G-RDVF5GTVXM

Tag: Anggota Fraksi Golkar DPR RI

  • Tinjau Gedung MPL yang Jadi Venue Tenis Meja, Ketum KONI Pusat Dorong PON 2028 Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Sumba Timur

    Tinjau Gedung MPL yang Jadi Venue Tenis Meja, Ketum KONI Pusat Dorong PON 2028 Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Sumba Timur

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menegaskan bahwa penyelenggaraan cabang olahraga tenis meja pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028 di Kabupaten Sumba Timur harus menjadi momentum yang memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar melahirkan prestasi olahraga.

    Menurutnya, ajang olahraga nasional tersebut harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi Sumba Timur kepada masyarakat Indonesia.

    Hal tersebut disampaikan Ketum KONI Marciano Norman saat melakukan kunjungan ke Gedung Umbu Hapu Mbai atau yang dikenal dengan Gedung MPL di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (19/7/2028). Gedung MPL telah ditetapkan sebagai venue cabang olahraga tenis meja PON 2028.

    “Dengan dipastikannya Kabupaten Sumba Timur sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga tenis meja pada PON 2028, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Para pengusaha perhotelan, homestay, UMKM, kuliner, transportasi, dan sektor jasa lainnya agar mempersiapkan diri menyambut kedatangan atlet, ofisial, serta tamu dari berbagai daerah. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan keramahan masyarakat Sumba Timur kepada seluruh Indonesia,” ujar Ketum KONI Pusat.

     

    Menurutnya, penyelenggaraan PON bukan hanya tentang pertandingan dan perebutan medali, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan daerah. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan tamu diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.

     

    Dalam kunjungan tersebut, Ketum KONI Pusat beserta rombongan disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, SH., M.Si., yang mewakili Bupati Sumba Timur, di MyZe Hotel Waingapu. Turut mendampingi Ketua Umum KONI Pusat, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil NTT 2, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH., CLI., CTL., beserta rombongan.

    Usai penyambutan, Ketua Umum KONI Pusat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melakukan peninjauan langsung ke Gedung MPL untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan pada penyelenggaraan cabang olahraga tenis meja PON 2028. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen KONI Pusat dalam memastikan setiap venue memenuhi standar penyelenggaraan ajang olahraga nasional.

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil NTT 2 Dr. Umbu Rudi Kabunang memberikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang telah menunjukkan dan mempercayakan Sumba Timur sebagai venue cabang olahraga tenis meja PON 2028.

    “Sebagai wakil rakyat dari NTT khususnya di Sumba dan lebih khusus lagi dari Sumba Timur kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ketua Umum KONI Pusat yang menunjuk Gedung MPL Sumba Timur menjadi venue PON khususnya Cabor tenis meja,” sebut Umbu Rudi Kabunang.

    Umbu Rudi Kabunang mengatakan, gedung MPL sudah sangat representatif untuk penyelenggaraan PON. “Kami juga berterima kasih untuk Pak Bupati Sumba Timur Pak Wakil Bupati serta Pak Sekda dan seluruh jajaran Pemda Sumba Timur yang bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan PON XXII 2028 khususnya cabor tenis meja.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Ketua Umum KONI Pusat terhadap kesiapan daerah. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan KONI Pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga serta mempersiapkan seluruh sektor pendukung demi menyukseskan penyelenggaraan PON 2028.

     

    Sinergi antara KONI Pusat dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan DPR RI diharapkan tidak hanya menghasilkan penyelenggaraan cabang olahraga tenis meja yang sukses, tetapi juga meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas infrastruktur olahraga, penguatan ekonomi masyarakat, serta semakin dikenalnya potensi pariwisata dan budaya Sumba Timur di tingkat nasional.

    Semangat tersebut sejalan dengan komitmen KONI Pusat untuk menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan bangsa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*/johni/llt

  • FN Pordasi Pacu NTT Bangun Pacuan Kuda Bersih, Umbu Rudi Kabunang: Kuda Sumba Siap Ukir Prestasi di PON 2028 Tanpa Doping

    FN Pordasi Pacu NTT Bangun Pacuan Kuda Bersih, Umbu Rudi Kabunang: Kuda Sumba Siap Ukir Prestasi di PON 2028 Tanpa Doping

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM—Suara derap kuda yang memecah lintasan Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (6/7/2026), bukan sekadar penanda dimulainya Turnamen Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup 2026. Di balik kemeriahan pembukaan, terselip pesan penting tentang masa depan olahraga pacuan kuda Indonesia: prestasi harus dibangun melalui pembinaan, bukan jalan pintas. Seluruh pemilik dan pelatih kuda pacu diingatkan agar tidak menggunakan doping demi meraih prestasi instan.

    Pesan itu disampaikan Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Di hadapan ribuan masyarakat yang terdiri dari pemilik kuda, pelatih, joki, dan warga pencinta pacuan kuda, ia mengingatkan bahwa penggunaan doping tidak lagi memiliki ruang dalam olahraga berkuda yang tengah dipersiapkan menuju Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON XXII Tahun 2028.

    Menurut Umbu Rudi, pembinaan pacuan kuda di NTT kini memasuki fase yang lebih serius. Sistem pengawasan pada level nasional akan semakin ketat dengan penerapan pemeriksaan anti-doping terhadap seluruh peserta.

    “Jangan menggunakan doping karena kita sedang menuju pacuan kuda prestasi di Kejurnas dan PON XXII Tahun 2028. Akan ada tim anti-doping yang melakukan pemeriksaan. Jangan sampai kita menjadi juara di daerah, tetapi gagal di tingkat nasional karena terbukti menggunakan doping. Lebih baik mengandalkan kualitas pakan, perawatan, dan latihan,” katanya.

    Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa kemenangan tidak lagi ditentukan semata-mata oleh kecepatan kuda di lintasan, tetapi juga oleh integritas seluruh insan pacuan kuda dalam mempersiapkan atlet berkaki empat secara profesional.

    Umbu Rudi mencontohkan pengelolaan kuda pacunya, Gasspol, yang menurutnya hanya mengandalkan pakan bergizi, tambahan vitamin, dan pola latihan yang terukur tanpa menggunakan zat terlarang.

    “Saya berharap para pemilik kuda tidak menggunakan doping supaya sportivitas dalam turnamen tetap terjaga. Kuda-kuda kita harus mampu lolos ke Kejurnas, Pra-PON hingga PON melalui kemampuan terbaiknya sendiri. Selain bisa terdeteksi saat seleksi, doping juga berdampak buruk bagi kesehatan kuda maupun keturunannya,” ujarnya.

    Ia mengingatkan bahwa kemenangan yang diperoleh dengan cara curang justru dapat berubah menjadi kerugian besar ketika gelar juara dicabut akibat pelanggaran aturan.

    “Apalah artinya menjadi juara kalau akhirnya gelar dibatalkan karena terbukti menggunakan doping. Juara pertama PON XXII Tahun 2028 diperkirakan memperoleh hadiah ratusan juta rupiah. Yang dipertaruhkan bukan hanya hadiah, tetapi juga nama baik kabupaten dan Provinsi NTT. Karena itu, mari kita melatih kuda secara alamiah,” katanya.

    Lebih jauh, Umbu Rudi menjelaskan bahwa penggunaan doping bukan hanya melanggar sportivitas, tetapi juga mengancam keselamatan kuda. Obat pereda nyeri dapat menyamarkan cedera sehingga kuda tetap dipacu meski mengalami keretakan tulang atau gangguan sendi. Kondisi tersebut berpotensi berujung pada patah tulang fatal ketika berlomba.

    Risiko lain juga tidak kalah serius. Zat stimulan dapat memaksa jantung bekerja melebihi kapasitas normal sehingga memicu pembengkakan jantung, serangan jantung, bahkan kematian mendadak. Sementara penggunaan zat kimia sintetis dalam jangka panjang dapat merusak fungsi hati dan ginjal, menimbulkan toksisitas darah, serta mengubah perilaku kuda menjadi agresif atau mengalami gangguan psikologis setelah efek obat menghilang.

    Bagi dunia pacuan kuda, konsekuensi doping tidak berhenti pada kesehatan hewan. Pelanggaran dapat berujung pada diskualifikasi, pencabutan gelar juara, denda, skorsing terhadap pemilik, pelatih maupun joki, hingga larangan mengikuti berbagai kompetisi resmi. Reputasi pemilik ikut tercoreng, nilai jual kuda menurun, dan kepercayaan sponsor ikut menghilang.

    Karena itu, menurut Umbu Rudi, pembangunan prestasi pacuan kuda Indonesia harus dimulai dari pembinaan yang bersih, berbasis ilmu pengetahuan, manajemen pakan, kesehatan, dan latihan yang konsisten. Di tengah upaya menjadikan kuda Sandelwood sebagai salah satu kekuatan nasional menuju PON XXII Tahun 2028, budaya sportivitas dinilai menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar.*/llt

     

  • Gubernur Melki Ziarah ke Makam Raja Karera Umbu Yadar, Umbu Rudi Kabunang: Persaudaraan Ini Harus Terus Terjaga

    Gubernur Melki Ziarah ke Makam Raja Karera Umbu Yadar, Umbu Rudi Kabunang: Persaudaraan Ini Harus Terus Terjaga

    KARERA,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah agenda pembangunan yang terus bergulir di Nusa Tenggara Timur, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memilih memulai satu langkah yang sarat makna. Kamis (2/7/2026), ia berziarah ke makam Raja Umbu Yadar atau sapaan kehormatannya Umbu Nai Mangutu di Kampung Nggongi, Desa Praimaditha, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur.

    Bagi Gubernur Melki, pembangunan tidak semata-mata diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan sebuah daerah menghormati sejarah serta jasa para tokoh yang telah meletakkan fondasi kehidupan masyarakat.

    Kehadiran Gubernur Melki di kompleks makam Raja Umbu Yadar atau Umbu Nai Mangutu diterima oleh Keluarga besar Nipa di Nggoti diantaranya isteri mendiang Umbu Yadar yaitu Rambu Ana Wulang atau Rambu Nai Tamar yang akrab disapa Rambu Nggoti, Umbu Nai Ngguli alias Umbu Raja, Umbu Nai Ndawa allias Umbu Aryad, Umbu Nai Kambaru alias Umbu Amar, dan Umbu Nai Nggaba alias Umbu Ardi.

    Penyambutan Gubernur Melki berlangsung dalam suasana khidmat. Ia didampingi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. Umbu Rudi Kabunang. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Karera dalam merawat nilai-nilai sejarah sebagai bagian dari pembangunan daerah.

    Menurut Gubernur Melki, penghormatan kepada para pendahulu merupakan fondasi moral yang harus terus dijaga. Kemajuan Nusa Tenggara Timur, katanya, hanya akan memiliki makna apabila dibangun di atas penghargaan terhadap mereka yang telah berjuang menjaga persatuan, adat istiadat, dan kehidupan masyarakat pada zamannya.

    “Semoga semangat persatuan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu terus menguatkan langkah kita membangun Sumba dan Nusa Tenggara Timur yang semakin maju,” ujarnya.

    Bagi masyarakat Karera, nama Raja Umbu Yadar bukan sekadar bagian dari sejarah keluarga, melainkan juga simbol kepemimpinan tradisional yang dihormati. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin adat yang memiliki pengaruh dalam menjaga harmoni sosial, menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui musyawarah, serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumba. Kiprahnya menjadi bagian dari mata rantai kepemimpinan lokal yang ikut membentuk kehidupan sosial masyarakat Karera hingga kini.

    Mewakili keluarga besar Raja Umbu Yadar, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur. Menurutnya, kunjungan tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sebuah prosesi ziarah.

    “Saya mewakili Kakak Rambu Nggoti beserta anak-anak dan seluruh keluarga besar Karera menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Melki Laka Lena yang telah berkenan hadir di kediaman kami, khususnya berziarah ke makam kakak dan orang tua kami, almarhum Umbu Yadar. Semoga tali persaudaraan ini terus terjalin dan kehadiran Bapak Gubernur membawa dampak besar bagi pembangunan masyarakat di wilayah Sumba bagian selatan,” ujar Umbu Rudi.

    Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintahan, tetapi juga pada penghormatan terhadap memori kolektif masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Pulau Sumba, penguatan identitas budaya dan penghargaan kepada para tokoh lokal dinilai menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat.

    Ziarah di Kampung Nggongi pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan seremonial. Ia menghadirkan pesan bahwa perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur yang maju memerlukan pijakan yang kokoh pada sejarah, budaya, serta keteladanan para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi masyarakat.*/llt

  • Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

    Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Pacuan kuda bukan sekadar olahraga di Pulau Sumba. Ia adalah denyut budaya, ruang ekonomi rakyat, sekaligus identitas yang diwariskan lintas generasi. Kesadaran itulah yang kini mendorong lahirnya rencana pembangunan arena pacuan kuda berstandar nasional di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

    Dukungan politik terhadap rencana tersebut datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla untuk menjadikan Sumba sebagai salah satu pusat penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda, khususnya pacuan kuda tradisional tanpa pelana.

    “Pacuan kuda di Sumba bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga budaya yang hidup dan memiliki efek ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Umbu Rudi dalam pertemuan dengan jajaran KONI Sumba Barat Daya di Kompleks Parlemen, Jakarta, akhir Januari ini.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, Umbu Rudi telah menerbitkan surat rekomendasi kepada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI menyusul proposal resmi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Proposal tersebut mengusulkan pembangunan arena pacuan kuda beserta fasilitas olahraga pendukung lainnya.

    Dalam rekomendasinya, Umbu Rudi menilai usulan tersebut strategis karena sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan olahraga berkuda nasional dan penguatan ekonomi daerah.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya, John Tende, mengatakan bahwa selain mengajukan proposal pendanaan ke Kementerian PUPR, pemerintah daerah juga telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendapatkan kajian teknis serta dukungan kelembagaan.

    “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan daerah sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional,” kata John, yang juga menjabat Sekretaris KONI Sumba Barat Daya.

    Upaya tersebut mulai menunjukkan respons positif. Dalam audiensi di DPR RI pada 26 Januari 2026, Umbu Rudi Kabunang mempertemukan jajaran KONI Sumba Barat Daya dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI). Hasilnya, PORDASI Pusat menerbitkan surat dukungan resmi terhadap rencana pembangunan arena pacuan kuda di Sumba.

    PORDASI juga menyatakan kesiapan untuk menggelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Tradisional pada Agustus 2026 di Pulau Sumba, dengan Sumba Barat sebagai lokasi utama dan Sumba Barat Daya sebagai lokasi eksebisi. Agenda ini dipandang sebagai bagian dari pemanasan menuju PON 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.

    Sebagai tindak lanjut, PORDASI Pusat dijadwalkan melakukan survei lapangan pada April 2026 guna menilai kesiapan lokasi dan kebutuhan teknis penyelenggaraan kejuaraan.

    Jika rencana ini terealisasi, Sumba bukan hanya menjadi panggung olahraga nasional, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai wilayah yang mampu merawat tradisi sekaligus bergerak menuju masa depan olahraga modern Indonesia.*/llt

  • Menyapa Sumba dari Panti Asuhan Prailiu: IIFPG DPR RI Berbagi Kasih Menjelang Natal

    Menyapa Sumba dari Panti Asuhan Prailiu: IIFPG DPR RI Berbagi Kasih Menjelang Natal

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM — Di sebuah kompleks panti asuhan yang telah berdiri lebih dari enam dekade di Prailiu, Waingapu, tawa anak-anak terdengar lebih riuh dari biasanya, Selasa (16/12/2025). Kehangatan itu datang bersama kehadiran Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar (IIFPG) DPR RI yang menggelar bakti sosial menjelang perayaan Natal dan Hari Ibu.

    Kunjungan ke Panti Asuhan Prailiu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial IIFPG selama berada di Pulau Sumba pada 15–18 Desember 2025. Bagi anak-anak panti, kehadiran rombongan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan juga bentuk perhatian yang jarang mereka rasakan secara langsung.

    Panti Asuhan Prailiu merupakan salah satu lembaga sosial tertua di Sumba. Didirikan pada era 1960-an dan dikelola Yayasan Bethel Waingapu sejak 1987, panti ini kini menampung 35 anak dari berbagai wilayah di Pulau Sumba. Sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil, terutama dari Sumba Selatan, yang sulit mengakses pendidikan formal.

    “Tidak semua anak di sini yatim piatu. Ada yang masih memiliki orang tua, tetapi kondisi ekonomi dan jarak kampung membuat mereka tidak bisa bersekolah dengan layak,” ujar Pengelola Panti Asuhan Prailiu, Pdt. Bernadus Lebe Kitu.

    Selain pendidikan formal, anak-anak panti dibina dari aspek rohani, keterampilan komputer, hingga olahraga. Dalam beberapa tahun terakhir, panti mulai mendorong anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    “Biasanya kami hanya sampai SMA atau SMK. Namun kini, bagi anak-anak yang berprestasi, kami carikan sponsor untuk kuliah di Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Tahun ini sudah ada yang diwisuda,” kata Bernadus dengan nada bangga.

    Meski demikian, tantangan masih membayangi. Bangunan panti yang sudah tua membutuhkan rehabilitasi serius agar tetap layak menjadi rumah dan ruang belajar bagi anak-anak.

    Anggota DPR RI asal Sumba, Umbu Rudi Kabunang, yang turut mendampingi rombongan IIFPG, menilai kunjungan ini sebagai wujud keberpihakan nyata kepada kelompok rentan yang kerap terpinggirkan.

    “Anak-anak dari keluarga kurang mampu sering kali tidak terdengar suaranya dalam kebijakan publik. Kehadiran IIFPG memberi pesan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari perhatian bangsa,” ujar Umbu Rudi.

    Ia berharap perhatian tersebut menjadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi lebih tinggi. “Mereka adalah masa depan Sumba,” katanya.

    Apresiasi serupa disampaikan Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. Menurutnya, kehadiran IIFPG DPR RI menghadirkan makna tersendiri bagi masyarakat setempat.

    “Perhatian seperti ini sangat berarti bagi anak-anak yang membutuhkan sentuhan kasih. Ini menunjukkan bahwa Sumba Timur tidak berjalan sendiri,” ujar Umbu Lili, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur.

    Ketua Dekranasda Nusa Tenggara Timur, Asty Laka Lena, yang mendampingi rombongan sejak aksi sosial di Kupang, mengatakan kegiatan sosial tersebut terasa semakin relevan karena berlangsung menjelang Natal.

    “Sukacita Natal tidak hanya dirayakan, tetapi benar-benar dirasakan oleh anak-anak panti asuhan. Ini bentuk solidaritas yang sangat kami syukuri,” ujarnya.

    Ia berharap kunjungan ini menjadi penyemangat bagi para pengelola dan pengasuh panti untuk terus mendampingi anak-anak dalam keterbatasan.

    Ketua IIFPG DPR RI, Luluk Maqnuniah Sarmuji, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan IIFPG dalam bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

    “Kami para istri anggota DPR RI memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu peran suami kami. Berbagi kasih kepada anak-anak seperti di Prailiu adalah wujud cinta dan empati kami,” kata Luluk.

    Ia menambahkan, setelah kegiatan di NTT, IIFPG akan melanjutkan aksi sosial ke Sumatera Barat untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan membawa sukacita Natal,” ujarnya.

    Isteri Wakil Bupati Sumba Timur, Audrey Jiwajennie, turut menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti.

    “Kunjungan ini menjadi motivasi bagi anak-anak kami untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

    Selain Panti Asuhan Prailiu, rombongan IIFPG DPR RI juga mengunjungi Panti Asuhan Bakti Luhur Waingapu dan Panti Asuhan Yehaziel Sumba Timur, dengan menyerahkan bantuan sembako serta kebutuhan harian.

    Rombongan IIFPG DPR RI terdiri dari Luluk Maqnuniah Sarmuji, Eny Misbakhun, Yanti Doli, Iles Ferdiansyah, Halwiah Beniyanto, Lili Bambang Pati Jaya, Erna Rasyid Taufan, Dea Arnoli, Imelda Monavita Lamhot, serta Wiwiek Umbu Kabunang.

    Di sela-sela kegiatan, rombongan juga diperkenalkan dengan budaya dan potensi lokal Sumba, mulai dari tenun ikat hingga kekayaan alamnya. Namun, lebih dari itu, kunjungan ini meninggalkan pesan sederhana namun kuat: bahwa di sudut-sudut Indonesia Timur, perhatian dan kehadiran masih menjadi hadiah paling berharga.*/Laurens Leba Tukan

     

  • Apresiasi Umbu Rudi untuk Menteri Bahlil: Ketika Jiwa Besar Menyala di Tengah Gelap Aceh

    Apresiasi Umbu Rudi untuk Menteri Bahlil: Ketika Jiwa Besar Menyala di Tengah Gelap Aceh

     DPR RI Apresiasi Permintaan Maaf Menteri Bahlil: “Sikap Berjiwa Besar yang Patut Diteladani”

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap ksatria Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat terkait laporan kelistrikan Aceh kepada Presiden Prabowo Subianto. Umbu Rudi menilai langkah Bahlil menunjukkan jiwa besar seorang pemimpin yang berani bertanggung jawab di tengah situasi pemulihan pascabencana.

    Pernyataan tersebut disampaikan Umbu Rudi di Jakarta, Selasa (10/12/2025), setelah Menteri Bahlil memberikan penjelasan lengkap mengenai kondisi pemulihan listrik di Aceh pascabanjir bandang dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota. Ia menilai penjelasan Bahlil kali ini telah sesuai fakta lapangan, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lebih akurat.

    “Pak Menteri Bahlil menunjukkan jiwa besar dengan meminta maaf, padahal tim sudah bekerja sangat keras. Ini menunjukkan kepemimpinan yang memahami beban rakyat,” ujar Umbu Rudi, merujuk laporan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto pada 7 Desember 2025.

    Umbu Rudi menegaskan bahwa apa yang dilakukan Bahlil menjadi contoh penting bagi seluruh pejabat negara. Ia meminta para menteri dan pejabat lainnya untuk selalu menyampaikan laporan faktual kepada Presiden agar kebijakan yang diambil sesuai kondisi di lapangan. “Ini pelajaran penting. Pejabat negara yang tidak melaporkan fakta sebenarnya ke Presiden tidak boleh ditiru,” tegasnya.

    Berdasarkan data PT PLN (Persero), pemulihan listrik di Aceh telah menjangkau sekitar 1,7 juta pelanggan di empat wilayah utama: Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Sebanyak 6.844 dari 9.669 gardu distribusi kembali beroperasi, dengan beban pasokan mencapai 173 MW. Kondisi medan yang sulit membuat para teknisi bekerja ekstra keras, bahkan harus tidur di tenda dan menggunakan bantuan helikopter TNI untuk mengangkut material ke wilayah pegunungan.

    ”Kita memahami juga bahwa petugas teknis di lapangan, terakadang memperdiksi sesuatu yang jauh dari kondisi di lapangan. Namun kita memberikan apresiasi atas kerja keras, dan niat hati yang tulus dan mulia dari semua pihak dalam penanganan bencana.

    Presiden Prabowo telah menginstruksikan PLN untuk mempercepat pemulihan listrik, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan kompensasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Kompensasi tersebut meliputi diskon hingga pembebasan tagihan satu bulan bagi pelanggan di wilayah yang mengalami pemadaman total.

    “Tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan. Ini komitmen untuk memastikan keadilan. Kami menyampaikan terma kasih dan apresiasi untuk Bapak Presiden yang rela menderita bersama rakyat yang sedang tertimpa bencana. Juga untuk jajaran TNI dan Polri, Kementrian ESDM, PLN dan jajaran dan semua pihak yang telah bahu membahu selama 24 jam bekerja demi pemulihan kondisi pasca bencana,” sebut Umbu Ruudi

    Sebelumnya, Menteri Bahlil melaporkan bahwa 97 persen listrik di Aceh telah menyala. Namun fakta lapangan menunjukkan masih ada 18 kabupaten/kota yang mengalami pemadaman total maupun bergilir. Permintaan maaf Bahlil atas kekeliruan data tersebut menjadi sorotan positif sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat publik — sikap yang kemudian diapresiasi oleh DPR sebagai teladan kepemimpinan yang berjiwa besar.*/Laurens Leba Tukan