BANTUL,SELATANINDONESIA.COM โ Kuda muda bernama Naga Selatan bersiap menorehkan babak penting dalam kariernya. Pada ajang Piala Raja Paku Alam 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 14 Juni 2026 mendatang, Naga Selatan akan turun pada kelas prestisius A Sprint 1.300 meter. Salah satu nomor yang selalu menjadi magnet perhatian pencinta pacuan kuda nasional. Ajang ini merupakan bagian dari kalender nasional pacuan kuda Indonesia musim 2026.
Bagi Sumba Timur, penampilan Naga Selatan bukan sekadar partisipasi. Kuda milik Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Timur, Umbu Aryad Tunggudjama, itu hadir membawa identitas daerah yang selama turun temurun dikenal sebagai salah satu lumbung kuda terbaik di Nusantara.
โIni adalah kelas yang sangat bergengsi. Naga Selatan akan membawa nama NTT dan Sumba untuk bersaing dengan kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia,โ ujar Umbu Aryad, Rabu (10/6/2026).
Lintasan Bantul bukan arena yang asing bagi Naga Selatan. Saat masih menggunakan nama Spectra Davinci, ia pernah mencicipi atmosfer kompetisi besar dan berhadapan dengan sejumlah kuda papan atas seperti Derby Dominator dan Bintang Maja. Pengalaman itu menjadi modal berharga menjelang pertarungan yang diprediksi berlangsung ketat akhir pekan ini.
Di atas kertas, Naga Selatan memiliki silsilah yang menjanjikan. Kuda kelahiran 19 Januari 2022 tersebut merupakan generasi G6 dengan komposisi darah Thoroughbred mencapai 98 persen. Ia merupakan hasil persilangan pejantan Da Vinci Eclips dengan induk Aurora Nagari, kombinasi yang melahirkan karakter kecepatan sekaligus daya tahan di lintasan.
Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah merebut gelar juara pada kelas 1.200 meter ketika masih berusia dua tahun. Capaian itu membuat namanya mulai diperhitungkan dalam peta persaingan pacuan kuda nasional.
Tantangan yang menanti tentu tidak ringan. Pada kelas A Sprint 1.300 meter, Naga Selatan akan berhadapan dengan kuda-kuda unggulan dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Kalimantan Selatan. Persaingan antardaerah tersebut menjadi gambaran meningkatnya kualitas kompetisi pacuan kuda Indonesia dalam beberapa musim terakhir.
Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang memberikan apresiasi sekaligus berbangga. Ia bahkan akan hadir langsung di Bantul untuk memberikan dukungan. Menurutnya, keikutsertaan Naga Selatan memiliki makna lebih luas daripada sekadar mengejar podium.
โIni menjadi catatan sejarah tersendiri. Ada putra-putra muda dari wilayah selatan Sumba Timur yang mampu tampil di level nasional. Kehadiran Naga Selatan menunjukkan bahwa NTT tetap menjadi salah satu kekuatan penting dalam dunia pacuan kuda Indonesia,โ katanya.
Kini, seluruh perhatian tertuju ke Bantul. Di lintasan sepanjang 1.300 meter itu, Naga Selatan akan berlari bukan hanya untuk mengejar garis finis terdepan, tetapi juga untuk membawa kebanggaan masyarakat Sumba dan Nusa Tenggara Timur. Jika mampu tampil sesuai potensinya, kuda muda tersebut berpeluang menjadi salah satu kejutan terbesar pada Piala Raja Paku Alam 2026.*/llt



Komentar