GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Nusantara
Beranda / Nusantara / Bupati Rote Ndao: Puluhan Paus Terdampar di Rote, 18 Ekor Mati dan Dikuburkan Massal

Bupati Rote Ndao: Puluhan Paus Terdampar di Rote, 18 Ekor Mati dan Dikuburkan Massal

Seekor dari puluhan paus pilot yang mati terdampar di Pantai Mbafokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya ditemukan warga pada Selasa (10/3/2026). Foto:Dok.PH

BAโ€™A,SELATANINDONESIA.COM โ€” Puluhan paus pilot terdampar di pesisir barat daya Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Hingga Selasa (10/3/2026), sedikitnya 18 ekor paus dilaporkan mati, sementara sebagian lainnya berhasil diselamatkan setelah digiring kembali ke perairan yang lebih dalam.

Bupati Paulus Henuk mengatakan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan masyarakat masih terus melakukan penanganan di lokasi kejadian. Bangkai paus yang ditemukan mati saat ini sedang dievakuasi untuk dikuburkan secara massal guna mencegah pencemaran lingkungan di sekitar pantai.

โ€œUntuk sementara ada 18 ekor paus yang ditemukan mati. Saat ini sedang dilakukan proses evakuasi dan penggalian lubang oleh pemerintah daerah untuk penguburan massal,โ€ kata Paulus saat dihubungi SelatanIndonesia.com, Selasa (10/3/2026) siang.

Peristiwa terdamparnya puluhan paus itu terjadi di Pantai Mbafokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya pada Senin (9/3/2026) malam. Sejak malam hingga dini hari, warga setempat bersama aparat berupaya mengevakuasi paus yang terdampar di perairan dangkal.

Menurut Bupati Paulus, sebagian besar paus yang masih hidup berhasil diselamatkan setelah dilakukan upaya penggiringan menuju perairan yang lebih dalam. Namun, sejumlah paus tidak dapat diselamatkan karena kondisi yang sudah terlalu lemah.

Restu Dupe Menyulam Arah Baru: Rakerda HIPMI NTT dan Forbisda Menghidupkan Asa Pengusaha Muda

Pemerintah daerah mengerahkan alat berat berupa excavator untuk menggali lubang di sekitar lokasi pantai guna menguburkan bangkai paus. Proses penguburan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Laut dari Lanal Pulau Rote, kepolisian, serta masyarakat setempat.

โ€œSifatnya masih sementara karena tim masih melakukan pengecekan di beberapa lokasi lain di sekitar wilayah tersebut,โ€ ujar Bupati Paulus.

Sementara itu, Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang, Imam Fauzi, mengatakan laporan awal menyebutkan lebih dari 50 ekor paus pilot terdampar sejak Senin malam sekitar pukul 21.45 Wita hingga Selasa dini hari.

Petugas konservasi bersama aparat keamanan dan masyarakat kini masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan paus yang masih berada di perairan dangkal dapat kembali ke laut lepas. Beberapa paus dilaporkan masih terlihat di sekitar kawasan tersebut.

โ€œPetugas kami sedang menuju lokasi untuk melakukan pengecekan langsung. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah proses penanganan di lapangan,โ€ kata Imam dilansir dari Kompas.com.

Diduga Keracunan MBG, Lebih dari 100 Anak di Sumba Tengah Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Peristiwa terdamparnya Paus pilot secara massal bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir Indonesia. Mamalia laut yang hidup berkelompok ini kerap terdampar karena berbagai faktor, seperti gangguan navigasi, kondisi kesehatan salah satu anggota kelompok, atau mengikuti mangsa hingga masuk ke perairan dangkal.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pemantauan di sepanjang pesisir Kecamatan Rote Barat Daya untuk memastikan tidak ada paus lain yang kembali terdampar. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat setempat untuk segera melapor jika menemukan paus yang masih hidup maupun yang mati di sekitar wilayah pantai.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement