KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah tuntutan transformasi industri perbankan daerah, Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memilih menaruh penekanan pada satu hal yang dianggap paling mendasar yaitu kepercayaan. Dari ruang Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026) sore, pesan itu disampaikan saat ia melantik Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT.
Pelantikan itu bukan sekadar pergantian pejabat direksi. Pemerintah Provinsi NTT ingin memastikan laju modernisasi Bank NTT tetap berada dalam koridor tata kelola yang sehat. Di hadapan para kepala daerah, pimpinan otoritas perbankan, dan jajaran direksi BUMD, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa fungsi kepatuhan kini menjadi titik krusial di tengah ekspansi layanan digital dan pertumbuhan bisnis perbankan daerah.
โDalam dunia perbankan, kepercayaan adalah modal utama,โ kata Gubernur Melki. Ia menegaskan, fungsi kepatuhan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap administratif, melainkan fondasi utama yang menjaga integritas lembaga keuangan.
Menurut Gubernur Melki, tantangan bank daerah saat ini bukan hanya memperbesar aset dan memperluas jaringan layanan, melainkan memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai regulasi, prinsip kehati-hatian, serta manajemen risiko yang kuat. Karena itu, ia meminta jajaran direksi baru mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan integritas.
โBPD NTT harus semakin modern, semakin digital, semakin inklusif, dan semakin dipercaya masyarakat. Tetapi inovasi harus berjalan bersama kepatuhan,โ ujarnya.
Revi Adiana Silawati datang dengan rekam jejak panjang di industri perbankan. Perempuan kelahiran Solo itu menghabiskan sekitar 30 tahun kariernya di Bank Jatim, sebelum terakhir menjabat sebagai Dewan Pengawas Dana Pensiun Pegawai Bank Jatim. Ia menggantikan Christofel Adoe yang sebelumnya diberhentikan melalui keputusan RUPS Luar Biasa Bank NTT Tahun 2026.
Masuknya Revi ke jajaran direksi Bank NTT juga menandai semakin eratnya implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) antara Bank NTT dan Bank Jatim. Skema kerja sama itu sebelumnya didorong untuk memperkuat modal inti, transformasi digital, serta peningkatan kapasitas tata kelola bank daerah di NTT.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wagub NTT Johni Asadoma, pimpinan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, anggota DPRD NTT, serta para bupati dan wakil bupati se-NTT.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, penguatan direksi Bank NTT bukan hanya agenda korporasi. Bank daerah itu diposisikan sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi lokal, terutama dalam memperluas akses pembiayaan UMKM, memperkuat layanan keuangan digital, dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.*/ab/llt













Komentar