ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM โPemerintah Kabupaten Belu menandai langkah baru dalam upaya mempercepat pembangunan daerah perbatasan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Nota kesepahaman (MoU) itu diteken oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Rektor UKAW Kupang Prof. Dr. Ir. Godilef F. Neonufa, MT di Kantor Bupati Belu, Rabu pekan lalu, membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyebut kerja sama tersebut sebagai momentum penting bagi daerahnya untuk beranjak lebih maju. Di tengah posisinya sebagai wilayah perbatasan, Belu diharapkan tidak lagi tertinggal, melainkan mampu tumbuh sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
โIni bukan sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi awal dari langkah bersama untuk membawa Belu berkembang lebih cepat. Kami membutuhkan pendampingan, terutama dalam riset dan penguatan sumber daya manusia,โ ujar Bupati Willybrodus.
Ia menilai, keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan pembangunan berbasis data dan inovasi. Dalam kerja sama ini, UKAW diharapkan tidak hanya berperan dalam pengembangan pendidikan, tetapi juga mendorong penelitian terapan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu fokus yang disorot adalah pengembangan sistem pendidikan berbasis hybrid serta penguatan sektor logistik perdagangan internasional. Pemerintah Kabupaten Belu bahkan menargetkan wilayahnya dapat diusulkan sebagai kawasan perdagangan bebas guna mempercepat arus ekspor dan impor.
โKalau ini terwujud, Belu tidak hanya dikenal sebagai kota perbatasan, tetapi juga sebagai simpul perdagangan. Dampaknya akan terasa langsung pada peningkatan pendapatan daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat,โ katanya.
Di sektor ekonomi riil, pemerintah daerah tengah mendorong pengembangan komoditas unggulan, seperti porang atau maekbako, yang dinilai memiliki nilai ekspor tinggi seiring meningkatnya tren pangan rendah karbohidrat di pasar global. Selain itu, komoditas kelapa dan kopi juga terus dikembangkan melalui pola pertanian terintegrasi.
Ketersediaan fasilitas pengolahan di Kupang menjadi salah satu faktor pendukung yang dinilai strategis, terutama dalam menjaga rantai produksi tetap efisien hingga tahap ekspor.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran lapangan. Pemerintah daerah berharap, kehadiran akademisi dan mahasiswa dapat memperkuat promosi potensi Belu ke tingkat yang lebih luas.
Sejumlah pejabat daerah, mulai dari penjabat sekretaris daerah hingga pimpinan organisasi perangkat daerah, turut menghadiri penandatanganan tersebut. Bagi Pemerintah Kabupaten Belu, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada dokumen, melainkan berlanjut pada program nyata yang berdampak bagi masyarakat.*/prokopimBelu/llt













Komentar