KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Badan Pengurus Daerah HIPMI NTT mulai menggelar rangkaian kegiatan strategis yang menyasar penguatan kapasitas dan jejaring pengusaha muda di Nusa Tenggara Timur. Agenda yang meliputi Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) itu dijadwalkan berlangsung pada 1โ2 Mei 2026 di Kupang.
Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, mengatakan Rakerda yang digelar pada Jumat (1/5/2026) menjadi forum utama dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. โRakerda itu untuk merumuskan program-program kerja ke depan,โ ujarnya di Kupang, Kamis (30/4/2026).
Sehari setelahnya, Sabtu (2/5/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Diklatda dan Forbisda. Diklatda difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya anggota dan pengurus, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Adapun Forbisda dirancang sebagai ruang temu pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis.
Tidak hanya berfokus pada agenda internal, HIPMI NTT juga menghadirkan ruang interaksi dengan publik melalui penyelenggaraan HIPMI Culinary Festival. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 1โ3 Mei 2026, di pelataran Hotel Harper Kupang.
Festival tersebut menampilkan beragam produk kuliner khas daerah yang digarap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik dari kalangan internal HIPMI maupun pelaku usaha lokal lainnya. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong transaksi langsung dan memperluas pasar bagi produk-produk lokal.
Rangkaian kegiatan ini juga akan dihadiri perwakilan BPP HIPMI, termasuk Ketua Bidang BPP HIPMI, Anthony Leong, serta koordinator wilayah. Kehadiran pengurus pusat dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara daerah dan nasional dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda.
Melalui kombinasi agenda organisasi, peningkatan kapasitas, hingga promosi UMKM, HIPMI NTT menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan pemulihan dan penguatan sektor usaha lokal.*/ab/llt













Komentar