GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Hukrim Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / 104 Kuda di Mamboro Diselidiki, Polisi Telusuri Asal-usul dan Dokumen Kepemilikan

104 Kuda di Mamboro Diselidiki, Polisi Telusuri Asal-usul dan Dokumen Kepemilikan

Kapolres Sumba Tengah AKBP Richard , S.I.K.,

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Misteri keberadaan 104 ekor kuda di Kampung Landu Gasa, Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, belum menemukan titik terang. Kepolisian masih menyelidiki asal-usul dan status kepemilikan seluruh ternak tersebut setelah dua ekor di antaranya diduga merupakan kuda milik warga yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kapolres Sumba Tengah AKBP Richard, S.I.K., mengatakan, hingga Senin (31/8/2026) malam, penyelidikan masih berlangsung. “Penanganan kasus dugaan penyelundupan 102 ekor kuda di Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah masih tahap penyelidikan,” sebut Kapolres Richard.

Kapolres Richard mengatakan, fokus penyidik saat ini adalah memastikan asal-usul ternak, dokumen kepemilikan, serta kemungkinan keterkaitan kuda-kuda tersebut dengan laporan kehilangan ternak milik warga.

Dari 104 ekor kuda yang berada di lokasi penampungan, dua ekor telah lebih dahulu diamankan setelah warga menemukan ternak yang diduga miliknya di lokasi tersebut. Kedua kuda itu kemudian dibawa ke Polsek Umbu Ratu Nggay karena laporan polisi mengenai dugaan pencurian ditangani oleh polsek tersebut.

Richard mengatakan dirinya akan mendatangi Polsek Umbu Ratu Nggay pada Selasa (1/9/2026) untuk mengetahui perkembangan penyidikan atas laporan dua ekor kuda tersebut.

Melchias Markus Mekeng: Pemulihan Gempa Flores Jangan Berhenti Setelah Tanggap Darurat

โ€œBesok saya sendiri ke Polsek Umbu Ratu Nggay untuk mengetahui sampai mana dari penyidik,โ€ ujar Richard.

Berawal dari pencarian kuda yang hilang

Kasus ini mencuat setelah warga Kecamatan Umbu Ratu Nggay mencari ternak mereka yang dilaporkan hilang. Dalam pencarian tersebut, warga menemukan dua ekor kuda yang diduga milik mereka berada di lokasi penampungan di Mamboro.

Laporan kemudian dibuat ke kepolisian pada Sabtu (29/8/2026) malam. Polisi mendatangi lokasi dan meminta pihak penampung menunjukkan dokumen kepemilikan maupun bukti transaksi atas kedua kuda tersebut.

Namun, menurut keterangan kepolisian, dokumen kepemilikan dan bukti jual beli untuk dua ekor kuda itu belum dapat ditunjukkan. Kedua ternak tersebut selanjutnya diamankan dan diserahkan kepada Polsek Umbu Ratu Nggay untuk kepentingan penyelidikan.

โ€œSatu Hati, Satu Rasa untuk Floresโ€, Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Bantuan Rp 4 Miliar dari Fraksi Golkar DPR RI

Kepolisian juga telah meminta keterangan dari empat orang terkait keberadaan 104 ekor kuda tersebut. Pada Minggu (30/8/2026), Wakapolres Sumba Tengah, Kasat Reskrim, Kasat Intel, dan Kapolsek Mamboro turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Sementara itu, 102 ekor kuda lainnya masih berada di lokasi penampungan dan mendapat pengawasan personel Polsek Mamboro. Belum ada pihak yang ditahan dalam perkara tersebut.

Polisi minta warga mengecek ternaknya

Richard meminta masyarakat, khususnya pemilik kuda di wilayah Sumba, memeriksa kembali ternak mereka.

Jika ada kuda yang hilang, masyarakat diminta segera membuat laporan polisi. Langkah itu dinilai penting agar polisi dapat mencocokkan laporan kehilangan dengan fisik kuda yang saat ini berada di lokasi penampungan.

DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Gerak Cepat Polres Sumba Tengah, Warga Kehilangan Kuda Diminta Lapor Polisi

โ€œApakah ada yang hilang, kalau ada yang hilang segera laporkan, pasti akan kami tindak lanjuti,โ€ kata Richard.

Polisi juga akan memeriksa dokumen dan kelengkapan data seluruh kuda yang masih berada di lokasi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjawab apakah ternak diperoleh melalui transaksi jual beli yang sah atau memiliki kaitan dengan dugaan tindak pidana lainnya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, sebelumnya juga meminta masyarakat yang kehilangan ternak, khususnya kuda, segera melapor kepada polisi. Ia mengapresiasi respons Polres Sumba Tengah dalam menindaklanjuti temuan dua kuda yang diduga milik warga.

Muncul perbedaan keterangan soal status lalu lintas ternak

Di tengah penyelidikan polisi, muncul keterangan berbeda dari otoritas karantina mengenai aktivitas lalu lintas ternak di Mamboro.

Kepala Satuan Pelayanan Karantina Hewan Waikelo, drh. Verderika Lobo, sebagaimana diberitakan media pada Senin (31/8/2026), menyebut lalu lintas ternak melalui kawasan Mamboro berlangsung secara nonprosedural. Ia menyatakan wilayah tersebut belum menjadi pintu pengeluaran ternak resmi yang memiliki layanan karantina.

Menurut keterangan tersebut, Pulau Sumba memiliki pintu pengeluaran resmi melalui Waikelo dan Waingapu. Adapun Mamboro atau Kapulit disebut belum memiliki Satuan Pelayanan Karantina resmi.

Keterangan itu menambah dimensi baru dalam perkara 104 kuda tersebut. Sebab, persoalan yang semula bermula dari dugaan kepemilikan dua ekor kuda kini juga menyentuh aspek tata niaga dan lalu lintas ternak antardaerah.

Namun, keterangan otoritas karantina tersebut belum serta-merta menjadikan 104 ekor kuda itu sebagai barang bukti penyelundupan. Polisi masih harus membuktikan asal-usul setiap ternak, kepemilikan, dokumen perjalanan, serta tujuan pengiriman sebelum menentukan ada atau tidaknya tindak pidana penyelundupan.

Penampungan dekat Pelabuhan Kapulit

Lokasi penampungan berada di Kampung Landu Gasa, Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro. Keberadaan ratusan kuda di kawasan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada tidak jauh dari Pelabuhan Kapulit.

Pelabuhan Kapulit sendiri bukan kawasan yang sama sekali tidak memiliki aktivitas transportasi laut. Pada Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah menandatangani dokumen hibah untuk pengembangan kawasan pelabuhan tersebut. Pelabuhan Kapulit juga dilaporkan telah disinggahi kapal perintis Sabuk Nusantara 90 sebanyak enam kali setiap bulan.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap dokumen dan asal-usul 104 kuda menjadi penting. Polisi perlu memastikan apakah ternak-ternak tersebut sekadar dikumpulkan untuk transaksi lokal atau memang dipersiapkan untuk dikirim keluar daerah.

Kuda punya posisi penting bagi masyarakat Sumba

Penyelidikan terhadap asal-usul ternak juga tidak dapat dilepaskan dari posisi kuda dalam kehidupan masyarakat Sumba.

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Tengah menunjukkan kuda merupakan salah satu ternak penting bagi masyarakat setempat, antara lain digunakan untuk alat transportasi, hobi, serta kepentingan adat dan budaya. Kecamatan Umbu Ratu Nggay tercatat sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi populasi kuda terbesar di Sumba Tengah, mencapai sekitar 34,65 persen dari populasi kuda kabupaten tersebut dalam data yang dikutip BPS.

Karena itu, kehilangan kuda bukan sekadar persoalan ekonomi bagi sebagian warga. Hewan tersebut juga berkaitan dengan status sosial, kebutuhan adat, dan tradisi masyarakat Sumba.

Untuk saat ini, kepolisian masih menempatkan perkara tersebut dalam tahap penyelidikan. Nasib 102 ekor kuda yang masih berada di penampungan juga menunggu hasil pemeriksaan dokumen dan pencocokan dengan laporan kehilangan dari masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah Bernardus Gala mengatakan pemerintah daerah masih melakukan konsolidasi dengan aparat penegak hukum. Pemerintah berharap koordinasi tersebut segera menghasilkan kejelasan mengenai status ratusan kuda yang menjadi perhatian masyarakat.

Dengan demikian, pertanyaan terbesar dalam kasus ini belum terjawab: dari mana 104 kuda itu berasal, siapa pemilik sahnya, bagaimana ternak tersebut sampai di Mamboro, dan untuk apa dikumpulkan dalam jumlah besar di lokasi tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu kini bergantung pada hasil penyelidikan polisi dan pemeriksaan dokumen serta data lalu lintas ternak oleh instansi terkait.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement