ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM โ Di bawah langit pagi Atambua yang cerah, halaman Kantor Bupati Belu dipenuhi ratusan pelajar berseragam rapi. Mereka berdiri tegap mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni. Di podium utama, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan arah baru pendidikan nasional: transformasi menuju pembelajaran mendalam dan merata bagi semua.
Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Lay menegaskan bahwa Hardiknas adalah momentum untuk kembali meneguhkan hakikat pendidikan sebagai upaya โmemanusiakan manusiaโ. Sejalan dengan amanat konstitusi dan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.
Pemerintah, melalui kebijakan yang disampaikan dalam amanat tersebut, menempatkan transformasi pendidikan sebagai prioritas utama. Sedikitnya lima agenda strategis menjadi penopang arah kebijakan nasional.
Pertama, revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi sekolah melalui penyediaan sarana modern seperti Papan Interaktif Digital (PID). Langkah ini diharapkan menghadirkan ruang belajar yang lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Kedua, peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Pemerintah memberikan dukungan berupa beasiswa bagi guru yang belum menempuh pendidikan sarjana, pelatihan berkelanjutan, serta peningkatan tunjangan dan insentif bagi guru honorer.
Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui budaya sekolah yang aman, sehat, rapi, dan indah (ASRI), sekaligus memperkuat program pencegahan perundungan serta pembiasaan positif seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran dengan penekanan pada literasi, numerasi, dan STEM, serta evaluasi melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat ukur mutu pendidikan.
Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus, agar tidak ada peserta didik yang tertinggal dari layanan pendidikan.
Usai membacakan amanat menteri, Bupati Willybrodus Lay menyampaikan pesan yang lebih membumi dan dekat dengan realitas masyarakat Belu. Di tengah tantangan ekonomi, ia mengajak guru, siswa, dan masyarakat untuk menanam pohon kelapa sebagai investasi jangka panjang.
โIni bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan. Kelapa akan menjadi sumber pangan, sumber ekonomi, sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,โ ujar Bupati Willy Lay dalam sambutannya.
Ia juga menggaungkan gerakan โIndonesia Bersihโ, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dari sekolah hingga desa-desa. Menurutnya, kebersihan merupakan wajah peradaban, terlebih bagi Kabupaten Belu yang disebutnya sebagai โberanda depan Indonesiaโ.
Upacara Hardiknas ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Belu, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, ASN, serta ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD hingga SLTA. Suasana khidmat sekaligus semarak itu menjadi penanda bahwa pendidikan di daerah perbatasan ini terus bergerak menuju arah yang lebih modern, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai lokal.*/prokopimbelu/llt













Komentar