LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COMโ Ketergantungan peternak di Lembata, Nusa Tenggara Timur, terhadap pasokan pakan dari luar daerah menjadi salah satu persoalan yang ingin diputus Pemerintah Kabupaten Lembata. Selain menekan biaya usaha peternak, pemerintah daerah kini mendorong produksi pakan berbasis bahan baku lokal sekaligus menyiapkan pasar untuk menyerapnya.
Peluang pembiayaan untuk membangun usaha tersebut dibicarakan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba Petrus Soba Lewar di Kantor Bank NTT Cabang Lewoleba, Jumat (28/8/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari konsolidasi pemerintah daerah dan perbankan untuk memperkuat program prioritas Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT).
Masalah pakan menjadi penting karena biaya dan kepastian pasokan merupakan bagian dari penentu keberlanjutan usaha peternakan. Ketika pakan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, peternak menghadapi risiko kenaikan biaya dan gangguan distribusi. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengurangi margin usaha peternak.
Pemerintah Kabupaten Lembata ingin mengubah persoalan itu menjadi peluang ekonomi. Bahan baku yang tersedia di daerah didorong untuk diolah menjadi pakan, kemudian dipasarkan kembali kepada peternak melalui ekosistem perdagangan lokal.
Di titik inilah Bank NTT diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi menjadi bagian dari rantai pembiayaan usaha. Dukungan perbankan diperlukan agar gagasan produksi pakan lokal dapat berkembang dari skala kelompok masyarakat menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki kapasitas produksi dan pasar yang lebih jelas.
Bagi pemerintah daerah, pembiayaan menjadi salah satu mata rantai penting. Produksi membutuhkan sarana dan bahan baku, sementara pelaku usaha juga membutuhkan modal kerja untuk mengolah, menyimpan, mendistribusikan, dan memasarkan produk. Tanpa dukungan pembiayaan, pengembangan pakan lokal berisiko berhenti pada produksi skala kecil.
Pasar Lamahora
Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyiapkan Pasar Lamahora di Lewoleba sebagai salah satu simpul pemasaran pakan ternak lokal. Pasar tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya produsen pakan, peternak, pedagang, dan konsumen.
Jika berjalan sesuai rencana, aktivitas tersebut berpotensi menciptakan rantai nilai baru di tingkat lokal. Bahan baku tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah melalui proses pengolahan sebelum dipasarkan.
Model semacam itu membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Selain produsen pakan, kegiatan tersebut dapat menghidupkan usaha pengadaan bahan baku, pengolahan, pengemasan, transportasi, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.
Dengan kata lain, pengembangan pakan lokal tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan ternak. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang menghubungkan sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan pembiayaan.
Bupati Kanisius menempatkan penguatan peternakan dalam kerangka pembangunan ekonomi produktif. Menurut pemerintah daerah, peningkatan populasi ternak saja tidak cukup apabila tidak diikuti ketersediaan pakan dan akses pasar yang memadai.
Karena itu, program Nelayan, Tani, dan Ternak didorong agar tidak berhenti pada intervensi produksi. Pemerintah ingin membangun rantai usaha dari hulu hingga hilir, termasuk memastikan produk yang dihasilkan masyarakat memiliki pasar dan pelaku usahanya mempunyai akses terhadap pembiayaan.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah, antara lain Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perikanan, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperindag, Plt. Kepala Dinas Sosial, Bagian Perekonomian Setda Lembata, serta Ketua PSE Santa Maria Banneux Lewoleba.
Bagi Lembata, tantangannya kini adalah mengubah gagasan tersebut menjadi model usaha yang berjalan. Produksi pakan harus memiliki bahan baku yang tersedia, teknologi dan sarana yang memadai, modal kerja, serta pasar yang mampu menyerap produk secara berkelanjutan.
Keterlibatan Bank NTT menjadi penting dalam konteks itu. Jika akses pembiayaan dapat dipertemukan dengan kebutuhan riil peternak dan pelaku usaha, pengembangan pakan lokal berpeluang menjadi lebih dari sekadar program pemerintah.
Pada akhirnya, keberhasilan agenda tersebut akan ditentukan oleh kemampuan membangun pasar dan membuat usaha pakan lokal kompetitif. Pasar Lamahora dapat menjadi salah satu titik awalnya, sementara dukungan pembiayaan perbankan menjadi salah satu pengungkit agar rantai ekonomi tersebut dapat berkembang.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap penguatan pakan lokal mampu mengurangi ketergantungan dari luar daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam daerah. Dengan demikian, sektor peternakan diharapkan bergerak dari usaha pemenuhan kebutuhan rumah tangga menuju sektor produktif yang mampu menciptakan pendapatan dan lapangan usaha baru bagi masyarakat.*/prokopimlbt/llt



Komentar