Bupati Rote Ndao dan Hisnawa NTT Bahas Solusi Kelangkaan BBM, Kapal Pengangkut Akhirnya Tiba
KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bergerak cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Jumat (16/1/2026), bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hisnawa) NTT, F.X. Alain Niti Susanto, yang juga merupakan salah satu transportir BBM ke Pulau Rote dan Sabu.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penanganan distribusi BBM serta langkah-langkah strategis untuk memastikan pasokan kembali normal di tengah kendala cuaca ekstrem yang memengaruhi pelayaran. Bupati Paulus Henuk menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman BBM bukan disebabkan oleh kendala suplai, melainkan faktor keselamatan pelayaran akibat larangan berlayar yang diberlakukan otoritas terkait.
โDistribusi BBM memang sempat tertahan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Namun pemerintah daerah terus berkoordinasi agar pasokan segera masuk dan kebutuhan masyarakat tetap terjamin,โ kata Paulus Henuk.
Ia menegaskan, situasi kelangkaan BBM tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Bupati meminta aparat keamanan dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM, khususnya BBM subsidi.
โSaya tegaskan, tidak boleh ada penimbunan maupun penjualan BBM di atas harga yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, aparat diminta bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,โ ujar Paulus.
Sementara itu, Ketua Hisnawa NTT F.X. Alain Niti Susanto menyampaikan bahwa kapal pengangkut BBM sebenarnya telah siap berlayar sejak beberapa hari lalu. Kapal sudah melakukan pengisian dan bersiaga, namun harus menunggu hingga larangan berlayar dicabut.
โBegitu larangan berlayar dibuka, kapal langsung diberangkatkan. Semalam kapal sudah berangkat dan pagi ini telah tiba di Rote,โ kata Alain kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (17/1/2026).
Selain membahas pengiriman BBM, pertemuan tersebut juga menyoroti pola penyaluran dan pengawasan BBM di Kabupaten Rote Ndao. Pemerintah daerah dan Hisnawa NTT sepakat pentingnya memperketat pengawasan di tingkat distribusi dan pengecer agar BBM subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, tanpa praktik penimbunan atau permainan harga.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap, dengan masuknya kembali pasokan BBM dan penguatan pengawasan, stabilitas distribusi dan harga BBM di wilayah kepulauan tersebut dapat segera pulih, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik di sektor energi.*/llt













Komentar