Orang Adonara Diminta Menahan Diri, Persaudaraan Adat Ditekankan Pascakonflik di Adonara Timur
ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – ย Ketegangan yang kembali terjadi di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Di tengah situasi yang masih dijaga aparat keamanan, tokoh masyarakat dan aparat kepolisian sama-sama menyerukan pentingnya menahan diri serta mengedepankan persaudaraan adat sebagai jalan penyelesaian konflik.
Ketua Ikatan Keluarga Lamaholot-Kupang, Don Arakian, Minggu (10/5/2026), mengatakan masyarakat perlu memahami karakter orang Adonara yang dikenal tegas dan keras, terutama ketika menyangkut harga diri dan martabat komunitasnya. Namun, menurut dia, budaya Adonara tidak hanya mengenal pertikaian, melainkan juga memiliki tradisi kuat dalam membangun perdamaian dan persaudaraan.
โOrang Adonara boleh keras, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Dalam hukum adat kita, ada perang, tetapi ada juga damai. Di situlah kebijaksanaan para pemangku adat dibutuhkan,โ ujar Don Arakian.
Ia menekankan, dalam tradisi masyarakat Adonara, perdamaian tidak cukup diwujudkan melalui kesepakatan formal semata. Perdamaian harus menghadirkan pemulihan hubungan sosial dan penghormatan terhadap martabat kedua belah pihak.
Menurut Don, masyarakat Adonara pada dasarnya menjunjung tinggi solidaritas kekeluargaan. Karena itu, setiap konflik yang terjadi tidak boleh memutus tali persaudaraan antarlewo yang telah diwariskan turun-temurun.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya langkah antisipatif aparat keamanan dalam mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini. Kerja intelijen dan pendekatan sosial, menurut dia, perlu diperkuat agar konflik serupa tidak terus berulang di wilayah tersebut.
Sementara itu, situasi keamanan di Adonara Timur hingga Minggu malam dilaporkan masih dalam pengamanan ketat aparat gabungan TNI dan Polri. Sebanyak 157 personel diterjunkan untuk menjaga kondisi tetap kondusif pascakonflik yang menyebabkan sejumlah warga terluka dan bangunan rusak.
Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas Eliezer A. Kalelado, mengatakan kehadiran aparat di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan rasa aman bagi seluruh warga.
โKami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi,โ kata Eliezer.
Menurut dia, aparat keamanan terus melakukan pendekatan persuasif dan koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan dan mempercepat pemulihan hubungan sosial warga.
Polres Flores Timur juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya musyawarah dan semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Adonara.
Data sementara hingga Minggu (10/5/2026) malam mencatat lima orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 12 bangunan dilaporkan rusak berat, terdiri dari 10 rumah warga, satu apotek, dan satu kios.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, harapan akan perdamaian kini bertumpu pada kemampuan seluruh pihak menjaga kesejukan, menahan emosi, dan mengutamakan persaudaraan adat di atas segala perbedaan.*/llt













Komentar