G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Kejurnas Pacuan Kuda 2026 Road to PON XXII Digelar di Sumba Barat, Perebutkan Piala Presiden

Kejurnas Pacuan Kuda 2026 Road to PON XXII Digelar di Sumba Barat, Perebutkan Piala Presiden

Stadion Gelora Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, lokasi diselenggarakan Kejurnas Pacuan Kuda Tradiisional Tanpa Pelana yang rencananya pada bulan Agustus 2026 mendatang. Foto: dok. Burhan Sumba

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pusat perhatian dunia pacuan kuda nasional akan tertuju ke Pulau Sumba pada Agustus mendatang. Pengurus Pusat Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pacu (PP FN Pordasi Pacu) resmi menetapkan Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda 2026 Road to PON XXII.

Ajang bergengsi yang akan berlangsung pada 19โ€“31 Agustus 2026 itu menjadi salah satu tahapan penting dalam pembinaan atlet dan kuda pacu nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Selain menjadi arena persaingan antardaerah, kejuaraan ini juga menjadi momentum mengukur kekuatan kontingen sebelum memasuki agenda olahraga nasional yang lebih besar.

Kepastian penyelenggaraan Kejurnas tersebut disampaikan PP FN Pordasi Pacu melalui surat bernomor 013/PP/PACU/A/VI/2026 tertanggal 24 Juni 2026 yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Provinsi FN Pordasi Pacu di Indonesia. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Panitia Kejurnas, Eddy Wijaya, seluruh daerah diminta mengirimkan kontingen terbaiknya untuk berkompetisi di Sumba Barat.

Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PP FN Pordasi Pacu kepada NTT, khususnya Kabupaten Sumba Barat, sebagai tuan rumah Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII.

โ€Kepercayaan ini merupakan hasil usulan dan koordinasi dari Pengprov FN Pordasi Pacu NTT dan Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat yang didasari bahwa Sumba adalah daerah di Indonesia yang merupakan sumber kuda pacu atau kuda sandelwood. Dan juga Sumba Barat yang telah ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan PON XXII 2028 khusus cabang olahraga berkuda pacu,โ€ sebut Umbu Rudi Kabunang.

Opini: JAMKRIDA NTT DALAM PERSPEKTIF, NTT INCORPORATED

Menurut Umbu Rudi, penunjukan Gelora Pada Eweta sebagai lokasi penyelenggaraan menjadi bukti bahwa NTT, terutama Sumba, memiliki kapasitas dan tradisi kuat dalam olahraga pacuan kuda yang telah dikenal luas di tingkat nasional.

“Kami mengapresiasi PP FN Pordasi Pacu yang telah memilih NTT, khususnya Gelora Pada Eweta di Sumba Barat, sebagai lokasi pelaksanaan Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII. Ini merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar bagi masyarakat NTT,” ujar Umbu Rudi.

Ia memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan sukses. Dukungan pemerintah daerah, panitia pelaksana, komunitas pacuan kuda, serta masyarakat setempat menjadi modal penting untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.

Umbu Rudi mengungkapkan, hingga saat ini sedikitnya delapan provinsi dari berbagai wilayah Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam Kejurnas yang akan memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia tersebut.

“Kami optimistis pelaksanaan Kejurnas Pacuan Kuda ini berjalan lancar. Saat ini sekitar delapan provinsi di Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kejuaraan nasional yang memperebutkan Piala Presiden RI di Sumba Barat,” katanya.

Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang: RUU HPI Krusial Bagi Perlindungan Pengusaha Indonesia di Era Global, Pansus Serap Aspirasi

Lebih jauh, Umbu Rudi menilai penyelenggaraan Kejurnas tidak hanya berdampak bagi perkembangan olahraga pacuan kuda nasional, tetapi juga akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Kejurnas ini akan membawa dampak positif di berbagai sektor, terutama peningkatan ekonomi masyarakat Sumba. Kehadiran atlet, official, pemilik kuda, dan wisatawan akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ajang nasional tersebut diyakini akan menjadi sarana promosi yang efektif bagi sektor pariwisata dan kebudayaan Sumba yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam dan tradisi berkuda yang kuat.

“Kegiatan ini juga akan membangkitkan gairah pariwisata dan kebudayaan masyarakat Sumba. Para peserta dan tamu dari berbagai daerah akan melihat secara langsung kekayaan budaya, destinasi wisata, serta tradisi berkuda yang menjadi identitas masyarakat Sumba,” kata Umbu Rudi.

Tidak hanya menyajikan persaingan di lintasan, rangkaian kegiatan Kejurnas juga akan diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia pacuan nasional. Pelatihan steward dan pelatih kuda pacu nasional dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus, disusul pelatihan dan tes joki nasional pada 20 Agustus. Sementara itu, pendaftaran peserta ditutup pada 21 Agustus 2026.

NTT Kantongi Kepercayaan Gelar PON 2028, Gubernur Melki: Momentum Emas Olahraga dan Ekonomi, Erick Thohir Utamakan Efisiensi

Atmosfer kompetisi mulai terasa ketika proses pengukuran kuda dilakukan pada 21โ€“22 Agustus. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk menentukan kelas pertandingan berdasarkan tinggi badan kuda, bukan berdasarkan kelompok umur. Setelah itu, barrier drawing atau pengundian posisi start akan digelar pada 22 Agustus sebelum memasuki babak penyisihan.

Persaingan sesungguhnya akan berlangsung mulai 23 hingga 27 Agustus melalui babak penyisihan dan semifinal. Dari proses tersebut akan terpilih 12 kuda terbaik yang berhak tampil pada partai puncak Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.

Menariknya, Kejurnas tahun ini menerapkan sistem klasifikasi berdasarkan tinggi badan kuda yang terbagi dalam delapan kelas, mulai dari Kelas A untuk kuda dengan tinggi di atas 161,1 sentimeter hingga Kelas J untuk kuda dengan tinggi di bawah 123,1 sentimeter. Jarak pacuan pun bervariasi, mulai 600 meter hingga 2.000 meter.

Panitia menyediakan hadiah pembinaan yang cukup besar untuk setiap kelas. Nominal hadiah berkisar antara Rp25 juta hingga Rp30 juta per nomor lomba. Selain hadiah uang pembinaan, para juara juga akan memperoleh trofi dan medali bagi pemilik, pelatih, joki, groom, serta kudanya.

Namun, yang paling bergengsi adalah perebutan gelar Juara Nasional antarkontingen. Daerah yang mampu mengumpulkan poin tertinggi dari seluruh kelas pacuan akan dinobatkan sebagai Juara Nasional Kejurnas Road to PON dan berhak membawa pulang Piala Presiden Republik Indonesia.

Sistem poin menjadi faktor penentu keberhasilan kontingen. Setiap kelas memiliki bobot nilai berbeda sesuai tingkat persaingan. Kelas A dan Kelas G menjadi penyumbang poin terbesar dengan total nilai maksimal 60 poin, sementara kelas lainnya memberikan kontribusi antara 24 hingga 48 poin.

Kejuaraan ini juga menegaskan komitmen PP FN Pordasi Pacu dalam meningkatkan profesionalisme olahraga pacuan kuda nasional. Seluruh pelatih dan joki diwajibkan memiliki lisensi nasional, sementara perlindungan keselamatan atlet menjadi perhatian utama melalui kewajiban kepesertaan asuransi bagi para joki.

Sebagai daerah yang memiliki tradisi panjang dalam budaya berkuda, Sumba kembali dipercaya menjadi panggung utama olahraga pacuan kuda nasional. Dengan dukungan lintasan Gelora Pada Eweta yang dikenal menantang serta antusiasme masyarakat setempat, Kejurnas Pacuan Kuda 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu perhelatan pacuan terbesar tahun depan.

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, Kejurnas Road to PON XXII menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan pacuan kuda Indonesia sekaligus wadah lahirnya kuda-kuda dan joki-joki terbaik yang kelak akan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di level yang lebih tinggi.

KELAS PACUAN KEJURNAS & JARAK & HADIAH :

  1. Kelas A tinggi 161,1 cm keatas – 2.000 m dan 1.300 m jumlah hadiah @Rp.30.000.000
  2. Kelas C tinggi 151.1 – 156 cm – 1.600 m dan 1.1000 m hadiah @Rp.29.000.000
  3. Kelas E tinggi 142,1 – 146 cm – 1.200 m dan 1.000 m hadiah @Rp.25.000.000
  4. Kelas F tinggi 138,1 – 142 cm – 1.600 m dan 1.400 mhadiah @Rp.26.000.000
  5. Kelas G tinggi 133,1 – 138 cm – 1.400 m dan 1.200 m hadiah @Rp.25.000.000
  6. Kelas H tinggi 128,1 – 133 cm – 1.200 m dan 1.000 mhadiah @Rp.29.000.000
  7. Kelas I tinggi 123.1 – 128 cm – 1.000 m dan 800 m Hadiah -@Rp.29.000.000
  8. Kelas J tinggi 123.1 cm kebawah – 800 m dan 600 m ย Hadiah @Rp.25.000.000

NILAI POINT KELAS KEJURNAS :

  1. Kelas A tinggi 161,1 cm keatas @15 – 10 – 5 = 60
  2. Kelas C tinggi 151.1 – 156 cm @12 – 8 – 4 = 48
  3. Kelas E tinggi 142,1 – 146 cm @9 – 6 – 3ย ย ย ย ย ย ย  = 36
  4. Kelas F tinggi 138,1 – 142 cm @12 – 8 – 4 = 48
  5. Kelas G tinggi 133,1 – 138 cm @15 – 10 – 5 = 60
  6. Kelas H tinggi 128,1 – 133 cm @12 – 8 – 4 = 48
  7. Kelas I tinggi 123.1 – 128 cm @7.5 – 5 – 2.5 = 30
  8. Kelas J tinggi 123.1 cm kebawah @6 – 4 – 2 = 24.*/llt

Komentar

  1. Aguspen Adnan berkata:

    Kejurnas pacuan kuda road to pon 2026 mendatang kemungkinan akan diikuti lebih dari 700 ekor kuda. Diharapkan rekord muri disegel kan untuk kejuaraan pacuan kuda dengan peserta terbanyak sejak ada pacuan kuda di Indonesia semarak sejak 1966 dari Pordasi berdiri. Mungkin suatu waktu kedepan rekord muri akan berganti pecah lagi dengan banyaknya perkembangan kuda di daratan NTT dan NTB dari antusias kuda peserta dari ajang tradisional menuju pentas
    nasional. Mari kita dukung sumber daya kuda asli Indonesia menjadi catatan kuda terbanyak dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement