Kejurnas Pacuan Kuda 2026 Dimulai dari Pelatihan Joki, NTT Siapkan Lahirnya Atlet Menuju PON 2028
KUPANG, SELATANINDONESIA.COM โ Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, tidak langsung diawali dengan derap kuda di lintasan. Sebelum persaingan dimulai, Federasi Nasional (FN) Pordasi Pacu lebih dulu menggelar pelatihan dan sertifikasi joki, steward, serta pelatih sebagai syarat utama mengikuti kejuaraan sekaligus bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Ketua Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan seluruh perangkat pertandingan dan joki wajib memiliki lisensi nasional yang diterbitkan Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu.
“Bagi steward dan pelatih yang belum memiliki lisensi nasional dapat mengikuti pelatihan sesuai jadwal. Sementara joki yang belum berlisensi dapat mengikuti pelatihan dan tes joki kuda pacu nasional,” kata Umbu Rudi usai meninjau lapangan pacuan kuda Gelora Lifubatu di Bau-Bau, Kabupatena Kupang, Kamis (23/7/2026).
Ia meminta seluruh Pengurus Kabupaten FN Pordasi Pacu di NTT mengirimkan steward, pelatih, dan joki untuk mengikuti pelatihan tersebut. Seluruh biaya pelatihan, kata dia, akan ditanggung Pengprov FN Pordasi Pacu NTT.
“Setiap Pengurus Kabupaten FN Pordasi Pacu diminta mengirimkan joki, steward, dan pelatih. Biaya pelatihan ditanggung oleh saya selaku Ketua Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu NTT,” ujarnya.
Kejurnas Pacuan Kuda 2026 akan berlangsung pada 15โ31 Agustus 2026 dan diikuti kontingen dari delapan provinsi. Ajang ini bukan sekadar perebutan gelar juara nasional, tetapi juga menjadi pintu awal pembentukan tim menuju PON XXII Tahun 2028.
Menurut Umbu Rudi, atlet, joki, dan kuda pacu asal NTT harus melewati proses seleksi berjenjang sebelum tampil di Kejurnas. Seleksi dimulai dari turnamen pacuan kuda di tingkat kecamatan, berlanjut ke turnamen lain tingkat kabupate atau Bupati Cup untuk seluruh Kabupaten seperti yang sudah digelar di Sumba Barat yaitu Bupati Cup Sumba Barat 2026, juga seperti yang sudah digelar kejuaraan di Letis, Kabupaten Sumba Timur.
Selain itu, jika ada lagi kejuaraan tingkat Kecamatan di Kabuaten lain akan terus didata dan diinventarisir oleh panitia penyelenggara agar mengajukan atlit atau joki dan kuda-kuda terbaik ke FN Pordasi Kabupaten masing-masing agar diidata, lalu diserahkan ke FN Pordasi Pacu Provinsi NTT. โSelanjutnya setelelah selesai Kejurnas para atlit atau joki dan kuda-kuda berprestasi itu akan diajukan ke KONI Provinsi dan KONI Pusat sebagai delegasi NTT di ajang PON XXII,โ ujar Umbu Rudi Kabunang.
Umbu Rudi menambahkan, semua yang terlibat dalam Kejurnas dan PON XXII baik joki maupun steward harus yang bersertifikasi. โJoki harus bersertifikasi dan steward diberikan sertifikasi yang diakui oleh FN Pordasi untuk mengawal jalannya perlombaan. Dan untuk mendapatkan sertifikasi itu harus melalui pelatihan,โ ujar Umbu Rudi Kabunang.
Ia juga meminta seluruh FN Pordasi Pacu se NTT untuk mengajukan nama joki, dan nama steward. โKarena pada tanggal 15 Agustus ini akan digelar pelatihan joki dan steward di Sumba Barat dan semua biaya pelatihan dan sertifikasi, saya sebagai Ketua Pengprov Fedrasi Nasional Pordasi Pacu NTT yang tanggung,โ ujarnya.
Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu juga telah meminta Pengprov FN Pordasi Pacu NTT segera melakukan pendataan dan inventarisasi atlet, joki, serta kuda pacu berprestasi yang berasal dari seluruh FN Porasi Pacu Kabupaten di NTT ke Pengprov FN Pordasi Pacu NTT untuk selanjutnya diajukan ke KONI.
“Yang nantinya berwenang mengajukan atlet, joki, dan kuda peserta PON adalah Pengprov FN Pordasi Pacu NTT sebagai anggota resmi KONI,” tegas Umbu Rudi.
Ia menjelaskan, Kejurnas Pacuan Kuda 2026 merupakan kejuaraan antar-kontingen provinsi yang diselenggarakan Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu bersama Pengprov FN Pordasi Pacu NTT dan seluruh Pengurus Kabupaten FN Pordasi Pacu di daratan Sumba dan FN Pordasi Kabupaten lain di NTT.
Seluruh perlombaan akan menggunakan lintasan dengan arah putaran ke kiri. Kontingen yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia, trofi paling bergengsi dalam Kejurnas Pacuan Kuda Nasional.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelatihan steward dan pelatih pada 15 Agustus 2026, dilanjutkan tes dan pelatihan joki pada 16 Agustus. Pendaftaran peserta ditutup pada 18 Agustus, disusul pengukuran kuda dan barrier drawing pada 18โ19 Agustus.
Babak penyisihan akan berlangsung pada 21โ26 Agustus, semifinal pada 27โ28 Agustus, dan partai final digelar pada 31 Agustus 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.*/llt




Komentar