ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – Di bawah bayang-bayang Gunung Ile Boleng yang berdiri kokoh di ufuk timur Adonara, denyut sepak bola Flores Timur kembali menemukan panggungnya. Apebuan Cup II 2026 resmi bergulir mulai Sabtu (30/5/2026) di Stadion Sukutokan, Kecamatan Klubagolit, Adonara, Kabupaten Flores Timur dengan menghadirkan 30 tim terbaik dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.
Turnamen yang dalam dua tahun terakhir menjelma menjadi magnet sepak bola akar rumput itu tak sekadar menawarkan persaingan antartim. Apebuan Cup II kini tumbuh menjadi ruang pertemuan gengsi, identitas kampung, dan semangat kolektif masyarakat pesisir Flores Timur.
Sorotan utama kembali mengarah kepada Muhammadiyah FC asal Kota Kupang. Sang juara bertahan datang membawa reputasi besar sekaligus tekanan tinggi untuk mempertahankan mahkota yang mereka rebut pada edisi pertama tahun lalu.
Laskar Sang Surya, demikian julukan mereka, dikenal sebagai tim dengan kultur juara yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, Muhammadiyah FC membangun dominasi lewat kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Gelar juara Faperta Cup Undana selama tiga musim beruntun sejak 2023 menjadi bukti konsistensi mereka menjaga level permainan.
Namun, mempertahankan gelar di sepak bola tak pernah semudah merebutnya.
Tahun ini, para penantang datang dengan kekuatan baru dan ambisi yang jauh lebih besar.
Dari Lembata, PS Roko kembali menyeberangi laut menuju Adonara dengan membawa mimpi yang belum selesai. Pada Apebuan Cup I 2025, mereka tampil sebagai kejutan terbesar dengan menembus posisi ketiga. Kini, Laskar Beliung Tuak Wutun datang bukan lagi sebagai tim kuda hitam, melainkan ancaman nyata bagi tim-tim unggulan.
Energi PS Roko lahir dari karakter bermain mereka yang keras, cepat, dan pantang menyerah. Dukungan Roko Mania juga menjadi elemen penting yang membuat tim asal Ile Ape, Kabupaten Lembata itu selalu tampil dengan emosi pertandingan yang menyala.

Jadwal Apebuan Cup II 2026. Dok: Panita/AFN
Sementara itu, Amposh FC membawa status berbeda. Klub asal Postoh, Larantuka, tersebut datang sebagai juara Liga 1 Askab PSSI Flores Timur 2025. Status itu menjadikan mereka salah satu tim yang paling diperhitungkan dalam perebutan trofi tahun ini.
Laskar Jantung Kota dikenal memiliki organisasi permainan yang matang serta disiplin kolektif yang kuat. Mereka juga memiliki pengalaman bertanding yang cukup di level lokal Flores Timur. Ketika tergabung di Grup B bersama Ampera, Perselaya, dan Stumbal, Amposh dipastikan langsung menghadapi tekanan sejak laga pertama.
Partai pembuka melawan Ampera pada Sabtu sore diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling emosional di awal turnamen.
Di tengah ketatnya persaingan antartim, bursa transfer lokal turut memberi warna tersendiri menjelang kick off Apebuan Cup II.
Perselaya Lamahala menjadi salah satu tim yang paling agresif memperkuat skuad. Finalis back to back Lazarus Laiskodat Memorial Cup di Pulau Semau itu berhasil mengamankan tiga pemain Perse Ende: Adi Atep, Muhajir, dan Zainal.
Kehadiran trio tersebut memberi sinyal jelas bahwa Red Dragon tidak datang sekadar meramaikan turnamen.
Adi Atep menawarkan kecepatan dan kreativitas dari sektor sayap. Muhajir menghadirkan ketenangan di lini belakang, sedangkan Zainal diharapkan menjadi pembeda di sektor serang Perselaya.
Pelatih Perselaya, Argo Ratuloli, tampak sedang membangun tim yang lebih seimbang: kuat dalam bertahan sekaligus agresif saat menyerang.
Selain nama-nama itu, perhatian publik juga tertuju kepada sejumlah pemain yang dipastikan tampil membela klub baru. Kasim Botan akan memperkuat Lebalewuk FC, tim yang dikenal dengan julukan The Black Panther. Sementara Pirlo Tokan dipastikan mengenakan seragam Ampera Kolipetung pada laga pembuka.
Di Flores Timur, sepak bola tidak pernah benar-benar sekadar pertandingan 90 menit.
Ia hidup dalam teriakan suporter di tribun sederhana, dalam perjalanan panjang antarpulau yang ditempuh pemain, dan dalam kebanggaan kampung yang dipertaruhkan setiap kali peluit dibunyikan.
Apebuan Cup II 2026 kembali menghadirkan semua itu; persaingan, emosi, dan harapan. Di sebuah lapangan kecil berlatar gunung dan laut yang untuk beberapa pekan ke depan akan menjadi pusat perhatian sepak bola Flores Timur.*/Ipul/AFN/llt



Komentar