G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Eksbis Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Final Karya Cup, Umbu Rudi Kabunang Bidik Prestasi Kuda Sumba di Kejuaraan Nasional

Final Karya Cup, Umbu Rudi Kabunang Bidik Prestasi Kuda Sumba di Kejuaraan Nasional

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang saat final Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (29/6/2026). foto;john

LEWA,SELATANINDONESIA.COMย โ€” Debu yang beterbangan di lintasan Malelu-Laitena perlahan mengendap ketika derap terakhir kuda-kuda pacu berhenti. Namun, semangat yang mengiringi Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 justru memasuki babak baru. Dari arena di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur itu, dua kuda terbaik dipastikan melangkah menuju panggung yang lebih tinggi, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda 2026.

Turnamen yang selama sepekan menyedot perhatian ribuan masyarakat tersebut resmi ditutup, Senin (29/6/2026), oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Maramba Memang, S.Pt., mewakili Bupati Sumba Timur. Penutupan berlangsung di Arena Pacuan Kuda Malelu-Laitena dan dihadiri Anggota DPR RI sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, bersama unsur pemerintah daerah, tokoh adat, pemilik kuda, joki, dan masyarakat pencinta pacuan kuda.

Bagi masyarakat Sumba, garis finis bukan sekadar penanda berakhirnya perlombaan. Di balik sorak penonton dan laju kuda-kuda terbaik, tersimpan harapan agar tradisi yang diwariskan turun-temurun mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional.

Harapan itu disampaikan Dr. Umbu Rudi Kabunang. Menurutnya, juara pertama dan kedua Karya Cup akan mendapat kesempatan tampil pada Kejurnas Pacuan Kuda yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Gelora Pada Eweta, Sumba Barat. Ajang tersebut menjadi pintu masuk pembinaan atlet dan kuda pacu Sumba ke level nasional melalui sistem pendataan Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu.

“Ini bukan sekadar soal menang di arena lokal. Kami ingin kuda-kuda Sumba semakin dikenal dan memiliki ruang bersaing dalam kalender pacuan kuda nasional,” ujarnya.

Aklamasi Tanpa Riak untuk Andreas Paru, Alain Niti Susanto: Golkar Harus Hadir di Tengah Rakyat

Turnamen Karya Cup tahun ini mencatat antusiasme tinggi. Sebanyak 345 ekor kuda dari berbagai kelas ambil bagian, menjadikannya salah satu turnamen terbesar yang digelar di Pulau Sumba sepanjang tahun ini. Kehadiran ratusan peserta turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kecil memenuhi kawasan arena, peternak kuda bertemu calon pembeli, sementara ribuan penonton datang dari berbagai wilayah di Sumba untuk menyaksikan setiap heat perlombaan.

Dalam sambutan penutupan, Umbu Maramba Memang menegaskan bahwa pacuan kuda merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Sumba. Karena itu, keberlangsungannya perlu terus dijaga melalui penyelenggaraan turnamen yang berkelanjutan.

Menurutnya, manfaat pacuan kuda kini tidak lagi berhenti pada aspek olahraga. Kegiatan tersebut telah berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus daya tarik wisata budaya yang mampu menghadirkan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar arena.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga mengajak seluruh peserta terus menjunjung tinggi sportivitas sebagai fondasi pembinaan olahraga berkuda. Kepada para pemenang disampaikan apresiasi, sementara peserta yang belum berhasil didorong untuk kembali berlatih menghadapi kompetisi berikutnya.

Pada kelas bergengsi Pemula I, Pevita First tampil sebagai juara pertama setelah unggul pada partai final. Posisi kedua diraih Gas Pool, disusul Mimpi Manis di peringkat ketiga dan Queen Starla di posisi keempat.

Wabup Domi Mere Nahkodai Golkar Ende, Alain Niti Susanto Minta Partai Segera Konsolidasi hingga Akar Rumput

Berakhirnya Karya Cup 2026 sekaligus menjadi awal persiapan menuju kompetisi yang lebih besar. Dari lintasan tanah di Malelu-Laitena, harapan masyarakat Sumba kini mengiringi langkah para juara untuk membawa nama daerah pada Kejuaraan Nasional mendatang.

Di Pulau Sumba, pacuan kuda memang lebih dari sekadar olahraga. Ia adalah ruang perjumpaan budaya, kebanggaan peternak, panggung bagi para joki muda, sekaligus cermin bahwa tradisi masih mampu hidup berdampingan dengan tuntutan prestasi di era olahraga modern.*/llt/john

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement