TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COMย โ Lanskap pariwisata di pesisir barat daya Pulau Sumba bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Costa Hotels Sumba untuk pembangunan hotel bertaraf internasional di Desa Kenduwela, Kecamatan Kodi Utara.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi penanda awal masuknya investasi sektor perhotelan bernilai sekitar Rp22 miliar, dengan rencana pembangunan hotel berkapasitas 36 kamar di kawasan yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat namun belum tergarap optimal.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menyebut investasi ini sebagai momentum penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis pariwisata. Ia menekankan bahwa kehadiran investor harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
โPariwisata memiliki efek berganda. Ia menggerakkan usaha kecil, meningkatkan pendapatan daerah, dan membuka peluang kerja baru. Karena itu, kami menyambut baik investasi ini selama tetap berpihak pada masyarakat dan mematuhi aturan yang berlaku,โ ujarnya.
Turut hadir Asisten III Setda SBD Enos Eka Dede, Wakil Ketua DPRD SBD Thomas Tanggu Dendo, Kepala DPMPTSP Gerson Dua Ate, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab SBD, Camat Kodi Utara, Kapolsek Kodi Utara, serta tamu undangan lainnya.
Dari pihak investor, Direktur Utama PT Costa Hotels Sumba, Humphrey Quenet, menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya membangun fasilitas akomodasi, tetapi juga terlibat dalam penguatan komunitas lokal. Program pelatihan tenaga kerja, pembinaan generasi muda, hingga kampanye kebersihan lingkungan menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata berkelanjutan di Kodi Utara.
โKami ingin tumbuh bersama masyarakat Sumba Barat Daya, bukan hanya sebagai investor, tetapi juga mitra dalam pengembangan destinasi,โ kata Quenet.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan. Selain penyerapan tenaga kerja lokal, kontribusi pajak daerah serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi syarat penting agar investasi ini benar-benar memberi manfaat luas.
Seiring rencana pembangunan yang akan segera direalisasikan, Kodi Utara diproyeksikan menjadi salah satu simpul baru pariwisata Sumba. Kawasan yang selama ini relatif tenang itu kini mulai dilirik sebagai destinasi potensial di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap keindahan alam dan budaya Sumba.
Pemerintah daerah berharap, langkah ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik berupa hotel, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah selatan Indonesia Timur tersebut.*/kominfoSBD/llt













Komentar