G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Olahraga
Beranda / Olahraga / Final Karya Cup, Umbu Rudi Kabunang Bidik Prestasi Kuda Sumba Menuju PON XXII 2028

Final Karya Cup, Umbu Rudi Kabunang Bidik Prestasi Kuda Sumba Menuju PON XXII 2028

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang saat final Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (29/6/2026). foto;john

LEWA,SELATANINDONESIA.COMย โ€” Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi menjadi bagian dari proses besar menyiapkan kuda dan joki terbaik Sumba untuk menembus panggung olahraga nasional hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Hal itu ditegaskan Anggota DPR RI sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, saat menghadiri penutupan Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 di Arena Pacuan Kuda Malelu-Laitena, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (29/6/2026).

Menurut Umbu Rudi Kabunang, seluruh rangkaian pacuan kuda yang digelar di Sumba merupakan bagian dari proses seleksi berjenjang untuk melahirkan atlet, joki, dan kuda pacu yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Pacuan kuda yang diselenggarakan ini adalah bagian dari proses seleksi. Tujuan yang lebih besar adalah bagaimana kuda-kuda Sumba bisa masuk pada level kejuaraan nasional hingga PON XXII Tahun 2028. Itulah target yang saya canangkan dan kini mulai tercapai. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita terus melakukan penguatan melalui penyelenggaraan pacuan di tingkat kecamatan, kabupaten, kejuaraan nasional, Pra PON hingga PON,” ujar Umbu Rudi.

Ia menegaskan, seluruh tahapan kompetisi tersebut menjadi proses seleksi yang harus terus diikuti oleh para pemilik kuda dan joki untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.

“Kita harus bersama-sama mengikuti seluruh proses pacuan kuda karena inilah proses seleksi bagi joki maupun kuda. Pembinaan tidak bisa instan, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan,” katanya.

Aklamasi Tanpa Riak untuk Andreas Paru, Alain Niti Susanto: Golkar Harus Hadir di Tengah Rakyat

Lebih lanjut, Umbu Rudi mengatakan pembinaan saat ini dimulai dari tingkat kecamatan sebagai fondasi untuk melahirkan atlet, joki, dan kuda pacu yang siap bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.

“Kita berusaha menggelar pacuan tingkat kecamatan untuk mempersiapkan atlet, joki, dan kuda. Selanjutnya mereka akan mengikuti Bupati Sumba Barat Cup, kemudian melalui proses seleksi menuju Kejuaraan Nasional. Setelah itu kita merekomendasikan kepada KONI untuk mencari bibit-bibit terbaik yang nantinya diusulkan mengikuti PON XXII Tahun 2028. Jadi seluruh rangkaian ini merupakan ajang pembinaan,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan terhadap atlet dan kuda, tetapi juga pada sarana pertandingan agar memenuhi standar nasional.

“Saat ini kita berada dalam tahapan pembinaan sekaligus mulai memperbaiki lintasan pacuan agar sesuai dengan persyaratan nasional. Dengan demikian kuda-kuda kita akan terbiasa berlari di lintasan yang sesuai standar PON sehingga ketika tampil di tingkat nasional mereka sudah mampu beradaptasi,” ujarnya.

Sebagai Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Umbu Rudi menegaskan pihaknya akan mengajukan kepada KONI agar atlet berkuda dan kuda-kuda pacu berprestasi asal Nusa Tenggara Timur masuk dalam sistem pembinaan resmi menuju ajang nasional.

Wabup Domi Mere Nahkodai Golkar Ende, Alain Niti Susanto Minta Partai Segera Konsolidasi hingga Akar Rumput

“Ke depan saya akan mengajukan kepada KONI agar atlet dan kuda berprestasi masuk dalam proses seleksi dari bawah dengan memenuhi seluruh persyaratan sesuai regulasi. Kita juga akan terus membenahi sistem pertandingan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk secara bertahap menyesuaikan standar lintasan pacuan. Dengan begitu, kuda-kuda Sumba yang sudah memiliki pengalaman bertanding akan siap melangkah ke Kejurnas hingga PON,” tegasnya.

Umbu Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan olahraga pacuan kuda di daerah.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang telah bersama-sama dengan kami dari FN PORDASI Pacu NTT dan FN PORDASI Pacu Sumba Timur melihat besarnya potensi kuda masyarakat serta tingginya animo masyarakat terhadap olahraga pacuan kuda. Dengan dukungan Bupati Sumba Timur selaku Ketua KONI, kita optimistis dapat mengangkat kuda-kuda lokal Sumba tampil pada Kejuaraan Nasional hingga PON,” ungkapnya.

Sementara itu, turnamen yang selama sepekan menyedot perhatian ribuan masyarakat tersebut resmi ditutup oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Maramba Memang, S.Pt., mewakili Bupati Sumba Timur.

Acara penutupan di Arena Pacuan Kuda Malelu-Laitena turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur Umbu Aldi Rihi, Camat Lewa Robert M.U.D.J. Praing, Camat Lewa Tidahu Agustinus Ndakularak, perwakilan Kapolres Sumba Timur, perwakilan Dandim 1601/Sumba Timur, Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur yang juga Sekretaris Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Timur Herman Unamet, Bendahara FN Pordasi Pacu Sumba Timur Martinus Umbu Hiwa, unsur pemerintah daerah, tokoh adat, para pemilik kuda, joki, dan ribuan masyarakat pencinta pacuan kuda.

Golkar Kota Kupang Buka Pendaftaran Calon Ketua, Regenerasi Kepemimpinan Mulai Menghangat

Dalam kesempatan tersebut, Umbu Rudi Kabunang juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Turnamen Karya Cup 2026.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Penyelenggara Mamu Yakub, Mamau Tinus, Kepala Desa Watumelar Umbu Nuku Hamba Ora, serta Panitia Penyelenggara Umbu Ndata, SH, beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan turnamen ini. Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak,” katanya.

Debu yang beterbangan di lintasan Malelu-Laitena perlahan mengendap ketika derap terakhir kuda-kuda pacu berhenti. Namun, semangat yang mengiringi Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 justru memasuki babak baru. Dari arena di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur itu, dua kuda terbaik dipastikan melangkah menuju Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat.

Turnamen Karya Cup tahun ini mencatat antusiasme tinggi. Sebanyak 345 ekor kuda dari berbagai kelas ambil bagian, menjadikannya salah satu turnamen terbesar yang digelar di Pulau Sumba sepanjang tahun ini. Kehadiran ratusan peserta turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kecil memenuhi kawasan arena, peternak kuda bertemu calon pembeli, sementara ribuan penonton datang dari berbagai wilayah di Sumba untuk menyaksikan setiap heat perlombaan.

Dalam sambutan penutupan, Umbu Maramba Memang menegaskan bahwa pacuan kuda merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Sumba. Menurutnya, manfaat pacuan kuda kini telah berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik wisata budaya yang perlu terus didukung melalui penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas sebagai fondasi pembinaan olahraga berkuda. Kepada para pemenang disampaikan apresiasi, sementara peserta yang belum berhasil didorong untuk terus berlatih menghadapi kompetisi berikutnya.

Pada kelas bergengsi Pemula I, Pevita First tampil sebagai juara pertama setelah unggul pada partai final. Posisi kedua diraih Gas Pool, disusul Mimpi Manis di peringkat ketiga dan Queen Starla di posisi keempat.

Berakhirnya Karya Cup 2026 menjadi awal perjalanan panjang pembinaan pacuan kuda Sumba. Dari lintasan tanah Malelu-Laitena, harapan besar kini diarahkan agar kuda-kuda lokal, para joki muda, dan atlet berkuda asal Sumba mampu mengharumkan nama daerah pada Kejuaraan Nasional, Pra PON, hingga PON XXII Tahun 2028 melalui sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.*/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement