G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Nusantara Politik
Beranda / Politik / Di Sidang Sinode GKS, Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang Serukan Kolaborasi Membangun NTT dari Tanah Karera

Di Sidang Sinode GKS, Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang Serukan Kolaborasi Membangun NTT dari Tanah Karera

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang dapn para Bupati se daratan Sumba saat tiba di lokasi Sidang Sinode ke-44 GKS (Gereja Kristen Sumba) di Jemaat Nggongi, Klasis Mahu-Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026). foto;anthonyslank

KARERA,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Hamparan savana Karera yang mulai menguning pada awal musim kemarau menjadi saksi lahirnya semangat baru membangun Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi antara gereja dan pemerintah. Ribuan warga Gereja Kristen Sumba (GKS) memadati Jemaat GKS Nggongi, Klasis Mahu-Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026), dalam pembukaan Sidang Sinode ke-44 GKS yang berlangsung penuh khidmat.

Sidang Sinode kali ini bukan sekadar forum tertinggi Gereja Kristen Sumba untuk mengevaluasi pelayanan dan menentukan arah kebijakan gereja empat tahun ke depan. Lebih dari itu, persidangan menjadi ruang strategis yang mempertemukan para pemimpin gereja, pemerintah, dan wakil rakyat untuk merumuskan sinergi membangun masyarakat Sumba dan Nusa Tenggara Timur yang lebih maju, berkarakter, dan bermartabat.

Hadir dalam pembukaan Sidang Sinode ke-44 GKS, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, Ketua Sinode GKS Pdt. Marlin Lomi, para kepala daerah se-Daratan Sumba, unsur Forkopimda, tokoh gereja, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan.

“Kalau gereja dan pemerintah berjalan sendiri-sendiri, yang rugi adalah rakyat. Tapi kalau berjalan bersama, harapan akan tumbuh lebih cepat,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki Ziarah ke Makam Raja Karera Umbu Yadar, Umbu Rudi Kabunang: Persaudaraan Ini Harus Terus Terjaga

Pesan gubernur tersebut sejalan dengan tema Sidang Sinode ke-44 GKS, “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus”, yang mengajak seluruh warga gereja untuk menghadirkan iman melalui kepedulian terhadap sesama, lingkungan hidup, keadilan sosial, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Dalam momentum yang sama, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang menegaskan bahwa kehadirannya di Karera merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penyelenggaraan Sidang Sinode GKS sekaligus penghargaan atas kontribusi besar gereja dalam perjalanan pembangunan Pulau Sumba.

Menurut Umbu Rudi, selama lebih dari satu abad GKS telah menjadi pilar penting dalam membangun moralitas, persaudaraan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“GKS bukan hanya lembaga keagamaan, tetapi juga mitra strategis bangsa. Lebih dari satu abad GKS berdiri, gereja ini terus menjadi pilar moral, sosial, dan kemanusiaan di Pulau Sumba,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Rudi menilai bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara negara, gereja, dan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan rakyat.

Imigrasi NTT Bentuk Tim Pengawasan Internal, Kakanwil Saroha Manullang Tekankan Disiplin ASN pada Momentum Harganas

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang dapn para Bupati se daratan Sumba saat tiba di lokasi Sidang Sinode ke-44 GKS (Gereja Kristen Sumba) di Jemaat Nggongi, Klasis Mahu-Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026). foto;anthonyslank

Ia mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terbangun antara GKS dengan pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari pendidikan, kemiskinan, hingga penguatan karakter generasi muda.

“Pemerintah dan gereja memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun manusia yang beriman, beretika, dan berkarakter. Karena itu, kolaborasi keduanya sangat penting,” tegas Umbu Rudi.

Ia berharap Sidang Sinode ke-44 mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang semakin memperkuat peran Gereja Kristen Sumba dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menghasilkan kepemimpinan gereja yang visioner, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Usai ibadah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar panel yang mempertemukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama para kepala daerah se-Daratan Sumba dengan peserta sidang. Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam menghadapi tantangan sosial.

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali hadir didampingi Wakil Bupati Yonathan Hani, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah sebagai bentuk komitmen memperkuat kemitraan dengan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.

Imigrasi Gandeng KPK Perkuat Integritas, Budaya Kepatuhan Jadi Fokus Pembenahan

Seluruh rangkaian pembukaan Sidang Sinode berlangsung aman, tertib, dan lancar. Namun yang paling mengemuka dari Karera bukan sekadar suksesnya penyelenggaraan acara, melainkan lahirnya pesan bersama bahwa pembangunan Nusa Tenggara Timur membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Dari tanah Karera, Gubernur Melki Laka Lena dan Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang menyampaikan pesan yang sama: ketika pemerintah, gereja, dan masyarakat berjalan beriringan, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun manusia yang beriman, berintegritas, serta menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi seluruh masyarakat Sumba dan Nusa Tenggara Timur.*/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement