G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Nusantara Politik
Beranda / Politik / Gubernur Melki Ziarah ke Makam Raja Karera Umbu Yadar, Umbu Rudi Kabunang: Persaudaraan Ini Harus Terus Terjaga

Gubernur Melki Ziarah ke Makam Raja Karera Umbu Yadar, Umbu Rudi Kabunang: Persaudaraan Ini Harus Terus Terjaga

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang saat berziarah ke makam Raja Umbu Yadar atau sapaan kehormatannya Umbu Nai Mangutu di Kampung Nggongi, Desa Praimaditha, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).foto;anthonyslank

KARERA,SELATANINDONESIA.COMย โ€” Di tengah agenda pembangunan yang terus bergulir di Nusa Tenggara Timur, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memilih memulai satu langkah yang sarat makna. Kamis (2/7/2026), ia berziarah ke makam Raja Umbu Yadar atau sapaan kehormatannya Umbu Nai Mangutu di Kampung Nggongi, Desa Praimaditha, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur.

Bagi Gubernur Melki, pembangunan tidak semata-mata diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan sebuah daerah menghormati sejarah serta jasa para tokoh yang telah meletakkan fondasi kehidupan masyarakat.

Kehadiran Gubernur Melki di kompleks makam Raja Umbu Yadar atau Umbu Nai Mangutu diterima oleh Keluarga besar Nipa di Nggoti diantaranya isteri mendiang Umbu Yadar yaitu Rambu Ana Wulang atau Rambu Nai Taba yang akrab disapa Rambu Nggoti, Umbu Nai Nggoli alias Umbu Raja, Umbu Nai Ndawa allias Umbu Aryad, Umbu Nai Kambaru alias Umbu Amar, dan Umbu Nai Nggaba alias Umbu Ardi.

Penyambutan Gubernur Melki berlangsung dalam suasana khidmat. Ia didampingi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. Umbu Rudi Kabunang. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Karera dalam merawat nilai-nilai sejarah sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Menurut Gubernur Melki, penghormatan kepada para pendahulu merupakan fondasi moral yang harus terus dijaga. Kemajuan Nusa Tenggara Timur, katanya, hanya akan memiliki makna apabila dibangun di atas penghargaan terhadap mereka yang telah berjuang menjaga persatuan, adat istiadat, dan kehidupan masyarakat pada zamannya.

Di Sidang Sinode GKS, Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang Serukan Kolaborasi Membangun NTT dari Tanah Karera

“Semoga semangat persatuan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu terus menguatkan langkah kita membangun Sumba dan Nusa Tenggara Timur yang semakin maju,” ujarnya.

Bagi masyarakat Karera, nama Raja Umbu Yadar bukan sekadar bagian dari sejarah keluarga, melainkan juga simbol kepemimpinan tradisional yang dihormati. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin adat yang memiliki pengaruh dalam menjaga harmoni sosial, menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui musyawarah, serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumba. Kiprahnya menjadi bagian dari mata rantai kepemimpinan lokal yang ikut membentuk kehidupan sosial masyarakat Karera hingga kini.

Mewakili keluarga besar Raja Umbu Yadar, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur. Menurutnya, kunjungan tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sebuah prosesi ziarah.

“Saya mewakili Kakak Rambu Nggoti beserta anak-anak dan seluruh keluarga besar Karera menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Melki Laka Lena yang telah berkenan hadir di kediaman kami, khususnya berziarah ke makam kakak dan orang tua kami, almarhum Umbu Yadar. Semoga tali persaudaraan ini terus terjalin dan kehadiran Bapak Gubernur membawa dampak besar bagi pembangunan masyarakat di wilayah Sumba bagian selatan,” ujar Umbu Rudi.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintahan, tetapi juga pada penghormatan terhadap memori kolektif masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Pulau Sumba, penguatan identitas budaya dan penghargaan kepada para tokoh lokal dinilai menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat.

Imigrasi NTT Bentuk Tim Pengawasan Internal, Kakanwil Saroha Manullang Tekankan Disiplin ASN pada Momentum Harganas

Ziarah di Kampung Nggongi pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan seremonial. Ia menghadirkan pesan bahwa perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur yang maju memerlukan pijakan yang kokoh pada sejarah, budaya, serta keteladanan para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi masyarakat.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement