Erles Rareral Apresiasi Kinerja BNN dan Polisi, Usut Tuntas Jaringan Narkoba di Ende

909
Pengacara Nasional asal Ende, Erles Rareral, S.H., M.H

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT, pada Minggu (28/11/2021) berhasil meciduk FRT pengusaha besar di Ende yang diduga terlibat dalam sindikat peredaran narkoba di Kabupaten Ende. FRT diciduk bersama seorang kurir beserta barang bukti narkoba di Palabuhan Ende.

Atas kinerja aparat BNN NTT itu, pengacara nasional Erles Rareral, S.H., M.H memberikan apresiasi dan meminta BNN dan aparat Kepolisian di Ende agar membongar hingga tuntas semua orang yang ikut terlibat dalam peredaran barang haram tersebut. “Saya mengapresiasi kinerja dari Tim BNN NTT dalam penangkapan terhadap FRT di Ende hari ini. Sebagai putra asli Ende saya meminta agar BNN harus membongkar sampai tuntas siapa-siapa saja yang terlibat dalam transaksi tersebut. Juga siapa-siapa saja pemakai barang haram tersebut selama ini di Ende,” sebut Erles yang menghubungi SelatanIndonesia.com dari Jakarta, Minggu (28/11/2021) malam.

Kepada arapat BNN, ia meminta agar selagi masih ada di Ende, harus menelusuari sampai ke akar-akarnya, siapa saja yang selama ini mengedarkan dan memakai barang haram itu di Ende. “Seret dan jebloskan semua pihak yang terlibat dengan barang haram tersebut,” tegas Erles.

Erles berharap, siapa saja yang terlibat dalam jaringan FRT harus segera disereta. “Aparat harus lebih tegas untuk memberikan efek jerah kepada publik. Bagi warga Ende, saya menghimbau agar semua kita harus ikut dan turut serta dalam usaha pemberantasan narkoba di Ende. Mari kita jaga Kota Pancasila ini agar terhindar dari narkoba. Apabila ada yang melihat dan mengetahui adanya informasi tentang peredaran narkoba di Ende agar segera melapor ke aparat Polisi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) NTT kembali membongkar jaringan dan membekuk terduga pemakai dan pemilik barang jenis Narkoba di Ende. Seorang pengusaha beken berinisial FRT dibekuk bersama barang bukti di Pelabuhan Ende, Minggu (28/11/2021).

FRT dibekuk aparat beserta barang bukti yang dikirim dari Surabaya, di dalam mobil pribadi FRT. Informasi yang dihimpun media ini dari berbagai sumber di pelabuhan Ende baik dari sopir dan petugas menyebutkan, penangkapan oleh petugas BNN pada pukul 10.00 Wita. Aparat dari BNN sudah berada di lokasi dan memantau situasi di pelabuhan Ende. Saat kurir yang membawa barang yang ditaruh di dalam tas kuning diserahkan kepada FRT didalam mobil FRT, aparat BNN langsung melakukan penyergapan.

Dilansir dari VictoryNews, FRT bersama kurir dan barang bukti diamankan di Pospol KP3 Polres Ende di pintu masuk pelabuhan Ende.

Informasi lain yang dihimpun dari sejumlah petugas menyebutkan, aparat BNN sudah memantau jaringan di Ende selama dua hari. Sebelumnya, jaringan yang sama di Kupang dan Surabaya sudah dibekuk aparat BNN. Tersisa jaringan di Ende apakah sebagai pemakai atau sebagai pengedar.

“Sudah dua hari petugas memantau pergerakan jaringan apakah sebagai pemakai atau pengguna narkotika di Ende. Pagi tadi petugas berhasil membekuk FRT beraama kurir dan barang bukti di Pelabuhan Ende.” sebut sumber.

Terpantau, di pelabuhan Ende, terlihat sejumlah petugas dari BNN sedang mengambil keterangan baik dari FRT dan juga kurir pembawa barang. Ketika awak media hendang mengambil gambar, sejumlah petugas baik dari BNN dan juga Polres Ense melarang media untuk pengambilan gambar. Bahkan beberapa media sempat bersitegang dengan petugas BNN soal tupoksi kerja media yang terkesan dihalang-halangi dalam proses pengambilan gambar.

Aparat dari BNN sebelum membawa FRT, kurir dan barang bukti menggunakan mobil inova dengan nomor polisi EB 1151 AM, tidak memberikan pernyataan pers kepada awak media yang saat itu berada di luar Pospol KP3 Pelabuhan Ende.

Kapolres Ende, AKBP, Albertus Andreana, SIP yang dikonformasi SelatanIndonesia.com dari Kupang belum bisa memberikan penjelasan terkait dibekuknya FAG. “Ooo, sorry belum bisa kita klarifikasi karena timnya dari BNN, Polres hanya backup,” tulis Kapolres Albertus dalam pesan WhatsApp, Minggu (28/11/2021) sore. ***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap