TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya resmi menjalin kerja sama dengan PT Sumba Dikira Rafting untuk mengembangkan wisata arung jeram di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur. Kolaborasi ini menandai langkah baru dalam diversifikasi pariwisata berbasis alam di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di lokasi wisata Sungai Dikira, Jumat (1/5/2026) setelah rangkaian kegiatan uji coba arung jeram yang diikuti langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam kegiatan tersebut, rombongan menelusuri aliran sungai dari titik awal hingga garis akhir lintasan rafting, menyusuri arus deras yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Direktur PT Arum Jeram, Mukhlas Rofio, juga hadir sebagai bagian dari tim pengembang destinasi wisata tersebut.
Di sela kegiatan, suasana tampak cair dan penuh antusiasme. Para pejabat daerah terlihat menikmati tantangan arus Sungai Dikira yang dinilai memiliki karakteristik ideal untuk olahraga arung jeram tingkat pemula hingga menengah.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyebut kehadiran wisata arung jeram di Sungai Dikira sebagai terobosan penting bagi sektor pariwisata daerah. Menurutnya, ini bukan hanya sekadar destinasi baru, tetapi juga simbol transformasi pariwisata Sumba yang mulai bergerak ke arah wisata petualangan berbasis alam.
โIni adalah langkah maju bagi sektor pariwisata kita. Kehadiran rafting di Desa Dikira menjadi kebanggaan tersendiri karena merupakan yang pertama di Sumba, bahkan di Nusa Tenggara Timur,โ ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan wisata ini diharapkan mampu memperluas daya tarik Sumba Barat Daya yang selama ini dikenal dengan lanskap savana, budaya megalitik, dan tradisi adat yang kuat. Kehadiran wisata arung jeram dinilai dapat melengkapi portofolio pariwisata daerah dengan pengalaman wisata yang lebih aktif dan menantang.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan destinasi baru ini. Bupati mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan sungai menjadi kunci utama keberlangsungan wisata.
โSaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga sungai ini agar tetap bersih dan lestari. Jika lingkungan terjaga, maka wisata ini akan terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,โ katanya.
Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah berharap investasi pariwisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di Desa Dikira dan sekitarnya.
Dengan dimulainya pengembangan arung jeram Sungai Dikira, Sumba Barat Daya menempatkan diri dalam peta baru wisata petualangan di Indonesia timur, melengkapi citra Sumba sebagai destinasi eksotis yang terus berevolusi, dari lanskap budaya menuju pengalaman alam yang lebih dinamis.*/diskominfoSBD/llt













Komentar