuran pada diri sendiri.
Upaya berikutnya pada Pilkada 2009โ2014 bersama Taufik Nampira belum membuahkan hasil. Baru pada Pilkada 2014โ2019, Amon Djobo terpilih sebagai Bupati bersama Imran Duru, dan terpilih kembali untuk periode 2019โ2024. Namun ujian berat datang: wafatnya Wakil Bupati Imran Duru pada Mei 2023, kemudian pengunduran diri Djobo pada September 2023, menutup bab kepemimpinan yang telah dijalani dengan integritas dan dedikasi tinggi.
Empat Pilar Manajemen dan Warisan Teladan
Ans Takalapeta menyoroti bahwa Amon Djobo telah mengemban keempat fungsi manajemen pemerintahan secara utuh: planning di Bappeda, organizing sebagai Asisten Sekda, actuating sebagai Camat dan Kepala Badan/Dinas, serta controlling yang melekat sepanjang kariernya. โIa menjalani semua itu dengan kesungguhan, sehingga jabatan Bupati dua periode bukan sekadar gelar, tapi puncak dari proses panjang belajar dan bekerja,โ tulis Ans.
Kebiasaan Amon Djobo berjalan dari kampung ke kampung, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan memperhatikan kondisi desa-desa menjadi warisan teladan bagi generasi penerus. โPengabdian seperti ini, dalam keterbatasan dan ketidaksempurnaan manusia, tetap memberikan sesuatu yang berarti bagi daerah,โ imbuh Ans.
Menghadap Sang Pencipta
Kini, Amon Djobo telah berpulang, meninggalkan keluarga: istri Beth dan putri Tesa, serta seluruh masyarakat Alor yang mengenang jasanya. Ans menutup catatan reflektifnya dengan doa dan penghiburan bagi keluarga, sambil menegaskan bahwa warisan pengabdian Amon Djobo tetap hidup: sebagai ingatan, teladan, dan inspirasi bagi generasi penerus Alor.
โKisah Amon Djobo bukan hanya soal karier politik. Ia adalah contoh bagaimana pemimpin dibentuk melalui pengalaman, disiplin, dan integritas. Itulah warisan sejati yang akan terus hidup di hati masyarakat Alor,โ tulis Ans menutup kisahnya.*/teguhtakalapeta/llt













Komentar